Fase Pernikahan (walimahan.com)

Gulalives.co, Depok– Ketika Anda sudah ingin menikah, berarti Anda sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya. Persiapan tersebut mulai dari segi materi, agama, dan akhlaq. Sebab pernikahan merupakan suatu prosesi sakral. Bahkan dapat dibilang pernikahan mungkin hanya dilakukan satu kali seumur hidup.

Namun dalam sebuah pernikahan, Anda akan menemukan fase-fase yang memang itu sudah harus Anda lakukan dan Anda harus siap melakukannya. Jika Anda tidak dapat melalui fase-fase tersebut, dapat dikatakan Anda sudah gagal dalam melalui fase pernikahan.

Tetapi bagi Anda yang sedang menuju masa pernikahan, Anda harus siap untuk menghadapi fase-fase yang akan Anda jalani. Memang fase pernikahan ada yang menyenangkan, ada pula yang berat dilaksanakan.

Agar setiap fase dapat dilewati dengan baik, Anda dan pasangan wajib memiliki komitmen bersama. Jangan sampai fase tersebut membuat pernikahan Anda hancur. Semua tahapan harus bisa kalian bicarakan dengan baik-baik. Beberapa fase pernikahan berikut ini akan dapat membuat Anda lebih siap setelah menikah.

#1. Fase Awal Pernikahan

Ilustrasi : Fase Awal Pernikahan (musmus.me)
Ilustrasi : Fase Awal Pernikahan (musmus.me)

Fase awal pernikahan sudah tentu akan membuat setiap pasangan sangat bahagia. Banyak perasaan yang akan membuat Anda selalu senang di fase awal pernikahan. Anda pun merasa sangat bahagia memiliki seutuhnya orang yang selama ini Anda cintai.

Di masa awal, segala impian di masa depan sudah tentu menjadi pembicaraan setiap hari. Seperti bagaimana punya anak, punya rumah, dan memiliki masa depan lainnya. Bahkan Anda yang biasa lembur di kantor, ketika fase awal pernikahan sudah tentu Anda akan ingin pulang lebih cepat untuk bertemu dengan pasangan Anda. Fase awal pernikahan merupakan fase yang sangat menyenangkan bagi Anda dan pasangan.

#2. Fase Bulan Madu

Fase Bulan Madu
Fase Bulan Madu

Fase bulan madu bukan sekedar fase Anda melakukan perjalanan dengan pasangan Anda ke suatu tempat lain yang belum pernah Anda kunjungi. Lebih dari itu, fase bulan madu merupakan fase yang akan membantu Anda untuk mengenal lebih dekat dengan pasangan. Biasanya fase bulan madu, merupakan fase ketika Anda belum di karuniai seorang anak.

Di fase bulan madu, Anda selalu ingin melakukan apapun berdua dengan pasangan. Dahulu Anda hanya bisa berkomunikasi melalui smartphone namun kini Anda selalu dapat berkomunikasi tatap muka setiap hari.

#3. Fase Memiliki Momongan

Fase Memiliki Momongan (abiummi.com)
Fase Memiliki Momongan (abiummi.com)

Ketika pernikahan sudah berjalan sekitar satu hingga dua tahun. Anggota keluarga Anda mungkin akan bertambah. Anda akan merasa lebih bahagia dengan keadaan ini. Sebab Anda memasuki fase memiliki anak.

Namun di fase memiliki momongan banyak juga pasangan yang stres menghadapi anaknya. Apa lagi bagi Anda yang sebelum menikah tidak terlalu suka dengan anak-anak. Tentunya fase ini akan membuat Anda merasa lebih repot.

Di fase memiliki momongan Anda harus terus kompak dengan pasangan untuk mengurus si buah hati. Sebab ia akan cukup merepotkan Anda. Apa lagi jika ia sering bangun malam, dan juga sering menangis di malam hari. Hal ini akan membuat Anda akan kerja lebih ekstra utnuk menghadapi tingkah si buah hati. Tapi jika Anda dan pasangan Anda senang, maka Anda akan merasa bahagia dengan kedatangan buah hati. Dan setiap apa yang dilakukannya tidak akan membuat Anda merasa terganggu.

#4. Fase Pengorbanan

fase Perjuangan (tumblr.com)
fase Perjuangan (tumblr.com)

Di fase ini Anda akan menuju fase pengorbanan. Dimana Anda dan pasangan harus dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Apa lagi kebutuhan si kecil. Anda harus mengatur komitmen dan memiliki pendapat yang sama dalam fase ini. Setiap langkah yang kamu lakukan harus kamu bicarakan dengan pasangan dan untuk kebaikan keluarga.

Di fase ini mungkin akan banyak sekali godaan. Anda yang sudah memiliki anak harus dapat membagi waktu dengan pasangan untuk mengurus rumah. Bukan hanya mengurus pekerjaan, Anda berdua harus komitmen untuk membagi waktu.

Di fase pernikahan ini Anda akan membutuhkan perngorbanan yang besar dan saling pengertian satu sama lain. Anda berdua harus bisa lebih sabar dan harus memiliki mental baja dalam melalui fase ini.

#5. Fase Memberikan Perhatian Lebih

Fase Memberikan Perhatian Kepada Anak (abiummi.com)
Fase Memberikan Perhatian Kepada Anak (abiummi.com)

Saat buah hati Anda sudah memasuki masa SD, SMP, dan SMA Anda sebagai orang tua harus memikirkan perkembangan psikologis buah hati. Jangan sampai hal ini malah membuat Anda dan pasangan hanya lebih fokus mencari materi belaka. Sebab, Anak Anda membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan agar anak dapat berjalan di jalur yang baik.

Sebab di masa ini anak Anda akan mengalami perubahan karakter. Dan Anda harus dapat melihat perubahan ini. Jangan sampai perubahan karakter si anak terjadi akibat pergaulannya. Orang tua harus sigap melihat ini. Dalam fase pernikahan ini, jangan sampai Anda hanya fokus terhadap pekerjaan dan karir Anda.

#6. Fase Memasuki Cinta Kasih

Fase Cinta Kasih
Fase Cinta Kasih

Di fase ini Anda sudah mengetahui karakter pasangan Anda. Biasanya fase ini terjadi setelah usia pernikahan memasuki usia 30 tahun atau lebih. Di masa ini Anda hanya memikirkan masa tua dan juga bagaimana membagikan hak waris kepada anak Anda.

Ketika Anda sudah memasuki fase ini Anda akan merasa sudah memiliki hubungan dengan pasangan dengan sukacita. Anda pun harus menjadi contoh bagi anak maupun cucu-cucu Anda di masa ini. Anda harus tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan cerita dan pengalaman yang sangat berharga kepada anak dan cucu Anda.

loading...

LEAVE A REPLY