gambar via: jadiberita.com

Gulalives.co, Depok – Siapa sangka ternyata Indonesia punya banyak sumber daya manusia yang mumpuni dan berkualitas. Banyak karya yang lahir dari kreativitas anak bangsa.  Namun, dari karya yang mumpuni dan berkualitas tak sedikit dari mereka yang kurang ‘diakui.’ Kurang mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia itu sendiri.

Dalam beberapa contoh kasus ada anak bangsa yang nekad membuat karya yang total. Mereka mampu berkreasi di level yang tinggi. Hanya saja, karya itu justru dihargai di negeri tetangga. Bukan pengakuan dan apresiasi dari Tanah air. Miris!

Berikut ini karya anak bangsa yang sia sia di Negeri ini:

#1 Kompor Biomassa Karya Muhammad Nurhuda

gambar via: indonesiablogkita.com
gambar via: indonesiablogkita.com

Karya Muhammad Nurhuda ini memang tampaknya biasa saja, yaitu kompor. Namun, siapa sangka kompor tesebut merupakan kompor yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Kompor tersebut berbasis biomassa yang pembuangan emisi gasnya jauh di bawah ketetapan World Health Organization (WHO). Akan tetapi, dalam proses pengembangannya sejak tahun 2008, kompor biomassa ciptaan Nurhuda kurang begitu diminati masyarakat Indonesia.

Tidak pantang menyerah, Nurhuda yang merupakan seorang Dosen di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur tersebut mencoba untuk memasarkan ke luar negeri dan banyak negara yang meilirik produk ciptaannya. Diantaranya Norwegia, India, Meksiko, dan lain-lain. Kini kompor biomassa tersebut sudah dipasarkan secara massal di Norwegia.

#2 Teknologi Broadband Karya Khoirul Anwar

gambar via: ampera.co
gambar via: ampera.co

Pria kelahiran Kediri pada tahun 1978 ini merupakan salah satu penemu Indonesia yang lebih dihargai di negeri lain. Produk yang dia buat yaitu teknologi broadband yang menjadi awal lahirnya jaringan teknologi 4G LTE, yang sekarang sudah banyak dikembangkan oleh perusahaan besar dan dipakai di berbagai negara di dunia.

Adanya keterbatasan peralatan dan kurangnya penghargaan pemerintah Indonesia terhadap hasil karya anak bangsa membuat pria lulusan S3 dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) mengurungkan niat untuk melakukan penelitiannya di Indonesia. Kini teknologi yang dia ciptakan itu sudah mendapatkan paten atas namanya dan sudah digunakan di berbagai sistem komunikasi dan satelit.

#3 D-Tech Engineering Karya Arfi’an Fuadi dan Arie Kurniawan

D tech engineering
gambar via: www.tandapagar.com

Arfi’an Fuadi merupakan lulusan SMK jurusan Mekanik Otomotif di SMK Negeri 7 Semarang. Dia tidak dapat melanjutkan ke jenjang universitas di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang karena ijazah yang dimiliki tidak sesuai dengan fakultas yang diinginkan yaitu Fakultas Teknik Elektro.

Penolakan tersebut sempat membuat dia kecewa. Namun, dia bersama adiknya, Arie Kurniawan tidak menyerah dan mencoba belajar tentang teknik 3D design engineering secara otodidak dari referensi yang mereka dapat dari internet. Banyak prestasi yang mereka dapatkan. Diantaranya juara 3D design enginereeng, untuk kategori Jet Engine Bracket yang diselenggarakan oleh General Electric (GE) di Amerika Serikat yang mengalahkan lebih dari 700 peserta dari 56 negara. Selain itu, mereka juga pernah mengalahkan doktor serta mahasiswa S3 di luar negeri pada kompetisi Computer Aided Design (CAD). Kini usaha mereka bernama D-Tech Engineering di Salatiga tersebut sudah menangani client berbagai negara di dunia.

#4 Pembasmi Kanker Karya Warsito Purwo Taruno

pembasmi kanker
gambar via: http://tuntasnews.com

Pria kelaharian Karanganyar, 48 tahun silam ini merupakan ilmuwan asal Indonesia yang berhasil menemukan alat pembasmi kanker. Berbekal pendidikan hingga jenjang S3 di Jepang dan pengalaman riset di Amerika Serikat, dia berhasil menciptakan teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) yang ditanamkan pada alat tersebut.

Awal mulanya, alat itu diciptakan untuk menyembuhkan kanker payudara stadium 4 yang dialami sang kakak. Dalam waktu beberapa bulan setelah pemakaian alat tersebut, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawanya.

Sayangnya, ketika dia ingin mengembangkan dan memasarkan produknya di Indonesia, dia tidak mendapatkankan kejelasan perihal izin edar dari lembaga kesehatan Indonesia. Regulasi yang ada sekarang lebih mengarah ke peredaran alat dari luar negeri dibanding alat dalam negeri.

Tanpa diduga, negara tempat dia mengenyam pendidikan hingga S3 itulah yang menghargai dan memesan produk buatannya. Hal itu dikarenakan berdasarkan hasil uji coba dinilai lebih efisien menyembuhkan sel kanker. Kini para ahli kanker di negara lain seperti Cina, Malaysia, dan Singapura mempelajari perawatan kanker menggunakan teknologi buatan Warsito.

#5 Mobil Listrik Karya Ricky Elson

mobil listrik
gambar va: jpnn.com

Ricky merupakan salah satu anak bangsa yang mempunyai potensi luar biasa, ia mampu membuat mobil listrik yang dulu pernah dicoba oleh Bapak Dahlan Iskan. Mobil listrik ini belum ada satupun yang menyamai.

Tapi sangat disayangkan, mobil listrik buatan ricky tidak lulus uji emisi dan parahnya ricky sang pembuat mobil justru diperebutkan Jepang dan akhirnya dipinang oleh negeri tetangga, Malaysia.

#6 Televisi Karya Kusrin

gambar via: jadiberita.com
gambar via: jadiberita.com

Kusrin merupakan perakit televisi yang berasal dari Kota Karanganyar, Jawa Tengah.  Uniknya Kusrin hanya tamatan Sekolah Dasar. Kusrin berhasil merakit televisi ala kusrin sendiri dan kualitasnya tidak kalah dengan televisi yang di jual di pasaran.

Sayang disayangkan, televisi kusrin justru dimusnahkan oleh birokrasi pemerintahan hanya karena tidak mempunyai SNI. Peraturan negara  seperti itu ternyata bisa atau justru mematikan kreatifitas anak bangsa sendiri.

 

loading...

LEAVE A REPLY