Gulalives.co, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Barack Obama dipastikan tak akan hadir dalam upacara penghormatan dan pemakaman legenda tinju Muhammad Ali. Kepastian ini disampaikan pihak Gedung Putih di Washington, seperti dilansir laman BBC, Rabu WIB (8/6/2016).

Ali with ClintonPihak Gedung Putih menyebutkan, Obama dan keluarga tak bisa hadir di pemakaman Ali karena harus menghadiri wisuda SMA dari putri mereka, Malia. Sebagai penggantinya, Presiden Obama akan mengirimkan sebuah surat untuk keluarga Ali, yang diantarkan oleh Penasihat Senior Gedung Putih Valerie Jarrett, yang memang mengenal Ali.

Pihak keluarga Ali, melalui juru bicaranya Bob Gunnell, menyebut Obama dan janda Muhammad Ali, Lonnie, sudah berbicara melalui sambungan telepon. Mereka yang disebut bakal datang di acara pemakaman adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Jordan, Abdullah.

Sementara itu, mantan juara tinju kelas berat Lennox Lewis dan aktor Will Smith, yang memerankan tokoh Ali di layar lebar, akan menjadi pengusung peti jenazah.  Selain itu, mantan Presiden AS Bill Clinton dan aktor Billy Crystal juga didaulat untuk memberikan sambutan dalam prosesi pemakaman tersebut.

Simpan foto kenangan

obmSetelah kematian Ali, Obama sempat mengatakan bahwa dia bakal menyimpan sepasang sarung tinju miliknya bersama dengan sebuah foto Muhammad Ali saat mengalahkan Sonny Liston pada tahun 1964.

“Ali akan selalu dikenang, tidak hanya atas kemampuannya merangkai kata puitis dan bertarung di ring, tetapi dia adalah lelaki yang bertarung untuk kebenaran, dia bertarung untuk kita,” kata Obama.

Kisah keajaiban Ali

Muhammad Ali dan putrinya, Laila Ali. Foto: afp
Muhammad Ali dan putrinya, Laila Ali. Foto: afp

Kisah tentang keberanian dan kemauan keras Ali memang tidak pernah ada habisnya. Bahkan, dalam kematiannya, masih ada cerita ‘ajaib’ tentang kedua hal tersebut saat kematiannya.

Salah seorang putri Ali, Hana, melalui akun Twitter-nya, bercerita tentang “keajaiban” yang dilihatnya pada saat kematian ayahnya. Menurut Hana, jantung ayahnya masih berdenyut selama 30 menit setelah secara medis semua organ vital dalam tubuhnya dinyatakan tak berfungsi. “Inilah bukti tentang kekuatan kemauan dan semangatnya,” tulis Hana. Ia menyebut, belum pernah ada orang yang melihat hal seperti ini.

Besok mulai parade pemakaman

Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: independent.co.uk
Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: independent.co.uk

Pemakaman Muhammad Ali direncanakan berlangsung pada Jumat di KFC YUM! center, Kentucky. Upacara yang dimulai pada pukul 14.00 ini akan dihadiri mantan Presiden AS, Bill Clinton. Keluarga petinju legendaris Muhammad Ali berencana melakukan upacara pemakaman di kota kelahirannya di Lousville, Kentucky, pada Jumat  (10/6/2016).

Sebelumnya, pada kamis besok, sebuah prosesi penghormatan akan digelar di Freedom Hall, sebuah hall dengan kapasitas 18.000 pengunjung. Di tempat itu, Ali memenangi gelar juara profesional pertamanya pada tahun 1960.

Banyak warga mengantre sejak Selasa tengah malam untuk bisa mendapatkan tiket masuk ke acara penghormatan itu. “Saya berada di sini mencari tiket untuk cucu saya. Dia berumur delapan tahun,” kata Angela Smith Ward, mantan pegawai di angkatan bersenjata AS, seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse.

“Saya ingin cucu saya mengerti bahwa setiap kita bisa menjadi yang terbaik dan terbesar tak peduli dari mana asal kita,” kata dia.

Selanjutnya, pada Jumat sekitar pukul 09.00, peti jenazah akan diambil untuk dibawa dalam prosesi melintasi jalan-jalan di Louisville, yang menjadi lokasi bersejarah bagi Ali.

Prosesi ini berlanjut di sebuah arena olahraga yang konser besar, the KFC Yum! Center, pada pukul 14.00. Upacara ini akan dibuka untuk umum.  Setelah itu, jenazah Ali akan dimakamkan dalam upacara tertutup di kompleks pemakaman di kota itu, Cave Hill Cemetery.

m ali2Sebagaimana diketahui, Ali yang merupakan mantan juara dunia tinju kelas berat dan pejuang hak-hak asasi manusia ini meninggal dunia pada Jumat (3/6/2016) akibat komplikasi penyakit Parkinson yang telah puluhan tahun dideritanya. Ali sempat menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit di Arizona akibat mengalami sesak napas. Ia meninggal dunia pada Jumat dengan didampingi istri dan anak-anaknya.

Kesulitan pernapasan yang dialami Ali memperburuk kondisinya, yang sudah merosot, di tengah usianya yang 74 tahun. Infeksi yang kemudian dialami Ali mengganggu sirkulasi darah, oksigen, dan nutrisi dalam tubuhnya yang pada akhirnya mengganggu kerja organ penting dalam tubuhnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY