Orangtua patut menunjukkan keberkahan Ramadhan pada anak (Foto: Egyptianstreets)

Gulalives.co, JAKARTA – Ramadhan tidak hanya diisi dengan puasa menahan lapar dan haus. Orangtua patut menunjukkan keberkahan Ramadhan pada anak-anak.

Ramadhan penuh berkah, dan puasa di dalamnya membawa beberapa penyesuaian gaya hidup bagi umat Muslim yang menjalankannya. Idealnya, Ramadhan menjadikan umat Muslim hidup sederhana atau tidak boros, salah satunya terkait hidangan sahur maupun berbuka. Ramadhan hanya akan menjadi rumit ketika kita fokus pada hal duniawi, seperti makanan dan hiburan, bukan dengan intinya seperti ibadah dan amal.

Pada anak-anak, tanamkan puasa dengan cara yang tidak berat atau menyebabkan mereka kesulitan, melainkan harus lebih kepada pelatihan sehingga mereka memiliki memori yang baik terhadap bulan Ramadhan. Berikut adalah beberapa metode yang dapat orangtua Muslim terapkan untuk menjaga Ramadhan spesial namun sederhana bersama anak-anak.

Membuat Ramadhan Spesial

Orangtua sebaiknya menunjukkan keberkahan bulan Ramadhan secara rinci kepada anak-anak, dan memberikan hak-hak tertentu, terutama untuk anak-anak yang berpuaaa. Cobalah untuk tidak memanjakan mereka, tetapi jadikan Ramadhan yang mereka lalui terasa mengesankan.

Caranya adalah dengan memungkinkan mereka untuk melakukan hal-hal yang biasanya tidak dikerjakan di luar Ramadhan, seperti:
– Menggunakan peralatan makan terbaik saat bersantap sahur maupun berbuka dengan keluarga
– Diizinkan untuk tidur dengan kakak atau adiknya atau tidur di kasur lantai dalam satu ruangan besar di rumah
– Kadang-kadang membiarkan mereka untuk memilih makanan favorit untuk menu berbuka atau penutup
– Mengunjungi masjid lebih sering
– Mengundang teman atau saudara untuk berbuka bersama

Bagaimana Menjelaskan Puasa

Untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pelajaran penting puasa, katakan bahwa puasa:

– Bermanfaat bagi tubuh sebagai bentuk detoksifikasi atau pembersihan
– Membantu tubuh untuk bisa merasakan lapar dan bersimpati dengan orang miskin
– Dilakukan semata-mata untuk Allah SWT sebagai bentuk ketakwaan
– Mengajarkan kejujuran karena hanya Allah yang mengetahui, apakah seseorang berpuasa.
– Mengajarkan kedisiplinan diri dan kebaikan terhadap orang lain ketika kita menjauhi makanan dan semua perbuatan buruk
– Menjelaskan esensi utama Ramadhan sehingga mereka akan melaksanakan ibadah hingga nanti.

Pada saat waktu berbuka puasa, ajarkan anak-anak sunnah untuk membatalkannya dengan kurma dan air, doa berbuka puasa, dan terpenting, tidak terlalu memanjakan atau boros, termasuk makanan. Satu tantangan berat bagi anak-anak adalah bangun untuk sahur. Katakan pada anak-anak bahwa sahur sama dengan sarapan, hanya waktunya sedikit digeser. Mereka masih belajar bagaimana menahan diri dengan berpuasa selama berjam-jam, karena itu sahur penting untuk menjaga niat mereka.

Sholat di Ramadhan

Sebuah aspek penting pada bulan Ramadhan adalah doa. Ajak anak-anak untuk sholat bersama saat orangtua berada di rumah. Tanamkan kebiasaan shalat berjamaah, menjaga wudhu, dan sholat di awal waktu. Orangtua bisa memberitahu mereka untuk berwudhu setiap usai dari kamar mandi sehingga mereka tidak menunda shalat saat tiba waktunya.

Untuk anak-anak berusia lebih muda, akan lebih banyak kelonggaran sehingga mereka tidak perlu wudhu setiap ke kamar mandi. Namun, cobalah untuk menciptakan kebiasaan sholat di awal waktu. Karena itu, anak-anak penting untuk diajarkan pentingnya menjaga tubuh bersih, pakaian bersih dan area bersih dan rapi untuk sholat.

Amal di Bulan Ramadhan

Anak-anak harus diajarkan bahwa amal tidak hanya tentang memberikan uang, tetapi juga kebaikan melalui tindakan, perbuatan, dan tingkah laku. Selama Ramadan, kita belajar untuk tersenyum lebih banyak dengan satu sama lain, bersabar satu sama lain, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk membantu anak-anak kecil, orang tua, dan tetangga.

Orangtua bisa mengarahkan anak-anak berusaha lebih keras untuk mengendalikan argumen atau perdebatan dengan satu sama lain, juga menunjukkan toleransi dan kasih sayang terhadap saudara mereka. Membimbing anak-anak dan mengingatkan mereka adalah tantangan bagi orangtua, tapi tetap dengan penjelasan sederhana dan diri sendiri menjadi contoh.

Anak-anak akan selalu membuat kesalahan sehingga membutuhkan pengingat konstan, dan itu tugas orangtua. Mulai dengan mengajarkan anak-anak untuk tersenyum lebih, menyapa satu sama lain dengan perasaan ikhlas dan kehangatan, menunjukkan cara makan yang baik, menjaga kebersihan, berbagi dengan sesama, dan sebagainya. Ajarkan amal dalam segala bentuk.

Cinta dan Kebaikan di Ramadhan

Di bulan Ramadhan, orangtua berbicara dengan anak-anak tentang cinta dan rahmat Allah. Tunjukkan kasih Allah SWT kepada kita, dan jelaskan kepada mereka bagaimana segala sesuatu yang kita miliki, dari mainan hingga kesehatan, adalah semata pemberian Allah SWT. Beritahukan mereka tentang rahmat-Nya yang tak terbatas dan bagaimana Dia mengampuni dosa-dosa manusia.

Anak-anak didorong untuk menunjukkan belas kasih terhadap satu sama lain dengan mengampuni saudara mereka ketika bertengkar, menunjukkan cinta dan kasih sayang serta rasa saling menghargai dengan merenungkan jika mereka harus hidup tanpa yang lain. Ajak juga anak-anak untuk bertafakur alam di bulan Ramadhan. Ketika mereka memperhatikan serangga kecil dengan anatomi tubuh yang rumit, mereka akan menyadari betapa benar-benar megah ciptaan Allah. Sains dapat menjadi jalan anak-anak untuk kagum dan takjub karena menunjukkan rincian yang membentuk siklus kehidupan sehingga mereka merasakan keberadaan Sang Pencipta.

loading...

LEAVE A REPLY