Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari.

Gulalives.co, JAKARTA – Ramadhan yang jatuh pada musim panas di Jerman, membuat puasa seakan berat untuk dijalani. Banyak pendatang Muslim yang memilih pulang kampung.

Dari Subuh hingga Magrib, di Jerman orang berpuasa 18 jam setiap harinya. Hal ini tak jauh berbeda dengan Muslim di Inggris yang juga menjalani puasa dalam 18 jam setiap hari.

Meski begitu, Ramadhan adalah masa yang sangat indah bagi umat Islam, di manapun mereka berada. Ramadhan, bulan raya yang penuh tantangan.

Meski begitu, umat Islam di Jerman tak bisa menghindar dari tugas kesehariannya. Pekerjaan di rumah harus dibereskan, kebutuhan anak-anak harus dipenuhi. Bagi kaum karyawan, tidak ada liburan empat minggu Ramadhan di Jerman.

Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: dw.de
Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: dw.de

Bagi Umm Aziz, semakin lama ia tinggal di Jerman, semakin kuat pula kebiasaan Barat mempengaruhi gaya hidupnya. Karenanya, puasa juga terasa semakin sulit baginya.

“Tahun ini pasti sangat berat. Biasanya saya tiba di restoran tengah hari dan harus menyiapkan berbagai hidangan untuk malam hari. Pelanggan kami banyak yang keturunan Arab. Setiap petang, mereka datang untuk berbuka puasa di sini , karena itulah saya menyiapkan berbagai jenis hidangan,” kata Umm Aziz, pemilik restoran yang sudah tinggal 15 tahun di Jeman seperti dikutip laman dw.de.

Di Jerman saat ini populasi Muslim tak kurang dari 4 juta orang. Berpuasa di negara seperti Jerman, juga terasa lebih sulit karena bukan hal yang umum dilakukan oleh masyarakatnya. Tidak terlihat dukungan publik seperti di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim.

Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: eramuslim
Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: eramuslim

Bila semua orang berpuasa, toko-toko tutup dan tidak ada godaan aroma Kebab dan Coca Cola hingga Magrib, maka berpuasa terasa jauh lebih ringan. Mungkin hal ini juga yang menyebabkan banyak pendatang Muslim yang pulang kampung selama Ramadhan.

Imam Erol Pürlü dari Ikatan Pusat Kebudayaan Islam di Köln mengingatkan, “Dalam Islam berlaku aturan dasar, bahwa setiap orang hanya akan diberikan beban yang bisa mereka tanggung oleh Allah”.

Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: republika
Puasa di Jerman berlangsung tak kurang dari 18 jam setiap hari. Foto: republika

Artinya, bila orang itu sakit, hamil atau menyusui, maka ia berada dalam kategori orang yang tak bisa berpuasa. Untuk melunaskannya, kategori orang ini bisa membayar Fidyah, menyumbang uang kepada orang miskin.

Umm Aziz menceritakan bahwa putranya baru berpuasa penuh ketika menginjak usia 15 tahun. Menurut Imam Erol Pürlü, ini hal yang biasa saja. Disebutkan, seorang anak sudah bisa mulai berpuasa ketika menginjak usia 13 atau 14 tahun. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY