Mempertahankan Puasa ramadhan, Dengan Memperbanyak Puasa Sunnah

Gulalives.co, JAKARTA – Puasa Ramadhan memasuki hari kedua. Siapa yang sudah merasa ngos-ngosan menjalani puasa? Seperti kita tahu, minggu pertama puasa Ramadhan merupakan masa-masa berat bagi sebagian orang untuk melaksanakan puasa.

Diare merupakan penyebab terbesar  kenapa mereka batal puasa. Diare pada saat berpuasa  umumnya timbul pada pagi hari. Penyebab utama diare adalah konsumsi makanan  yang tidak tepat baik saat sahur maupun berbuka, demikian menurut Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RSCM dalam keterangan tulisnya.

Makanan terlalu pedas dan asam menjadi pencetus kenapa mereka mengalami diare. Belum lagi makanan yang dicurigai sudah tercemar dan tetap dikonsumsi menjadi penyebab kenapa pasien yang batal tersebut mengalami diare.

Cara mencegah batal di minggu pertama puasa Ramadhan. Foto: islamicity
Cara mencegah batal di minggu pertama puasa Ramadhan. Foto: islamicity

Selain keluhan diare, nyeri ulu hati juga hal yang dikeluhkan disampaikan oleh pasien yang sedang berpuasa pada awal-awal berpuasa. Nyeri ulu hati memang tidak sampai membatalkan puasa tapi untuk sebagian pasien nyeri ulu hati sangat mengganggu.

Beberapa hal yang diperhatikan pada saat berpuasa, terutama setelah 6-8 jam perut kosong bisa terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menimbulkan gejala sakit maag. Keadaan ini biasanya berlangsung hanya pada minggu pertama puasa dan gejala ini umumnya tidak dirasakan lagi pada minggu-minggu berikutnya.

Pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat saat berbuka dan sahur, serta kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya peningkatan udara di dalam lambung, serta peningkatan asam lambung.

Adapun pada orang yang memang terdapat gangguan lambung sebelumnya, puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak diobati dengan tepat terutama pada minggu pertama.

Cara mencegah batal di minggu pertama puasa Ramadhan.
Cara mencegah batal di minggu pertama puasa Ramadhan.

“Namun, jika sakit lambungnya diobati, mereka yang mempunyai sakit lambung tadi dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal umumnya,” kata Ari.

Tetapi secara umum, kata Ari Syam, dengan keteraturan makan, mengurangi camilan yang tidak sehat dan pengendalian diri orang dengan sakit maag, sakit maagnya akan sembuh selama berpuasa.

Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian terutama pada penderita sakit maag. “Kita sebaiknya menghindarkan diri dari makanan yang menyebabkan atau memperberat gejala sakit maag,” saran Ari.

Makanan yang perlu dipantang agar terhindar dari sakit maag antara lain:

1. Hindari konsumsi makanan minuman yang banyak mengandung gas, seperti sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang mengandung gas (seperti minuman bersoda).

Hindari minuman bersoda agar sakit maag tidak kambuh. Foto: vemale
Hindari minuman bersoda agar sakit maag tidak kambuh. Foto: vemale

2. Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain kopi, minuman beralkohol dengan kadar 5 hingga 20%, anggur putih, sari buah sitrus atau susu full cream.

3. Jauhi makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung, antara lain makanan berlemak, kue tart, cokelat, dan keju.

4. Hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan, antara lain coklat, makanan tinggi lemak,dan gorengan.

Selain makanan minuman di atas, ada beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindarkan bagi penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, ubi singkong, talas, dan dodol.

“Kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindari tentu setelah berbuka atau saat sahur, antara lain makan permen khususnya permen karet dan merokok,” saran Ari.

Saat berbuka cukup dengan minuman yang manis dan 3 buah kurma setelah itu salat magrib. Setelah salat, konsumsilah makanan besar dengan tetap memperhatikan jumlah makanan dan macam makanan yang dikonsumsi.

Perlu diingat, puasa membuat asupan makanan kita dikurangi. Oleh karena itu jumlah makan malam  tetap seperti biasa dan bukan menggeser jumlah makan siang dikonsumi saat malam saat  berbuka.

Begitu pula saat sahur hindari makanan yang sulit dicerna dan yang terpenting juga kualitas makanan yang dikonsumsi saat sahur, Kadang kala karena terburu-buru kita hanya menghangatkan makanan saat sahur tanpa memperhatikan kualitas makanan tersebut. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY