Gambar via: rendykamil.wordpress.com

GULALIVES.com, Depok- Jika Anda tinggal di Jakarta atau hendak mengunjungi Ibu Kota, Anda wajib mengunjungi Kota Tua Jakarta. Di sana Anda seolah-olah diajak mengunjungi kota Jakarta zaman dahulu. Bangunan-bangunan tua dengan arsitektur Eropa buatan Belanda masih berdiri tegap memberikan kesan waktu seperti berhenti di sana. Bagi Anda yang suka fotografi, Kota Tua Jakarta juga merupakan surganya fotografer. Selain dapat menangkap arsitektur bangunan zaman dulu, fotografer juga bisa menangkap tingkah pengunjung yang mengunjungi Kota Tua. Nah, sebelum Anda pergi ke Kota Tua Jakarta, kenali dulu tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Apa saja? Berikut daftarnya!

  1. Stasiun Kereta Api Kota

Gambar via: lifestyle.dreamers.id
Gambar via: lifestyle.dreamers.id

Berbagai kendaraan umum dapat mengantarkan Anda ke kawasan Kota Tua Jakarta, salah satunya kereta. Saat Anda menginjakan kaki di stasiun kereta api Jakarta Kota, Anda sudah bisa merasakan antiknya bangunan stasiun ini. Stasiun kereta api Jakarta, selesai dibangun pada tahun 1929 dan diresmikan langsung oleh gubernur jenderal pada masa itu, A.C.D de Graeff. Stasiun kereta api ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Bangunan dengan ketinggian empat meter ini telah dijadikan cagar budaya. Sempat ada perdebatan karena stasiun kereta api ini ingin dipugar untuk penambahan ruang komersil.

  1. Melihat Jakarta jaman dulu lewat Museum Fatahilah

Gambar via: www.sobatpetualang.com
Gambar via: www.sobatpetualang.com

Nama museum bukanlah Museum Fatahilah, namun Museum Sejarah Jakarta. Gedung museum merupakan Balai Kota Batavia VOC yang dibangun pada tahun 1707-1710. Bangunan yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam ini terbagi menjadi dua bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Di dalam museum Anda akan melihat hasil penggalian arkeolog di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19. Selain dikenal sebagai museum yang menyimpan sejarah kota Jakarta, Museum Fatahilah menjadi makin populer sebagai lokasi uji nyali salah satu acara reality show di Indonesia, khususnya di penjara bawah tanahnya yang dulu banyak menelan korban. Selain mengunjungi museumnya, Anda juga bisa duduk-duduk di taman Fatahilah.

  1. Bagaimana perbankan Indonesia zaman dulu? Tengok saja Museum Bank Indonesia

Gambar via: www.everybodygoesblog.com
Gambar via: www.everybodygoesblog.com

Saat Anda keluar dari stasiun kereta api Jakarta Kota, bangunan gedung bergaya kolonial ini pasti mengundang perhatian Anda. Bangunan gedung bergaya kolonial ini merupakan Museum Bank Indonesia. Museum menempati bangunan peninggalan De Javasche Bank yang telah berdiri tegap sejak tahun 1828. Anda disajikan berbagai macam informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan perbankan Indonesia bahkan sebelum bangsa asing menduduki Indonesia. Hebatnya, informasi disajikan dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel static, televisi plasma dan diorama. Anda tak perlu merogoh kocek saat mengunjungi Museum Bank Indonesia karena memang tak dipungut biaya. Jika ingin berkunjung, hindari kunjungan pada hari Senin dan hari libur nasional karena museum ini tutup.

  1. Ingin melihat jenis-jenis wayang? Kunjungi Museum Wayang

Gambar via: www.anythingjakarta.com
Gambar via: www.anythingjakarta.com

Berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, museum ini diapit oleh dua bangunan. Namun Anda akan mudah menemukan gedung Museum Wayang karena gaya bangunannya yang unik. Awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) yang dibangun pada tahun 1640. Seperti namanya, Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Tidak hanya wayang dari Indonesia, Museum Wayang juga mengoleksi wayang dari Tiongkok, Kamboja, Suriname, Thailand dan negara lainnya. Jika Anda ingin menonton pementasan wayang, Museum Wayang menggelar pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya.

  1. Mengunjungi Toko Merah

Gambar via: jakartayuk.wordpress.com
Gambar via: jakartayuk.wordpress.com

Sesuai dengan namanya, bangunan yang dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Wilem baron van Imhoff ini memiliki dinding berwarna merah sehingga mudah dibedakan dengan bangunan lainnya. Walaupun namanya toko merah, Anda tidak bisa berbelanja di sini. Kini Toko Merah dijadikan function hall yang dapat dijadikan sebagai tempat konfrensi dan pameran. Sebelumnya, Toko Merah bahkan pernah menjadi kediaman beberapa Gubernur-Jenderal sampai dijadikan kampus dan Asrama Academie de Marine(angkatan laut). Toko Merah dikatakan menjadi salah satu bangunan tertua di Kota Tua Jakarta yang terletak di tepi barat Kali Besar.

  1. Melihat koleksi keramik nusantara di Museum Seni Rupa dan Keramik

Gambar via: www.ragamtempatwisata.com
Gambar via: www.ragamtempatwisata.com

Anda merupakan pecinta seni? Maka Anda wajib mendatangi museum satu ini. Terletak di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat, gedung ini awalnya digunakan untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia. Pada tahun 1990 bangunan ini akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Terdapat koleksi hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga sekarang. Koleksi keramiknya sendiri menampilkan keramik dari berbagai daerah Indonesia dan seni kreatif kontemporer.

  1. Menikmati pemandangan pelabuhan Sunda Kelapa di atas Menara Syahbandar

Gambar via: www.pinterest.com
Gambar via: www.pinterest.com

Dibangun sekitar tahun 1839, menara ini berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar masuk Kota Batavia. Selain itu menara ini juga berfungsi sebagai kantor “pabean” yang mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa. Dikatakan di bawah Menara Syahbandar terdapat jalan masuk ke dalam lorong bawah tanah menuju Benteng Frederik Hendrik yang sekarang dikenal Masjid Istiqlal yang kini telah ditutup. Karena bertambahnya usia yang kini memasuki kurang lebih 168 tahun, bangunan setinggi 12 meter ini secara perlahan menjadi miring sehingga kerap disebut “Menara Miring”. Anda juga bisa naik ke atas menara untuk melihat kapal-kapal yang datang dan pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

  1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Gambar via: print.kompas.com
Gambar via: print.kompas.com

Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-12 yang dijadikan pelabuhan terpenting Pajajaran. Walaupun umur pelabuhan terbilang tua, pelabuhan ini masih aktif digunakan seperti sedia kala. Bisa dikatakan tempat inilah yang menjadi cikal-bakal Kota Jakarta dimana terdapat catatan sejarah panjang yang dikenal baik oleh masyarakat Indonesia maupun dunia. Saat Anda menapakan kaki di sini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan jajaran kapal kayu pinisi yang ditembatkan di sepanjang kanal dengan model dan warna yang unik. Pemandangan ini lah yang sering diburu oleh para fotografer. Untuk menjangkaunya Anda bisa menaiki kendaraan umum dari Stasiun Jakarta Kota, atau jika Anda sedang berwisata di kawasan Kota Tua Jakarta Anda bisa menyewa sepeda ontel untuk mengunjunginya.

  1. Menelusuri sejarah kebaharian Indonesia di Museum Bahari

Gambar via: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Gambar via: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Museum Bahari menyimpan kolek si yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Dulunya bangunan museum digunakan untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi seperti rempah-rempah yang dijadikan komoditi utama VOC. Di Museum Bahari, Anda bisa melihat berbagai jenis perahu tradisional hingga kapal zaman VOC. Selain perahu, Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia juga aneka perlengkapan nelayan Nusantara.

  1. Serunya berjalan-jalan di Petak Sembilan Pecinan

Gambar via: wiranurmansyah.com
Gambar via: wiranurmansyah.com

Jika Anda ingin melihat bangunan-bangunan tua berarsitektur Cina, Anda bisa mengunjungi Petak Sembilan Pecinan yang berlokasi Jalan Kemenangan III13 Glodok, Jakarta Barat. Warna merah mendominasi sudut-sudut jalan, hal ini dikarenakan orang Cina percaya bahwa warna merah melambangkan keberuntungan dan kesejahteraan. Di kiri kanan jalan banyak bangunan petak yang menyediakan peralatan untuk ibadah umat Budha dan Konghucu. Selain menjual peralatan ibadah, terdapat pula toko-toko obat tradisional Cina yang dikenal ampuh mengobati berbagai penyakit. Jika ingin wisata kuliner sebaiknya bagi Anda yang muslim sebaiknya lebih berhati-hati karena di Pecinan banyak yang menyajikan makanan dengan daging babi. Di tengah Pecinan terdapat Vihara yang merupakan pusat keagamaan warga setempat.

Semoga pemerintah dan masyarakat terus menjaga serta merawat destinasi pariwisata Kota Tua Jakarta sehingga sejarah yang ditinggalkan tetap dapat dinikmati oleh generasi penerus bangsa. Maju terus pariwisata Indonesia!(AH)

loading...

LEAVE A REPLY