Kamu dapat menikmati mindful eating saat menyeruput secangkir teh sendiri (Foto: Aljamila)

Gulalives.co, SEMARANG – Minum teh di pagi hari merupakan salah satu kebiasaan yang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Bahkan teh menjadi salah satu minuman wajib yang harus ada dalam acara di suatu daerah. Keunikan dan cara menikmati teh pun tiap daerah berbeda, ada yang minum teh dengan rasa tawar dan ada juga yang minum teh manis.

tehKebiasaan minum teh ini, tentunya masih terbawa ketika menjalani ibadah puasa. Saat berbuka dan sahur, minuman yang satu ini pun tak bisa ditinggalkan begitu saja. Tapi, baiknya meminum teh di waktu  yang dinantikan tersebut harus dihilangkan. Ada beberapa waktu yang kurang bagus untuk mengkonsumsi teh, yaitu saat sahur dan saat perut kosong.

Minum teh tidak dianjurkan saat sahur karena ketika meminum teh selesai makan sahur, maka zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut akan dinetralisir oleh teh. Begitu juga minum teh saat perut kosong tidak bagus sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, jangan langsung minum teh ketika sahur dan  berbuka puasa.

Teh Cina di Da Hong Pao harganya bisa 30 kali lipat lebih mahal ketimbang harga emas
Teh Cina di Da Hong Pao harganya bisa 30 kali lipat lebih mahal ketimbang harga emas

Teh manis adalah jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, terlebih selama waktu sahur dan berbuka puasa. Minuman manis ini memang bisa memicu rasa tenang dan meningkatkan energi, tapi ada waktu-waktu yang tepat di mana teh sebaiknya dikonsumsi.

Dengan mengkonsumsi gula atau yang manis memang tidak dapat dihindari saat makan sahur. Tetapi konsumsi gula yang cepat diserap seperti dalam minuman manis sebaiknya dibatasi. Bukan hanya pilihan makanan yang perlu diperhatikan saat sahur, tetapi juga minuman. Pakar kesehatan asal Swiss, Dr U Barsilus, memeringatkan agar mengurangi asupan teh saat sahur.

Teh Indonesia
Teh Kuning. Sumber : jumir21.wordpress.com

Seperti dikutip Gulalives.co dari laman Arab News, Selasa (7/6/2016) ia mengatakan bahwa teh bersifat diurektika, sehingga akan membuat orang lebih sering buang air kecil”Ini tidak menguntungkan karena garam dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat puasa ikut terbuang, padahal selama puasa tak ada cairan yang masuk,” ujarnya.

Tapi, bukan berarti ia melarang konsumsi teh hangat saat puasa. Hanya, jangan terlalu banyak. Kepekatan teh juga hendaknya diperhatikan. Lebih baik perbanyak konsumsi air putih demi kondisi prima selama Ramadan.

(Foto: Ndtv)
(Foto: Ndtv)

Hilangnya cairan tubuh yang disebabkan oleh 1 gelas teh, harus Anda gantikan dengan minum 3 gelas air putih dalam jumlah yang sama. Itulah mengapa kita sebaiknya menjaga kesegaran tubuh selama berpuasa dengan minum air putih saja, dan menjauhi minuman diuretik yang justru akan mengurangi cairan tubuh. Memasukkan sembarang cairan ke dalam tubuh ternyata tidak bisa selamanya berdampak baik.

Memenuhi asupan nutrisi secara seimbang adalah kunci untuk menjaga tubuh agar terhindar dari resiko berbagai penyakit. Hindari teh saat sahur dan berbuka puasa, agar cairan tubuh tetap terjaga. Jika Anda termasuk penggemar teh, maka Anda bisa meminumnya satu sampai dua jam setelah berbuka, atau setelah shalat tarawih.

Beberapa jenis teh ternyata mampu membantu tidur lebih nyenyak (Foto: Topnews)
Beberapa jenis teh ternyata mampu membantu tidur lebih nyenyak (Foto: Topnews)

Teh yang Anda konsumsi sebaiknya teh herbal sehingga manfaatnya selain enak di mulut juga enak di badan. Teh herbal yang bisa Anda konsumsi seperti teh celup kulit buah manggis,  teh celup daun kelor, teh celup pegagan tazakka, teh rosella, dan masih banyak teh herbal yang lain. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY