Buka puasa dengan gorengan bisa menimbulkan kegemukan.

Gulalives.co, JAKARTA – Saat berpuasa, momen yang ditunggu banyak orang adalah waktu berbuka. Menu khas buka puasa yang banyak dicari adalah lontong berikut gorengan, bisa gorengan tahu, tempe, bakwan, cireng, ubi, singkong dan sebagainya.

Memang sih, gorengan bikin nagih. Jangankan saat puasa. Di waktu hari-hari biasa saja kayaknya gorengan kudu ada, nggak peduli pagi, siang, sore atau bahkan malam hari. Parahnya, sehabis makan gorengan masih disusul makan nasi yang kaya kalori.

Sobat Gulalives, ada masalah dengan makanan yang disukai segala kalangan ini. Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan, yang pada akhirnya mengundang beragam penyakit datang.

Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan. Foto: tribunnews
Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan. Foto: tribunnews

Riset menunjukkan, mereka yang suka makan gorengan lebih dari empat kali seminggu berpotensi gendut di masa mendatang.

Dalam studi pertama mengulas perihal ini, tim peneliti Amerikan Serikat menganalisis interaksi antara konsumsi gorengan dan risiko genetik yang terkait dengan obesitas pada 37.000 pria dan wanita yang menjadi responden.

“Temuan kami menekankan pentingnya mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dalam pencegahan obesitas, terutama pada individu genetik cenderung untuk adipositas (menimbun lemak alias kegemukan),” kata Asisten Profesor Lu Qi di Harvard School of Public Health.

Para peneliti menemukan interaksi yang konsisten antara konsumsi gorengan dan skor risiko genetik pada indeks massa tubuh (BMI).

Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan.
Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan.

Tiga kategori konsumsi gorengan diidentifikasi kurang dari sekali seminggu, satu sampai tiga kali seminggu, dan empat kali atau lebih dalam seminggu.

Hasilnya, skor risiko genetik berkisar 0-64 dan mereka dengan skor yang lebih tinggi memiliki BMI yang lebih tinggi.

Gorengan, Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi

Ada temuan menarik soal makanan dengan indeks glikemik tinggi. Makanan jenis ini ternyata bisa menimbulkan kecanduan. Itulah sebabnya mengapa orang sulit melepaskan diri dari gula atau bahkan gorengan. Masuk akal ya?

Dilaporkan Women’s Health Magazine, makanan dengan indeks glikemik tinggi (GI) akan mengaktifkan daerah di otak. Ternyata, daerah ini juga akan aktif bila mengonsumsi zat adiktif atau melakukan perjudian. Artinya, makanan indeks glikemik tinggi juga membuat kecanduan seperti halnya zat adiktif dan perjudian.

Pada studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, peneliti memberikan susu kocok kepada 12 orang gemuk, beberapa di antaranya susu kocok rendah GI.

Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan.
Gorengan dimasukkan dalam golongan makanan yang tidak sehat, bisa memicu kegemukan.

Empat jam kemudian, orang yang minum susu kocok rendah GI merasa lapar, memiliki kadar gula darah yang lebih rendah, dan memiliki aktivitas yang meningkat pada bagian otak yang berhubungan dengan hasrat dan kecanduan.

Konsumsi makanan tinggi GI memang tidak bisa disamakan dengan berjudi atau mengonsumsi obat-obatan.

Namun, Belinda Lennerz, MD, PhD, peneliti dari Children’s Hospital di Boston, menyatakan makan makanan tinggi GI akan menyebabkan gula darah naik secara drastis, kemudian turun. Hal ini akan memicu aktivitas pusat kesenangan pada otak yang menyebabkan seseorang bernafsu untuk kembali makan dan memenuhi hasratnya itu.

Namun demikian, ini tidak berarti makanan selalu bersifat adiktif seperti alkohol atau kokain. Sering kali kesenangan dan frustrasi juga menjadi alasan seseorang untuk makan. Perilaku seperti ini, ditambah dengan peningkatan aktivitas otak pada pusat kontrol yang mendambakan makanan menunjukkan risiko “kecanduan makanan” bisa menjadi nyata.

Nah, kontrol deh hobi kamu makan gorengan jika tak ingin body tambah melar. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY