Manfaat konsumsi buah kiwi selama bulan Ramadhan

Gulalives.co, JAKARTA – Saat berpuasa, kita disarankan untuk mengonsumsi banyak serat agar kenyang lebih lama, juga mencegah terjadinya konstipasi alias sembelit.

Serat bisa diperoleh dari sayur dan buah, juga oatmeal dan kacang-kacangan. Nah, oatmeal mungkin terasa ribet untuk dikonsumsi langsung karena perlu diolah dulu, demikian juga dengan kacang-kacangan. Jadi yang paling praktis disantap langsung adalah buah.

Selain serat, asupan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga dianjurkan selama berpuasa. Nah, buah apa yang memenuhi syarat kaya serat juga tinggi kandungan vitamin? Jawabnya adalah buah kiwi. Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.

 Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.
Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.

Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. SpGK, dokter spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSCM Indonesia, menjelaskan komposisi makanan lengkap yang diperlukan saat sahur dan berbuka puasa terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah, serta air.

Konsumsi buah pada saat sahur akan membantu menjaga kadar glukosa darah lebih stabil sehingga membantu rasa kenyang yang lebih lama. Ini karena berbagai buah mengandung banyak serat, serta memiliki indeks glikemik yang rendah, dan mengandung enzim yang membantu pencernaan.

“Nutrisi dalam kiwi terbukti memberikan manfaat kesehatan, terutama masalah pencernaan seperti konstipasi dan masalah pencernaan lain yang sering dialami oleh mereka yang berpuasa,” kata Fiastuti.

 Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.
Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.

Serat yang tinggi pada buah kiwi juga membuat kita kenyang lebih lama – makanya disarankan dikonsumsi saat sahur – hingga jam berbuka puasa tiba. Indeks glikemik yang rendah pada buah kiwi membuat glukosa dirilis perlahan sehingga tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

Manfaat kiwi ini telah disampaikan dalam Simposium Internasional Pertama mengenai Buah Kiwi dan Kesehatan yang diprakarsai oleh Riddet Institute (lembaga riset New Zealand) dan didukung oleh Zespri International Ltd, di New Zealand, April 2016.

Di kesempatan itu, Dr Richard Gearry dari University of Otago, Christchurch menyampaikan bahwa konsumsi 2 buah kiwi hijau perhari terbukti memperbaiki gejala konstipasi, kesulitan mencerna makanan, sakit perut dan sakit asam lambung yang menjadi bagian dari masalah pencernaan.

 Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.
Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.

Hasil penelitiannya menunjukkan adanya enzim alami actinidin di buah kiwi hijau. Actinidin terbukti memperbaiki pencernaan dan meningkatkan pemecahan protein sehingga lebih mudah diserap dan mempercepat penyerapan nutrisi.

Selain itu, dalam studi mengenai bioavailibility yang dilakukan oleh Dr Anita Carr dan rekan, ditemukan bahwa konsumsi dua buah kiwi per hari meningkatkan vitamin C dalam tubuh secara optimum serta mengurangi mood yang buruk, kelelahan, depresi dan meningkatkan suasana hati.’

Vitamin C yang terkandung dalam jumlah banyak pada buah kiwi memiliki peran yang sangat penting untuk perkembangan dan fungsi tubuh seperti mengurangi kelelahan, meningkatkan imunitas tubuh, pembentukan kolagen untuk menunjang fungsi kulit.  Kandungan vitamin C pada buah kiwi yang tinggi terbukti sangat efektif menaikkan kadar vitamin C dalam darah dan bagian tubuh lainnya.

Dalam topik lainnya disampaikan bahwa buah kiwi hijau, yang memiliki indeks glikemik rendah sebesar 39, terbukti dapat membantu mengontrol gula darah. Menambahkan buah kiwi dalam menu makan pagi juga terbukti secara signifikan akan memperlambat dan menurunkan peningkatan gula darah setelah makan.

 Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.
Buah ini baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka, bahkan aman untuk penyandang diabetes melitus karena mengandung angka glikemik rendah.

Mencegah lonjakan kadar glukosa darah setelah makan berarti dapat menghindari risiko terkena diabetes mellitus alias kencing manis.

Terkait dengan hal itu, Fiastuti menyampaikan, rekomendasi 2 buah kiwi per hari sesuai untuk mereka yang menjalani puasa. Seperti yang ditemukan dalam penelitian, kiwi hijau dengan kandungan serat yang tinggi membantu membuat kenyang lebih lama sehingga cocok dikonsumsi saat sahur.

Serat dan enzim actinidin dalam kiwi hijau juga menyehatkan pencernaan dan mengurangi keluhan yang sering muncul saat puasa seperti konstipasi.

“Di sisi lain, kiwi gold dengan angka kecukupan nutrisi tinggi yakni 18,7 (perbandingan dengan apel 1,8 atau jeruk 8,1)  dan kandungan air yang tinggi juga juga dapat membantu tercukupinya kebutuhan nutrisi saat puasa sehingga cocok masuk dalam menu buka puasa,” kata Fiastuti. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY