Umat Islam d London menjalani puasa Ramadhan selama 18 jam.

Gulalives.com, JAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memulai ibadah puasa Ramadhan terhitung mulai hari ini.

Otoritas Islam di Arab Saudi dan di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mengumumkan bahwa awal Ramadhan jatuh pada 6 Juni.

Ketetapan yang sama dikeluarkan di Singapura, Yaman, Lebanon, Suriah, Qatar, Kuwait, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Afghanistan, dan Palestina.

Di Inggris juga berlaku hal yang sama. Pengumuman yang dikeluarkan Masjid Besar London juga menyebutkan bahwa ibadan puasa selama satu bulan penuh ini dimulai pada 6 Juni.

Umat Islam d London menjalani puasa Ramadhan selama 18 jam. Foto: islamicity.org.
Umat Islam d London menjalani puasa Ramadhan selama 18 jam. Foto: islamicity.org.

Kalender Islam (Hijriyah) didasarkan pada pergerakan bulan dan kadang terjadi perbedaan ketika menetapkan awal Ramadhan di berbagai negara. Sementara itu lama puasa tergantung dengan letak geografis dan juga musim.

Di Jakarta, yang terletak di ekuator, puasa dimulai sekitar pukul 04:30 hingga 17:55. Akan halnya di  London, yang terletak di belahan Bumi utara dan saat ini tengah musim panas, puasa dimulai pada sekitar pukul 02:55 hingga sekitar 21:25, atau sekira 18 jam.

Sementara itu umat Islam yang berada di belahan Bumi selasan seperti di Johannesburg, Afrika Selatan, akan menjalankan ibadah puasa yang lebih pendek. Di kota ini puasa dimulai sekitar pukul 05:31 dan berakhir sekitar pukul 17:21, demikian dilansir laman BBC.

Umat Islam d London menjalani puasa Ramadhan selama 18 jam. Foto: islamicity.org.
Umat Islam d London menjalani puasa Ramadhan selama 18 jam. Foto: islamicity.org.

Bus dengan Tulisan SubhanAllah

Ratusan bus akan dipasangi tulisan SubhanAllah selama bulan Ramadan di London dan empat kota lain sebagai upaya untuk menggalang dana dan “mengubah iklim negatif” pada komunitas lain di Inggris.

Di London, bus-bus dengan tulisan ‘Subhanallah’ akan mulai dapat dilihat bulan ini dan dilanjutkan di empat kota lain, menurut penggagas acara ini, badan amal Islamic Relief.

“Pada 23 Mei akan terpasang di 180 bus di London selama dua minggu, dan kemudian akan dipasang lagi dua minggu berikut menjelang akhir Ramadan dan 460 lagi di Birmingham, Manchester, Leicester dan Bradford,” kata Safiya Sayed Baharun dari Islamic Relief.

Mulai  23 Mei 2016, sebanyak 180 bus dengan tulisan SubhanAllah ini akan dioperasikan di London.  Foto: Islamic Relief
Mulai 23 Mei 2016, sebanyak 180 bus dengan tulisan SubhanAllah ini akan dioperasikan di London.
Foto: Islamic Relief

Sementara Imran Madden, direktur Islamic Relief menyatakan tujuan kampanye ini untuk mengubah apa yang ia sebut “iklim negatif” bagi komunitas Muslim Inggris.

“Kampanye ini bisa disebut upaya perubahan iklim karena kami ingin mengubah kampanye negatif terkait bantuan internasional dan juga di seputar komunitas Muslim di negara ini. Bantuan internasional berhasil mengurangi jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dalam 15 tahun terakhir menjadi setengah,” kata Madden.

“Muslim di Inggris sangat murah hati dan menyumbangkan lebih dari £100 juta untuk badan amal internasional selama Ramadan,” tuturnya.

Madden mencontohkan upaya “Kue untuk Suriah” yang dilakukan oleh lebih dari 1000 sukarelawan yang berkeliling menjual kue pada “saat puasa dengan waktu yang lama.”

Proyek ini telah menggalang dana £500.000 dalam tiga tahun terakhir. “Kami ingin merayakan fakta bahwa kemiskinan ekstrem berhasil dikurangi menjadi setengah dengan peluang selama Ramadan untuk memberikan lebih kepada mereka yang membutuhkan,” kata Madden.

Data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Statistik (ONS) pada Januari 2016 menunjukkan jumlah penduduk Muslim di Inggris untuk pertama kalinya menembus angka tiga juta. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY