Gulalives.co, Depok – Dalam seleksi penerimaan pegawai, tentunya kita akan menghadapi beberapa tingkatan. Dimulai seleksi berkas sesuai dengan kuota yang dibutuhkan, lalu dilanjutkan dengan short lsiting (seleksi tahap lanjut setelah penerimaan berkas) lalu ada dua penentu seorang calon pekerja untuk dipertimbangkan menjadi bagian dari perusahaan yaitu tes kompetensi dasar dan tes wawancara.

Interview

Untuk test wawancara, gulalives mau berbagi pengalaman nih buat kalian yang saat ini sedang proses menunggu wawancara kerja, khususnya kalian yang sedang menunggu panggilan wawancara perusahaan asing dan sejak awal sudah menggunakan bahasa inggris sebagai standar penerimaan calon pegawai, kalian wajib simak pertanyaan dalam bahasa inggris yang sering muncul dibawah ini.

 What are your weaknesses? Apa Kelemahan Kamu?

weaknesses

Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan sederhana ini adalah dengan meminimalkan kelemahan kamu dan menekankan mereka untuk yakin pada kekuatan kamu. Sebutkan ciri-ciri betapa profesional kamu agar kelemahan  tidak terkesan negative

Contoh: “I do fast but sometimes forget to take a rest for a while.” “Saya bekerja dengan cepat sampai lupa istirahat”

Why should we hire you? Kenapa kita harus menerima kamu?

We hire

Ini adalah pertanyaan jebakan batman lain yang bisa membuat kamu gelagapan saat diwawancarai. Cara yang ideal untuk menangani pertanyaan ini adalah mulai dengan merangkum pengalaman kerja kamu yang mungkin penting bagi perusahaan yang sedang kamu lamar. Ingat percaya diri! dan tunjukkan kalau kamu benar-benar memiliki visi ke depannya untuk menjadi bagian dari perusahaan.

Misal: “I had been working on E- Commerce company concern on building social media administrator for 3 years……”

Why do you want to work in our company? Kenapa Kamu mau Bekerja disini?

you must be hired

Tujuan dari pewawancara mengajukan pertanyaan seperti itu adalah untuk memastikan kalau kamu merupakan calon karyawan yang benar-benar tertarik dalam pekerjaan dan tidak hanya melamar pekerjaan karena ada lowongan pekerjaan saja. Sebagai pemohon kamu harus pandai  meyakinkan eksekutor bahwa kamu serius dan sangat tertarik dengan pekerjaan yang kamu lamar

Seperti ini: “I am interested on working building International websites and networking which in this KBS company has. By seeing the experience on the IT sector brands that in this company…….”

What are your goals? Or where do you see yourself five years from now? Apa tujuan kamu? Bagaimana kamu melihat dirimu 5 tahun dari sekarang?

goals

Lebih baik untuk menjawab pertanyaan ini dengan mengacu pada jangka pendek dan tujuan antara daripada berbicara tentang beberapa masa depan yang jauh sekali. Hal ini juga disarankan untuk melibatkan perusahaan dalam membahas tujuan atas sikap profesional kamu.

Sebagai contoh, katakanlah bahwa kamu melihat diri kamu sebagai menjadi bagian dari perusahaan dan membantu dalam mencapai tujuan dan misi itu. Kebanyakan pewawancara hanya mengetes apakah tujuan motif pelamar ini. Bersungguh-sungguh ingin bekerja atau hanya sebagai batu loncatan.

Contohnya: “I really hope I could build 5 new International websites on 5 moths later since I will have been working in this company……….so this company could rech target of websites on 5 months later”

Why did you leave or why are you leaving your current job? Kenapa kamu keluar dari tempat kerjamu?

the job window

Ini adalah pertanyaan lain yang digunakan untuk menimbang profesionalisme serta kemampuan pemohon untuk tetap pada pekerjaan. Sebagai pemohon kamu  sangat tidak baik untuk mengatakan sesuatu yang negatif tentang atasan kamu saat ini atau saat anda bekerja di perusahaan sebelumnya karena dapat mencerminkan buruknya interpersonal pada kamu.

Seperti ini jawabannya: “Because I and My family move from my hometown to this city………”

When were you most satisfied in your job? Kapan kamu merasakan kepuasan dengan pekerjaanmu?

satisfied

Hati-hatilah dalam menjawab pertanyaan seperti ini karena ini akan mencerminkan banyak tentang kamu sebagai karyawan. Jawaban yang tidak meyakinkan akan berakibatkan kamu kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu harapkan. Cobalah untuk menjawab pertanyaan ini tanpa menjelekkan pekerjaan kamu sebelumnya, dan lebih berkonsentrasi pada pembahasan hal-hal yang memotivasi kamu secara profesional. Ini akan menimbulkan kesan kalau kamu adalah karyawan yang baik.

Contohnya: “I really feel most satisfied when I reached my target on time such I finished my websited on time……”

How much salary are you seeking? Or how much salary are you expecting?

salary
gambar via: frashersworld.com

Ketika pewawancara meminta kamu memberikan angka gaji yang kamu inginkan, biasanya berarti mereka menyukai kamu dan mempertimbangkan mempekerjakan kamu untuk menjadi bagian dari perusahaan mereka jika kamu menjawab sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki dan standar gaji dalam bidang tersebut sesuai UMR.

Contoh: “I expect to have 3 Million Rupiahs”

Itulah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para Pewawancara atau Interviewer. Kalau kamu tidak grogi dan bisa percaya diri, mereka tidak akan memberikan pertanyaan yang sama dengan detil. Semoga bermanfaat ya teman semua.

 

loading...

LEAVE A REPLY