Muhammad Ali dan putrinya, Laila Ali. Foto: afp

Gulalives.co, JAKARTA – Berpulangnya legenda tinju dunia di usia 74 tahun, Muhammad Ali, menurut keluarga akibat septic shock, yaitu guncangan septik terkait penyebab alami tertentu.

Guncangan septik adalah rusaknya suatu organ akibat suatu infeksi.

Bekas juara dunia kelas berat tiga kali yang merupakan salah satu tokoh olahraga terbesar di dunia meninggal pada Jumat (3/6) malam di sebuah rumah sakit di Phoenix, Arizona, dalam usia 74 tahun. Ia menderita gangguan pernapasan, yang diperumit oleh penyakit Parkinson yang diidapnya sejak beberapa belas tahun terakhir.

Legenda tinju dunia di usia 74 tahun, Muhammad Ali, menurut keluarga akibat septic shock. Foto: history
Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: history

Muhammad Ali akan dimakamkan Jumat pekan ini (10/6) di kampung halamannya di Louisville di Kentucky, dalam sebuah upacara yang terbuka untuk umum. “Dia adalah seorang warga dunia dan ingin orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat menghadiri pemakamannya,” kata juru bicara keluarga, Bob Gunnell.

Mantan Presiden AS Bill Clinton adalah di antara mereka yang akan memberikan pidato pada upacara itu.

Sabtu (4/6), Clinton mengatakan bahwa Ali menjalani hidup yang penuh keyakinan agama dan politik yang menyebabkannya mengambil banyak pilihan sulit dan dengan sadar menerima akibatnya.

Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: independent.co.uk
Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: independent.co.uk

Sementara Presiden AS Barack Obama mengatakan, Ali bukanlah semata seorang penyair yang mahir di depan mikrofon sebagaimana seorang petarung yang jago di atas ring, namun juga seorang manusia yang berjuang untuk apa yang diyakini sebagai kebenaran. “Seorang manusia yang berjuang untuk kita,” kata Obama seperti dikutip laman BBC.

“Muhammad Ali telah mengguncang dunia. Dan dunia jadi lebih baik karenanya. Kita semua jadi lebih baik karenanya,” imbuh Obama.

Dokter yang merawat Muhammad Ali mengatakan, petinju ikonik itu ‘melewati periode yang sulit di tahun lalu’, sebelum kematiannya.

“Pekan lalu, terutama, sangat sulit,” kata Abraham Lieberman, yang mendampingi Ali sejak beberapa jam sebelum ia meninggal.

“Semua orang membayangkan hal yang buruk akan terjadi tapi kita selalu berharap kita akan bisa menaklukan apa yang menjadi perkiraan, karena dia adalah seseorang yang selalu membalikkan segala perkiraan – dia bukan orang biasa,” kata Lieberman.

Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: sportingnews
Legenda tinju dunia Muhammad Ali berpulang di usia 74 akibat septic shock. Foto: sportingnews

“Dia tampil untuk apa yang diyakininya dan apa yang dia yakini sebagai hal yang benar. Dia memperlakukan semua orang, mulai dari yang paling sederhana hingga selebriti terbesar, secara sama – sesuatu yang adil,” ujar Lieberman.

Dia menambahkan, “Anda tidak bisa percaya betapa menyenangkannya dia di luar ring, jauh dibandingkan dengan apa yang dia tampilkan di atas ring. Saya sungguh kehilangan seorang sahabat baik.”

Lieberman, direktur dari Muhammad Ali Parkinson Center di Arizona, membantah anggapan bahwa Ali menderita Parkinson akibat tinju. “Saya pikir penyakitnya berkembang perlahan-lahan selama beberapa tahun,” katanya.

“Orang-orang yang menderita Demensia pugilistika biasanya meninggal dalam waktu tiga atau empat tahun – sementara Ali mengidap Parkinson selama lebih dari 30 tahun,” jelasnya.

Masalahnya bermula di satu sisi otak, dan otaknya tampak relatif baik pada pemindaian MRI. “Saya tidak bisa mengatakan tinju tidak ada kaitannya, tapi saya pikir dia menderita penyakit Parkinson yang biasa saja,” beber Lieberman.

Dokter Lieberman mengatakan bahwa Ali mendapat dukungan keluarganya dalam menghadapi penyakitnya. “Parkinson yang dideritanya memburuk, tetapi ia memiliki keluarga yang sangat menghormati dan mencintainya, yang merawatnya dan memberinya kualitas hidup yang dibutuhkan.”

Prosesi jenazah dan pemakaman Muhammad Ali akan dilangsungkan dalam sebuah upacara besar antar iman namun dalam tradisi Islam. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan siapapun dari seluruh dunia untuk mengucapkan selamat tinggal.

Upacara utama penghormatan jenazah akan digelar di KFC Yum Center, yang berkapasitas lebih dari 20.000 orang.

Bob Gunnell mengatakan pula, sebelum meninggal pada pukul 21:10, sang legenda mampu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya, yang hadir untuk saat-saat terakhirnya. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY