Gulalives.co, JAKARTA – Siapa sih wanita yang enggan tampil cantik. Terutama mereka yang sudah bersuami. Pasti keinginan tampil sempurna di hadapan suami jadi hal yang diidamkan. Bahkan yang jomblo pun ingin tampil sempurna. Baik saat di kantor atau saat berkumpul dengan teman-teman.

Perawatan fisik menjadi salah satu jalan bagi seorang wanita agar bisa tampil memesona. Bahkan seorang wanita rela menghabiskan biaya yang tak sedikit demi mengubah penampilan. Salah satu jalan perawatan yang banyak dilakukan wanita demi predikat cantik adalah bleaching atau memutihkan gigi. Nah sebenarnya, gimana sih hukumnya memutihkan gigi dalam Islam?

1. Menjaga Kebersihan Gigi Sangat Dianjurkan

blogclinicadentalcanorea.es
blogclinicadentalcanorea.es memutihkan gigi

 

Islam pada dasarnya mencintai kebersihan dan keindahan. Karena itu, Islam menganjurkan umat Islam untuk menjaga kebersihan dan senantiasa bersih dalam segala hal. Allah SWT berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS al-Baqarah [2]:222).
wartakesehatan.com
wartakesehatan.com

Termasuk menjaga kebersihan diri adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga kondisi gigi dan mulut dengan bersiwak.

Rasulullah SAW bersabda, “Siwak membersihkan mulut dan membuat ridha Allah.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Al Hakim dan al-Baihaqi).

Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah bersabda, “Kalau saja tidak memberatkan umatku, akan aku suruh menggunakan siwak setiap akan shalat.”

 

2. Memutihkan Gigi tak Masalah

Menggosok gigi setelah bangun tidur sumber foto: cintafamili.cari.com.my
Menggosok gigi setelah bangun tidur sumber foto: cintafamili.cari.com.my

 

Jika menjaga kesehatan gigi dengan bersiwak sangat dianjurkan, maka memutihkan gigi juga diperbolehkan. Alasannya, memutihkan gigi adalah bagian dari membersihkan gigi.

Siwak dan sikat gigi menjadi cara seseorang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Sehingga, gigi yang kotor dan berwarna kuning justru harus dibersihkan.

Memutihkan gigi sendiri tidak termasuk mengubah ciptaan Allah SWT yang masuk kategori haram. Sebab, gigi pada dasarnya berwarna putih. Mengembalikan warna gigi menjadi putih seperti semula dengan cara yang dianjurkan dalam Islam tentu saja amat dianjurkan.

gigi baik_beauty.grivy.com
gigi baik_beauty.grivy.com

3. Teknik Bleaching

gigi_tipsguenih.blogspot.com
gigi_tipsguenih.blogspot.com

Jika tindakan memutihkan gigi sendiri tak masalah, yang harus diperhatikan adalah metodenya. Menjaga kebersihan gigi agar tampak putih dengan bersiwak tentu dibolehkan. Bahkan, bernilai sunah muakad karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Namun, jika menggunakan teknik bleaching, harus benar-benar diperhatikan dampaknya terhadap kesehatan. Memutihkan gigi dengan teknik bleaching ternyata bisa menyebabkan gigi sensitif karena menggunakan bahan-bahan kimia.

Menurut Profesor Linda C Niessen MD dari A&M Health Science Center Baylor College of Dentistry, Dallas, gigi bisa menjadi sensitif akibat pemutihan dengan bahan kimia. Artinya sebenarnya proses bleaching tersebut kurang aman.

Setelah melakukan bleaching, bisa muncul efek seperti kesemutan ringan pada gigi saat mengonsumsi minuman dingin atau panas. Artinya, jika hal itu terjadi, sensitivitas pada gigi meningkat. Hal ini disebabkan adanya abrasi pada lapisan gigi.

Masyarakat terlanjur berpandangan kalau ke tukang gigi jauh lebih murah ketimbang dokter gigi.
Masyarakat terlanjur berpandangan kalau ke tukang gigi jauh lebih murah ketimbang dokter gigi.

 

Jika hal itu terjadi, melakukan bleaching sebaiknya tidak dilakukan. Karena justru merusak kesehatan. Nah dalam hal ini Islam melarangnya. Karena berpotensi membahayakan diri sendiri sesuai dengan kaidah ilmiah. Larangan ini termaktub dalam kaidah fikih, “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”

Maka dibanding berbagai teknik lain, sangat dianjurkan menjaga kesehatan gigi dengan bersiwak. Selain bisa memutihkan gigi, juga bernilai sunah. [LP]

loading...

LEAVE A REPLY