Gulalives.co, BOGOR – Kondisi hujan deras dan masih terjebak macet diperjalanan pulang, hal-hal tak terduga seperti itu biasanya menjadi penghambat kita untuk menyempurnakan diri di bulan ramadan.  Mengerjakannya di rumah, itu pun sendiri, alias tidak berjamaah. Lalu apa saja yang mesti diperhatikan, dan doa apa pula yang mesti dibaca setelah tarawih dan witir tersebut?

salat tarawih

Terkait tata cara dan jumlah rakaat salat tarawih, ada yang berpendapat dikerjakan 8 rakaat. Tetapi ada pula yang menyebut 20 rakaat. Sebagai catatan salat tarawih awalnya dikerjakan secara sendiri (tidak berjamaah) oleh Rasulullah saw. Beliau berkata, “Aku tidak keluar (mengerjakan salat tarawih di masjid) karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian”. (H.R. Muslim). Di kemudian hari, salat tarawih dikerjakan secara berjamaah sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Dalil Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Dalil untuk mengerjakan salat tarawih yang berjumlah 11 rakaat (8 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir), adalah riwayat Aisyah, istri Nabi, tentang cara salat Rasulullah pada bulan Ramadhan. Aisyah berkata, “Beliau (Nabi) tidak pernah menambah (jumlah rakaat) di bulan Ramadan dan selain Ramadan (lebih) dari sebelas rakaat. Beliau salat empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat tiga (rakaat) ….” (H.R. Bukhari).

Meskipun demikian, bukan berarti yang mengerjakan salat tarawih 23 rakaat (20 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir) tidak memiliki dalil. Mereka merujuk pada ucapan Imam An-Nawawi berkata, “Salat Tarawih adalah sunnah menurut ijma (konsensus) para ulama. Dalam mazhab kami (salat Tarawih) adalah dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salam (per dua rakaat) dan dibolehkan (pelaksanaannya) sendiri atau berjama’ah.”

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Kita sudah mendapati ternyata saat tarawih dapat dikerjakan secara sendiri, dan dapat pula dikerjakan 11 rakaat ( (8 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir). Lalu, bagaimana dengan niat salat tersebut? Niat salat tarawih bisa dilafalkan dalam hati. Bisa pula menggunakan bahasa yang kita kuasai, tidak harus bahasa Arab. Namun jika ingin mengucapkan dalam bahasa Arab, maka bunyinya, Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini lillahi ta’aalaa yang artinya, “Aku niat shalat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Tarawih

Ketika  kita mengerjakan salat tarawih dengan jumlah 11 rakaat, bagaimana sih cara pelaksanaannya? Bolehkah kita menggunakan pola 4 rakaat sekali salam? Ataukah kita harus mengerjakannya dua rakaat sekali salam? Seseorang dapat saja mengerjakan salat tarawih dengan urutan 4 rakaat  + 4 rakaat + 3 rakaat salat witir. Tetapi yang lebih utama adalah, 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 3 rakaat salat witir.

Terkait salat tarawih dengan urutan empat rakaat, dalilnya adalah ucapan Aisyah di atas, tentang jumlah salat malam Nabi yang terdiri dari empat rakaat dua kali. Sedangkan dalil untuk salat dua rakaat sekali salam, merujuk pada sabda Rasulullah, “Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.” (H.R. Bukhari).

Doa Salat Tarawih dan Witir

Banyak jamaah salat tarawih yang melakukan pembacaan doa tertentu setelah selesai tarawih dan witir, dan dilakukan secara bersama-sama.Terkait hal ini, dikutip dari rumaysho.com, Rasulullah mengajarkan doa salat witir dengan bacaan berikut.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhaanal malikil qudduus dibaca 3 kali –

(Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma inni a’udzu bika bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik-dibaca 1 kali-

Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri

loading...

LEAVE A REPLY