Pasar Tanah Abang

Gualives.co, JAKARTA – Belanja untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran, umumnya orang akan memadati pusat perbelanjaan atau department store hingga parkir penuh sesak.

Belum lagi jika untuk menuju pusat belanja itu harus naik angkutan umum, entah itu bus atau kereta. Berdesak-desakan dengan penumpang lain. Itu belum ditambah risiko pencopetan ketika belanja langsung.

Buat mamah muda yang modis atau berjualan baju dan pernak perniknya, tentu saja tak asing dengan pasar Tanah Abang. Pasar ini diklaim sebagai pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, dan menawarkan harga grosir. Beli banyak lebih murah.

Suasana pasar Tanah Abang. Foto: grosirdistributor
Suasana pasar Tanah Abang. Foto: grosirdistributor

Bukan hanya menjelang Ramadhan, pasar yang terletak di Jakarta Pusat ini bahkan selalu dipadati pembeli setiap harinya dengan belanjaan berkarung-karung.

Nah, terbayang nggak kalau kita bisa belanja barang-barang di Tanah Abang dengan harga bersaing? Adalah Burhanudin Hulaimi, sosok yang membawa perdagangan di Tanah Abang ke ranah online, dengan nama TanahAbangMarket.

Marketplace tersebut resmi diluncurkan minggu ini di bawah naungan PT Sejahtera Bersama Rakyat. Berbeda dengan marketplace lainnya yang memungkinkan setiap orang untuk berjualan di dalamnya, platform ini hanya memberikan lapak bagi pedagang di Tanah Abang.

Suasana pasar Tanah Abang. Foto: irianpoo. blogspot
Suasana pasar Tanah Abang. Foto: irianpoo. blogspot

“Selain untuk mempermudah para pelanggan, kita juga di sini bertujuan untuk membantu memajukan para pedagang yang ada di sini,” kata Burhanudin seperti dilansir laman Techinasia.

Lapak TanahAbangMarket ini memiliki tujuan utama untuk berikan lapak online bagi pedagang di Tanah Abang agar produk mereka lebih menjangkau daerah lainnya di Indonesia secara mudah. Karenanya, ia berharap lebih dari 30.000 pelapak di Tanah Abang untuk bergabung di TanahAbangMarket.

Saat ini baru sekitar 250 pedagang yang bergabung di TanahAbangMarket. Mayoritas pedagang yang bergabung menawarkan pakaian pria, wanita, anak, kebutuhan rumah tangga, hingga tekstil. Barang-barang ini serupa dengan yang ditawarkan di pasar Tanah Abang secara offline.

Suasana pasar Tanah Abang. Foto: liputan6
Suasana pasar Tanah Abang. Foto: liputan6

Selain itu, menurut Burhanudin mendorong pedagang lapak juga akan memberikan sumbangan bagi ekonomi negara, terlebih di sektor ekonomi digital.

Transaksi fisik di Tanah Abang tentu saja besar. Menurut Burhanudin, dalam sebulan terjadi transaksi antara Rp60 miliar hingga Rp80 miliar di pasar Tanah Abang. Ini hanya perkiraan kasar.

“Nilai transaksi yang besar tersebut membuat kami percaya diri untuk meraih transaksi yang besar juga,” kata dia.

Burhanudin menargetkan mampu meraup transaksi hingga Rp120 miliar di tahun pertama TanahAbangMarket beroperasi. Jika angka tersebut terwujud, maka TanahAbangMarket bisa dibilang sukses menyumbang kenaikkan laba 20 hingga 50 persen bagi pedagang yang bergabung.

Sedangkan untuk monetasi startup yang baru beroperasi ini, Burhanudin mengatakan bahwa saat ini setiap barang yang dijual dikenakan komisi tiga persen. Angka ini dinilainya masih wajar dan tetap memfokuskan bagi para pedagang untuk meraih laba.

Suasana pasar Tanah Abang. Foto: anythingjakarta
Suasana pasar Tanah Abang. Foto: anythingjakarta

Burhanudin menyadari persaingan yang terjadi pada ranah ecommerce yang sedang berkembang di dalam negeri. Namun ia tidak merasa khawatir pada hal ini.

Pasalnya, marketplace TanahAbangMarket hanya merangkul para pedagang offline di Tanah Abang menjadi pelapak online. Selain itu, nama besar Tanah Abang menjadi karakter khusus untuk menarik pembeli, terlebih yang sudah berlangganan. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY