Gulalives.co, DEPOK – Anak dapat dikatakan mengalami keterlambatan bicara bila usia 10-15 bulan tidak mampu memahami pembicaraan orang lain. Ia tidak mampu mengucapkan 5-10 kata di usia 11-20 bulan. Atau tidak mengerti dan merespon pembicaraan dan mimik orang lain di usia sekitar 24 bulan. Menurut beberapa ahli penyebab gangguan bicara dan bahasa salah satunya terjadi dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara.

Khawatir kalau Begini

bicara

Beberapa hal juga bisa menjadi penyebab keterlambatan anak bicara. Misalnya, masalah pada pendengaran karena anak mengalami infeksi telinga. Retardasi mental dan gangguan pada perkembangan, seperti autisme, juga bisa jadi penyebab.Untuk itu kita sebagai orangtua perlu memperhatikan sikecil sejak dalam kandungan.

Tak perlu khawatir

khawatir

Saat anak mengalami keterlambatan bicara fungsional, umumnya kemampuan bicara akan berkembang sebagaimana mestinya setelah anak memasuki usia 2 tahun. Anak tipe ini memiliki fungsi reseptif atau penerimaan dan kemampuan pemecahan masalah visual-motorik dalam keadaan normal. Ia hanya mengalami gangguan fungsi ekspresif. Bisa juga anak malas bicara ekspresif karena ada kakak yang banyak bicara. Atau, ia tinggal dalam lingkungan yang menggunakan dua bahasa.

Cara Menangani Anak Terlambat Bicara

belajar bicara

Seorang anak yang terlambat bicara karena faktor fungsional tidak perlu dikhawatirkan. Anak ini hanya tertinggal saja. Terapi berikut ini diharapkan dapat membantu agar si anak segera dapat mengejar ketertinggalan bicaranya.

 

  • Ajaklah anak untuk selalu berkomunikasi. Anak seusia ini mempunyai kecenderungan meniru yang sangat tinggi. Gunakan kata-kata yang jelas dan benar, katakan ‘minum bukan ‘mimi’. Jika anak mengucapkan ‘mimi’, tetap katakan ‘minum’. Jangan menirukan bahasa anak. Selain itu, gunakan kalimat yang pendek agar anak dapat meniru, misal ‘minum susu’.
  • Kenalkan anak pada nama objek, misal kursi. Beri penjelasan tentang objek tersebut berikut fungsinya. Lakukan secara berulang-ulang, sesering mungkin, dan setiap hari. contoh, ‘kursinya bagus’
  • Temani anak bermain dan jangan membiarkan anak bermain sendiri. Ajak juga si anak bermain dengan teman-teman usianya untuk mengatasi rasa malu terhadap orang lain. Jika anak sudah dapat mengatasi rasa malunya maka ia akan termotivasi belajar bicara.
  • Temani anak nonton televisi. Berikan penjelasan tentang acara televisi yang sedang berlangsung. Batasi nonton televisi hanya 1 jam sehari.
  • Perkenalkan dengan satu bahasa saja, yaitu bahasa yang sehari-hari digunakan oleh seisi rumah. Jangan menggunakan dua atau tiga bahasa di hadapan anak.
  • Taruh benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga anak terpancing bicara meminta bantuan bunda untuk mengambilnya. Ajarkan anak meminta bantuan menggunakan bahasa yang mudah ditiru dan ajarkan cara pengucapannya.
  • Selalu puji si kecil saat berusaha atau berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut agar aak tidak merasakan minder

Jika keterlambatan bicara anak karena faktor nonfungsional, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter spesialis tumbuh kembang anak. Sambil jalan, dapat pula dilakukan terapi meniup lilin atau sedotan di rumah.

 

loading...

LEAVE A REPLY