Gulalives.co, SEMARANG – Ramadhan, bulan yang kita rindukan akhirnya kembali datang. Di bulan mulia ini, selain ibadah puasa, ketika bulan Ramadhan, ada tambahan salat Tarawih yang dilakukan seusai salat Isya’ di malam hari. Sebelum melaksanakan shalat Tarawih, ada baiknya Anda memahami manfaat shalat Tarawih ditinjau dari sisi kesehatan, dilansir Gulalives.co dari berbagai sumber kesehatan, Ahad (5/6/2016).

1. Meningkatkan kebugaran fisik

taworiSalat Tarawih mampu meningkatkan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuaran tubuh. Salat Tarawih menghasilkan efek yang sama seperti ketika olahraga jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping. Jadi salat Tarawih akan membawa Anda pada kebugaran fisik yang baik.

Ketika melakukan sedikit upaya tambahan dalam melakukan salat Tarawih, terjadi peningkatan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Salat menghasilkan perubahan fisiologis yang sama seperti ketika jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 17.000 orang alumni Harvard memberikan bukti kuat bahwa latihan aerobik setara dengan joging sekitar 3 mil sehari, meningkatkan kesehatan dan dapat memperpanjang usia. Pria yang mengeluarkan energi sekitar 2000 kkal setiap minggu memiliki angka kematian seperempat sampai sepertiga kali lebih rendah dibandingkan yang sedikit atau tidak berolahraga.

2. Tingkatkan fleksibilitas dan kebugaran otot tubuh

tarawiGerakan salat diketahui dapat meningkatkan fleksibiltas dan kebugaran otot tubuh, demikian pula dengan salat Tarawih yang durasinya relatif lebih panjang.

“Tingkat metabolisme otot meningkat ketika melakukan salat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi otot. Kekurangan ini akan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan kaliber pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Peningkatan beban jantung akan memperkuat dan memperbaiki sirkulasi otot jantung,” kata Dr Ibrahim B. Syed, Ph.D, profesor kedokteran klinis dari University of Louisville School of Medicine seperti dilansir Islam for Today, Ahad (5/6/2016).

Menurut dr Ibrahim, glukosa darah dan plasma insulin mulai meningkat dalam waktu 1 jam atau lebih setelah berbuka puasa. Glukosa dan gula darah mencapai tingkat tinggi dalam waktu 1 atau 2 jam kemudian. Saat masuk salat tarawih, glukosa yang beredar akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air agar tetap stabil.

3. Meningkatkan daya tahan lansia

sholatOrang yang sudah lanjut usia (lansia) cenderung sering mengalami gangguan pada tubuh berupa pegal dan bahkan pengeroposan tulang (osteoporosis). Gangguan ini bisa dicegah melalui salat Tarawih. Kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular bisa meningkat karena melakukan gerakan salat secara berulang.

Sehingga, seiring pertambahan usia, aktivitas yang dilakukan seseorang berkurang karena tulangnya menjadi makin tipis. Jika tidak dirawat, maka risiko osteoporosis sudah menanti. Gangguan ini paling banyak dialami wanita ketika memasuki menopause akibat penurunan estrogen.

Saat melakukan gerakan berulang dan teratur selama salat, maka kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular meningkat. Oleh karena itu salat Tarawih memungkinkan para lansia tetap siap ketika menghadapi kesulitan tak terduga yang dapat melukai tubuhnya. Tarawih akan meningkatkan daya tahan dan kepercayaan diri untuk menjadi mandiri.

4. Bantu mengontrol berat badan

Sholat-TarawihShalat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan. Berat badan akan tetap terkontrol jika tidak makan terlalu banyak pada sahur dan buka puasa serta rajin melakukan Tarawih.

5. Meningkatkan suasana hati

www.arrahmah.com
www.arrahmah.com

Olahraga diketahui dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Peneliti dari Universitas Harvard, Dr Herbert Benson, menemukan bahwa melafalkan do’a dan ayat kitab suci ditambah aktifitas ringan akan memicu relaksasi yang dapat menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung. Oleh karena itu, Tarawih membuat pikiran berada dalam keadaan rileks. Keadaan tenang pikiran ini juga mungkin dipicu pelepasan hormon encephalins dan endorfin ke dalam sirkulasi darah.

6. Memperlancar program diet

Umat muslim menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (31/10). Imam Besar Masjidil Haram Makkah Al Mukarammah dan Masjid Nabawi Madinah Al Munawarrah, Syeikh Abdurrahman bin Abdul Aziz As-Sudais menjadi imam sekaligus khatib pada shalat Jumat di Masjid Istiqlal itu. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Koz/14.
Umat muslim menunaikan ibadah shalat 

Makanan saat berbuka puasa dan sahur sangat berpotensi meningkatkan berat badan seseorang. Tapi, hal itu bisa dicegah dengan melaksanakan salat Tarawih sesudah makan saat buka puasa. Melaksanakan salat Tarawih bisa membantu membakar kalori dalam tubuh, jadi berat badan bisa tetap terjaga.

7. Hindarkan dari stres

(Foto: Baltimoresun)
(Foto: Baltimoresun)

Perlu diketahui, gerakan sujud yang dilakukan berulang kali saat salat Tarawih akan membantu meningkatkan kadar oksigen dalam otak. Semakin banyak oksigen, maka otak akan terasa segar dan tidak akan terserang stres. Jika Anda sedang stres karena pekerjaan, maka salatlah agar bisa mendapat petunjuk dan juga kesehatan.

8. Tenangkan hati dan perasaan

Melaksanakan shalat tahajud (foto: alislamu.com)
Melaksanakan shalat foto: alislamu.com)

Shalat Tarawih, atau shalat lainnya sejatinya mirip dengan olahraga yang bisa meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Dengan salat Tarawih dan melafalkan do’a serta ayat suci Al-Quran akan memicu relaksasi yang bisa menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung. Sehingga hati akan terasa lega dan lebih tenang. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY