ijab qabul (foto: republika.co.id)

Gulalives.co, JAKARTAGuys, kita sering kali mendengar bahwa sebagai syarat sah akad adalah seorang laki-laki harus mengucapkan ijab qabul dalam satu kali nafas. Pastinya hal ini cukup berat ya, untuk para calon suami. Karena, selain kalimatnya yang panjang, rasa gugup pun menjadi kendala yang akan mengganggu konsenterasi untuk melakukannya.

Maka nggak jarang, kalau calon pengantin pria akan belajar teknik pernapasan dahulu agar kalimat ijab qabul tidak terhenti gara-gara napas pendek.

Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: weddingku.com)
Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: weddingku.com)

Tapi perlu diketahui ya guys, ternyata syarat ijab qabul yang sah adalah dilakukan dalam satu majlis atau satu tempat. Artinya baik ucapan ijab maupun qabul harus dilakukan di tempat yang sama. Keterangan ini diperjelas dalam kitab Fiqh 4 madzhab.

“Para ulama 4 madzhab sepakat ijab qabul harus dilakukan dalam satu majlis akad. Sehingga andaikan wali mengatakan, “Saya nikahkan kamu dengan putriku”, lalu mereka pisah sebelum suami mengatakan, “Aku terima”, kemudian di majlis yang lain atau di tempat lain dia baru menyatakan menerima, ijab qabul ini tidak sah.” (Al Fiqh ala al Madzahib al Arba’ah)

Sedangkan dalam hal jeda, para ulama terbagi menjadi beberapa pendapat.

Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: fimadani.com)
Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: fimadani.com)

1. Ulama Hambali dan Hanafi tidak mempermasalahkan jika harus terdapat jeda, selama ijab qabul masih dalam satu tempat. Yang jelas tidak boleh diselang oleh aktivitas lain yang mengubah konteks pembicaraan.

Salah seorang ulama Hambali, Imam Ibnu Qudamah menyatakan, “Apabila kalimat qabul tidak langsung disampaikan setelah ijab, akad tetap sah. Selama masih dalam satu majlis dan mereka tidak menyibukkan diri sehingga tidak lagi membicarakan akad. Karena hukum satu majlis adalah hukum yang sesuai dengan konteks akad.” (Al Mughni)

2. Ulama Syafi’iyah dan Malikiyah memiliki pendapat bahwa ijab qabul harus segera dan tidak boleh terpisah, selain jeda ringan yang tidak dianggap sebagai pemisah ijab qabul.

Karena hal ini, sebagaian ulama Syafi’iyah melarang jika ijab qabul diselingi dengan ucapan yang tidak ada hubungannya dengan akad nikah. Hal ini bisa dilihat dalah Fiqih Sunah karangan Sayid Sabiq.

“Jika antara ijab qabul dipisahkan dengan membaca hamdalah dan shalawat, misalnya, seorang wali mengatakan, ‘Saya nikahkan kamu.’ Kemudian suami mengucapkan, ‘Bismillah wal hamdu lillah, was shalatu was salamu ala rasulillah, saya terima nikahnya.’ Karena bacaan hamdalah dan shalawat disyariatkan ketika akad, sehingga tidak menghalangi keabsahannya. Sebagaimana orang yang melakukan tayamum di sela-sela antara dua shalat yang dijamak. (Kedua) tidak sah karena dia memisahkan antara ijab qabul sehingga akan nikah tidak sah.”

ijab qabul (foto: sangpencerah.com)
ijab qabul (foto: sangpencerah.com)

Jadi ya guys, nggak ada keterangan yang menyebutkan bahwa sahnya akad nikah harus dalam satu kali helaan nafas. Yang ada hanyalah harus dalam satu majlis dan harus bersambung. Jika pun dalam ijab qabul, seorang laki-kali tertunda ucapannya karena harus membenarkan mikrofon dan kemudian baru menyatakan ucapan qabul, maka hal itu tetap dipandang sah.

 

loading...

LEAVE A REPLY