Ada 11 orang dengan kondisi khusus yang sebaiknya tak menjalankan puasa Ramadhan karena alasan kesehatan.

Gulalives.com, JAKARTA – Puasa Ramadhan tinggal dalam hitungan jam. Selain persiapan mental, puasa Ramadhan membutuhkan juga kesiapan fisik.

Ditilik dari sisi fisik, sebaiknya kita memastikan diri bahwa tubuh kita memang siap menghadapi puasa Ramadhan. Caranya tentu dengan melakukan cek kesehatan alias medical check up, apalagi yang memang sudah mempunyai masalah dengan kesehatannya.

Orang dengan penyakit kronis seperti penyakit kencing manis, darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, kadar asam urat tinggi sebaiknya melakukan pemeriksaan laboratorium dan cek kesehatan. Untuk yang mempunyai masalah dengan asam lambung antara lain sakit maag atau GERD sebaiknya berobat dulu untuk mengontrol asam lambungnya.

Penting melakukan medical check up sebelum menjalankan puasa.
Penting melakukan medical check up sebelum menjalankan puasa.

“Semua upaya harus disiapkan agar kita tetap sehat. Walau kita juga harus yakin bahwa puasa Ramadhan membuat kita menjadi lebih sehat,” kata Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam FKUI-RSCM dalam keterangan tulisnya.

Puasa merupakan kesempatan kepada kita untuk hidup lebih sehat. Umumnya jika tidak berpuasa kita  akan makan tiga kali sehari ditambah mengonsumsi camilan terutama dengan kalori tinggi, biasanya  camilan serta minuman berkalori ini kita konsumsi sepanjang hari.

Bagi yang merokok mereka juga umumnya merokok sepanjang hari jika berpuasa. Pada saat puasa maka terjadi pengaturan makan, makan yang biasanya tiga kali digeser menjadi dua kali.

Selama puasa pasti kita mengurangi camilan dan minuman berkalori karena kita berpuasa dan bagi yang merokok juga akan mengurangi mengisap rokoknya.

Penting melakukan medical check up sebelum menjalankan ibadah puasa.
Penting melakukan medical check up sebelum menjalankan ibadah puasa.

Sebelum kita berpuasa kita harus mempunyai motivasi yang kuat untuk dapat melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita batal karena sakit.

“Berat badan kita harus turun terutama bagi yang memang sudah mengalami obesitas. Konsumsi rokok harus kita kurangi syukur-syukur komitmen untuk stop merokok selamanya. Kita  harus tetap beraktifitas dan tetap berolahraga walau kita berpuasa tentu disesuaikan dengan kondisi puasa kita,” kata Ari.

Islam juga sudah mengingatkan “puasalah agar Anda sehat”, harus menjadi motivasi tersendiri ketika kita berpuasa.  Di sisi lain Islam sendiri juga memperbolehkan orang yang sakit untuk tidak puasa Ramadhan.

Puasa Rmadhan memang wajib hukumnya. Namun ada sekelompok orang yang tidak boleh puasa karena kondisi sakitnya. Puasa diperkirakan akan memperburuk kondisi sakitnya atau akan memperlama penyembuhan penyakitnya.

Berikut ini 11 kelompok yang sebaiknya tidak menjalankan puasa karena kondisi penyakit yang dideritanya menurut Ari F. Syam:

Ada 11 orang dengan kondisi khusus yang sebaiknya tak menjalankan puasa Ramadhan karena alasan kesehatan.
Ada 11 orang dengan kondisi khusus yang sebaiknya tak menjalankan puasa Ramadhan karena alasan kesehatan.

1. Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan diinfus baik infus cairan maupun makanan atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah.

2. Seseorang yang sedang dalam infeksi akut misal radang tenggorokan berat, demam tinggi, hepatitis akut atau diare akut.

3. Mereka yang mengalami migren atau vertigo dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tersebut tidak makan atau minum obat.

4. Pasien dengan gangguan pernapasan akut seperti asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat.

5. Pasien jantung dengan gagal jantung.

6. Pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut misal muntah-muntah hebat dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.

7. Mereka yang menderita kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati.

8. Orang dengan gangguan liver kronis lanjut.

9. Orang dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau peritoneal dialisis

10. Pasien kencing manis dimana gula darahnya belum terkontrol atau kalau pun terkontrol tetapi dengan kebutuhan insulin masih tinggi lebih dari 30 U per hari.

11. Orangtua usia lanjut dengan  menderita pikun (Alzheimer).

Namun jika Anda belum merasa yakin tentang puasa Ramadhan bagi pasien dengan kondisi khusus, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli agama Islam dalam hal ini. Mudah-mudahan info ini menambah kekuatan buat kita agar  dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menyambut kedatangan Ramadhan, bulan pernah berkah. Marhaban ya  Ramadhan. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY