Gulalives.co, WASHINGTON – Mantan petinju dunia, Muhammad Ali, dinyatakan meninggal dunia, Jumat (Sabtu WIB) 4 Juni 2016 akibat komplikasi penyakit parkinson yang dideritanya.

Juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, secara resmi mengumumkan kepergian petinju yang pernah menjadi ikon dunia pada 1960-1970-an ini. Selama 32 tahun, petinju legendaris Muhammad Ali bertarung dengan penyakit Parkinson. Ali tutup usia pada 74 tahun setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

aleNamun demikian, beberapa waktu lalu, dokter yang menangani petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, tidak bisa memastikan bahwa karier luar biasa Ali di tinju kelas berat menjadi penyebab dirinya mengidap penyakit Parkinson.

Banyak pihak beranggapan bahwa benturan demi benturan di kepala yang dialami Muhammad Ali saat bertarung di atas ring seperti kala melawan George Foreman menjadi faktor kunci menderita penyakit yang kini menghinggapinya. Sebuah kondisi neurologis yang menyebabkan si penderita gemetaran dan kehilangan keseimbangan tubuh.

muhammad-ali-640x425Namun, banyak korban Parkinson tidak mengalami hal semacam trauma yang kini diderita oleh Ali akibat karier tinju yang ia jalani selama 21 tahun. Dr. Abraham Lieberman mengatakan bahwa ia belum dapat memastikan akan penyebab terganggunya kesehatan pria kebanggan Amerika Serikat itu.

“Hanya dalam 10 tahun terakhir dia (Ali) memiliki banyak masalah saat berjalan dengan terjatuh. Jadi ciri-cirinya telah melebihi tipe dari Parkinson itu sendiri, jika Anda melihat MRI otaknya maka ia akan terlihat cukup baik. Untuk itu sulit membuat kesimpulan apa yang ia derita saat ini adalah dampak dari kariernya,” ucap Abraham kepada BBC Radio Five Live, beberapa waktu lalu.

alii“Orang-orang bertanya kepada saya akan hal ini dan saya mengatakan kepada mereka ‘lihatlah Foreman. Dia berkarier lebih panjang dari Ali, mendapat pukulan bertubi-tubi di kepalanya dan kini ia ada di TV menjual alat masak. Mungkin saja berpengaruh, tetapi saya tidak tahu,” tambahnya.

Sebagai informasi, parkinson adalah penyakit degeneratif yang menyerang otak dan umumnya terjadi pada usia lanjut atau di atas 60 tahun. Penyebab parkinson hingga saat ini belum diketahui pasti.

Selain karena faktor usia, para ahli menduga benturan keras pada kepala juga bisa memicu parkinson. Seperti halnya yang terjadi pada Ali. Ali diduga terkena parkinson di usia 42 tahun karena diduga sering mengalami benturan pada kepalanya saat pertarungan tinju.

llBeberapa petinju lain juga diketahui mengalami nasib yang sama. Namun, benturan keras pada kepala tak selalu menyebabkan parkinson.

Parkinson menyerang sel saraf di otak yang bernama basal ganglia. Sel ini berfungsi untuk mengontrol gerakan tubuh. Sel tersebut pun membutuhkan neurotransmitter dopamine dan acetylcholine dalam jumlah seimbang untuk memberikan sinyal ke sel yang mengontrol gerakan tubuh.

aliKekurangan dopamin di otak itu menyebabkan pasien parkinson mengalami gangguan gerak seperti tremor atau gemetar. Selain gemetar, gejala parkinson juga bisa berupa kekakuan sendi hingga gangguan postur tubuh.

Hingga saat ini belum ada obat-obatan maupun metode operasi yang menyembuhkan parkinson. Seiring bertambahnya usia, gejala parkinson bisa bertambah parah hingga menyebabkan kelumpuhan. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY