Gulalives.co, WASHINGTON – Mantan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, dinyatakan meninggal dunia, Jumat (Sabtu WIB) akibat komplikasi penyakit parkinson yang dideritanya.

Juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, secara resmi mengumumkan kepergian petinju yang pernah menjadi ikon dunia pada 1960-1970-an ini. Selama 32 tahun, petinju legendaris Muhammad Ali bertarung dengan penyakit Parkinson. Ali tutup usia pada 74 tahun setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

muhammad-ali-640x425Tidak ada yang dapat menyangkal ketangguhan Muhammad Ali di atas ring tinju. Dengan catatan 56 kemenangan (37 diantaranya menang K.O) dan hanya lima kali kalah, serta menjadi petinju pertama yang mampu tiga kali meraih gelar juara dunia tiga kalu, Ali dianggap sebagai petinju terhebat sepanjang masa.

Tetapi petinju kelahiran Louisville, Amerika Serikat ini tidak hanya tangguh di ring tinju, ia juga terbukti sebagai juara di kehidupan nyata. Ali telah berjuang melawan Parkinson selama 32 tahun, dengan pertama kali ia didiagnosis mengidap Parkinson adalah pada 1984.

aliiPadahal rata-rata orang yang mengidap penyakit degeneratif syaraf tersebut hanya mampu bertahan sekitar 16 tahun.  Penyakit Parkinson sendiri diderita oleh banyak petinju karena mereka sering kali mendapatkan benturan secara berulang dalam intensitas tinggi.

Meski demikian, perlu diakui bahwa penyakit ini mulai ‘mengalahkan’ petinju yang semula diberi nama Cassius Clay tersebut. Perlahan tapi pasti Parkinson mulai ‘membungkam’ Ali, meski ia terus berjuang dan masih sering muncul di berbagai kegiatan humanitarian.

Pada Oktober 2014 lalu, saudara dari Ali, Ramhan, juga berujar bahwa Ali sudah sulit berkomunikasi dengan keluarganya karena sakit.  “Ia tidak berbicara dengan baik. Namun ia bangga karena kami ada untuknya.”

alieAli sendiri sempat membawa bendera pada perayaan Olimpiade 2012. Meski para penggemar senang melihatnya, mereka pun terkejut melihat tubuhnya yang semakin ringkih. Pada Desember lalu, Ali sempat dilarikan ke rumah sakit dan diduga terkena pneumonia, salah satu konfisi fatal yang biasanya menghampiri para penderita parkinson.

Namun, dokter menyatakan Ali mengalami infeksi pada saluran urinalnya, dan meski menghabiskan sejumlah malam di unit perawatan intensif, petinju legendaris ini akhirnya kembali ke pelukan keluarga. Akan tetapi menjelang hari ulang tahunnya besok, Ali kembali harus masuk ruang perawatan, meski juru bicara keluarga mengatakan Ali diharapkan akan segera keluar dari rumah sakit.

aleMengingat betapa keras kepalanya Ali dalam berjuang dalam hidup, entah itu melawan petinju lain atau untuk membela prinsip-prinspnya, tak heran jika setelah berjuang 30 tahun melawan parkinson, Ali masih menolak untuk ditumbangkan. Hingga akhirnya Ali menyerah pada tahun ke 32 dan jelang bulan Ramadhan 1437 H.

Menderita parkinson tiga tahun setelah pensiun pada 1981, kondisi Ali semakin menurun dalam dua tahun terakhir. Pada Desember 2014, Ali masuk rumah sakit karena mengalami penyakit pneumonia. Ketika itu Ali dibawa ke rumah sakit setelah sulit dibangunkan dari tidur.

llSatu bulan kemudian, peraih medali emas Olimpiade 1960 itu kembali masuk rumah sakit. Kali ini Ali dirawat karena mengalami masalah dengan infeksi saluran kemih. Ali hingga kini masih dianggap sebagai petinju kelas berat terhebat sepanjang sejarah. Mendapat julukan ‘The Greatest,’ ia pensiun dengan rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Gulalives.co, Ali dilarikan ke rumah sakit di Phoenix, Arizona, pekan ini karena mengalami masalah pada pernapasan. Muhammad Ali menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernapasan. Namun, sumber NBC mengatakan, kondisi Ali semakin memburuk.

aliAli sempat mengalami masalah pernapasan akibat kombinasi penyakit Parkinson yang dideritanya sejak 1980-an. Dokter pun sudah angkat tangan. “Seperti di atas ring, Ali adalah petarung di bangsal. Tim dokter sudah berusaha membuatnya bernapas kembali tapi gagal akibat parkinson,” ujar sumber tersebut. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY