memberi makan
http://3.bp.blogspot.com

Kata “Ikhlas” seringkali menjadi senjata pamungkas sebagai tameng untuk tidak memberi. Percuma memberi kalo gak ikhlas, dan sialnya ikhlas itu lama banget datangnya ke diri kita.

Ada seorang bijak yang mengatakan “Kalau nunggu Ikhlas, kapan berbuat baiknya?”. Memang begitulah manusia, selalu mencari-cari alasan untuk melakukan perbuatan kebaikan. Sering kali kita ingin menyedekahkan harta yang kita punya namun takut kehabisan harta yang kita miliki. Padahal Allah telah menjanjikannya.

Allah berfirman, “Siapa yang memberi pinjaman kepada pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dan balasan yang mulia.”(Q.S Al-Hadild 57 : 11).

Berikut Gulalives.com akan membahas tentang sedekah yang dikuti dari Buku 7 Keajaiban Rezeki Karya Ippho Santosa, yang harus sobat ketahui semua.

1. Ikhlas atau Tidak Ikhlas, Tetap Dibalas

manfaat sedekah
vemale.com

Sebenarnya berapapun yang Kamu sedekahkan, pasti dibalas dan dilipatgandakan oleh Allah. Tidak jadi soal, apakah sedekah Kamu ikhlas atau tidak. Tidak jadi soal, apakah Kamu beriman atau tidak. Buktinya, banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya, padahal mereka atheis. Betul sekali, mereka atheis. Bagi mereka, hampir-hampir tidak ada istilah ikhlas. Hampir-hampir tidak ada istilah iman. Toh, tujuan mereka bersedekah biasanya cuma untuk mengangkat merek dan mengurangi pajak.

Balasan, inilah Hukum Kausalitas dari Allah yang berlaku universal. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri(QS Al Isra : 7).

Yang dimaksud balasan disini adalah balasan jangka pendek (dunia). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan beroleh nilai plus, berupa balasan jangka panjang (akhirat) yaitu
ridha, pahala, dan surga dari-Nya. “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya (di dunia) dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” (QS As Syuura : 20).

memberi sedekah
republika.co.id

Terus balasan jangka pendek itu apa? Yah, berbentuk materi atau sesuatu yang setara dengan itu. Misalnya keuangan, kesehatan, keselamatan, kemudahan urusan.  Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi bankir pribadi karena memudahkan keuangan kita, menjadi dokter pribadi karena memelihara kesehatan kita, jadi bodyguard pribadi karena memelihara kita dari bala, assisten pribadi karena memudahkan urusan kita.

2. Pamrih? Boleh Saja

memberi makan
http://3.bp.blogspot.com

Manusia adalah makhluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan dan menghindar dari kesengsaraan. Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Dia yang mengajarkan ini, dengan adanya pahala dan surga, dosa dan neraka?

Allah SWT menjanjikan balasan khusus kepada mereka yang bersedekah, yakni balasan 2 kali lipat, 10 kali lipat, atau 700 kali lipat. Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gkamukan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah : 261).

memberi
dekbowo.files.wordpress.com

Kalau tidak boleh pamrih, buat apa Allah menuliskan balasan ini di kitab suci? Buat apa? Jadi, bolehkah pamrih? Ya, boleh! Asalkan pamrihnya kepada Allah. Bukan kepada sesama. Dan memang kita disuruh untuk pamrih, berharap dan meminta kepada-Nya. Bahkan meminta kepada-Nya itu dicatat sebagai ibadah. Allah malah murka kepada mereka yang tidak mau meminta kepada-Nya.

3. Tidak Ikhlas? Boleh

zakat
centerblog.net

Soal ikhlas. Ngomong-ngomong, ketika Kamu belajar shalat dulu, apakah Kamu ikhlas? Bisa ya, bisa tidak. Kemungkinan besar Kamu melakukannya supaya dapat ganjaran dan orangtua. Atau sebaliknya, supaya terhindar dan hukuman. Iya kan? Lha, sekarang apakah Kamu shalat karena ganjaran atau hukuman dan orangtua? Tentu tidak! Mudah-mudahan sekarang Kamu shalat dengan ikhlas beneran. Jadi, karena sering-sering shalat, akhimya Kamu ikhlas dengan sendirinya. Inilah yang dinamakan dengan Ikhlas By Doing. Dengan kata lain, gak nunggu ikhlas dulu, baru shalat. Hah, ajaran dari mana itu?

Begitu juga dengan sedekah. Ketika baru baru sedekah mungkin kamu juga tidak 100% ikhlas. Ada sedikit keterpaksaan. Ada sedikit riya’. Ada sedikit ujub. Macam-macamlah. Tapi begitu kamu sering-sering melakukanya, mudah-mudahan kamu akan ikhlas dengan sendirinya. Yap, Ikhlas by Doing. Dengan kata lain gak nunggu ikhlas dulu, baru sedekah. Kesimpulnya, solusi alternatif untuk menyembuhkan penyakit riya dan ujub adalah dengan sering-sering bersedekah.

sedekah
http://www.hokimtong.org

Itulah dia alasan kenapa sedekah ga perlu nunggu harus ikhlas dulu. Karena suatu niat baik itu jangan ditunda-tunda. Sedekah itu urusan kita, masalah ikhlas apa engganya itu urusan Allah SWT.

 

loading...

LEAVE A REPLY