Gulalives.co, Depok – Beberapa minggu belakangan ini Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus pelecehan seksual, pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan sadis. Seperti kasus Yuyun yang tewas setelah diperkosa belasan pemuda di Bengkulu, kemudian muncul kembali kasus pemerkosaan yang dialami gadis Manado oleh 19 orang pria dan baru-baru ini yang membuat Indonesia dianggap darurat moral adalah peristiwa kasus Eno Parinah yang diperkosa secara brutal dan dibunuh dengan cangkul yang ditendang masuk kedalam kemaluannya hingga tembus masuk kedalam paru-paru!

Negeri ini menangis, para orang tua cemas dan anak-anak gadis merasa tak pernah aman beraktivitas lantaran rentetan kasus yang menghantui. Semua anak seakan rawan menjadi korban, segala macam celah seperti mudah diincar para pelaku kejahatan hingga beberapa masyarakat mendesak pimpinan untuk memberlakukan hukuman mati kepada para terdakwa. Atau jika tidak demikian, minimal mereka yang berani berbuat kurang ajar diberikan hukuman kebiri yang berarti alat vital mereka dipotong atau dihilangkan! Dan jauh sebelum wacana ini digodog pemerintah Indonesia, praktek pengebirian telah dilakukan sejak zaman dahulu. Berikut adalah orang-orang yang sudah dikebiri pada zaman dahulu.

Narses

Narses

Seorang pria bernama Narses diketahui adalah seorang pengurus rumah tangga raja tepatnya adalah di Istana Bizantium pada masa kepemimpinan Kaisar Justinius. Narses diketahui merupakan seorang kasim yang banyak berjasa pada keamanan kerajaan Bizantium. Salah satunya adalah setelah ia ditunjuk menjadi panglima perang saat Kaisar Justinius ingin menguasai kembali wilayah Roma, Italia dan berhasil membawa kemenangan bagi sang Kaisar. Tidak ada sejarah pasti yang menjelaskan penyebab Narses dikebiri, entah karena tradisi atau keinginan sendiri namun yang pasti Narses adalah salah satu pengurus rumah tangga biasa kerajaan yang akhirnya berhasil menjadi seorang jenderal perang!

Cai Lun

Cailun

Cai Lun adalah seorang pria yang bekerja di istana untuk Kaisar He saat zaman DInasti Han ( 79-106 M) di Cina. Cai Lun sendiri dicatat dalam sejarah Cina adalah seorang yang sangat loyal dan telah dipilih oleh kaisar sebagai salah satu yang harus mengabdi pada kerajan sejak masih sangat muda. Pada sistem kerajaan Cina zaman dahulu kala, Kaisar banyak sekali menggunakan pria kasim (sebutan bagi pria yang telah dikebiri)untuk bekerja di istananya. Entah apa dibalik alasan tersebut namun yang jelas praktek pengebirian pada saat itu bukanlah suatu tindakan yang dilakukan untuk menghukum seseorang melainkan sudah menjadi bagian dari tradisi dengan kata lain sangat wajar. Cai Lun sendiri adalah orang yang mempopulerkan penggunaan kertas di zaman dahulu setelah sebelumnya Kaisar seringkali menulis di atas kain sutra dan atau irisan bambu.

Alessandro Moreschi

Alessandro Moreschi

Pria ini dikenal sebagai penyanyi bersuara emas yang memulai karirnya saat usianya masih sangat belia. Dibalik suara merdunya, Alessandro Moreschi diketahui adalah seorang kasim atau dengan kata lain pernah melaksanakan praktek kebiri. Terdapat dua versi alasan dibalik pengebirian dirinya ini, yang pertama adalah dugaan bahwa Alessandro Moreschi terlahir dengan penyakit hernia yang artinya salah satu metode penyembuhan zaman itu ialah dengan cara mengebiri alat vitalnya. Alasan kedua adalah bahwa praktek kebiri dilakukan Alessandro Moreschi jauh sebelum ia masuk fase pubertas. Praktek kebiri ini dipercaya untuk menciptakan suara yang merdu sehingga bisa dibentuk menjadi penyanyi. Konon diberitakan bahwa Alessandro Moreschi adalah orang terakhir yang dikebiri demi tradisi pada zaman itu.

Thomas Boston Corbett

Thomas

Jika di daftar pria-pria sebelumnya praktek kebiri dilakukan oleh orang lain atas nama tradisi, lain halnya dengan Thomas Corbett yang diketahui mengebiri dirinya sendiri! Thomas Corbett adalah seorang petugas yang berhasil membunuh si pembunuh Presiden Lincoln Yaitu John Wilkes Booth. Kisah aneh yang tersiar pada saat itu, adalah ia memilih untuk memotong alat vitalnya untuk menghindarkan dirinya dari godaan wanita lain yang menurutnya adalah suatu pengkhianatan. Setelah mengebiri dirinya sendiri, Thomas Corbett memutuskan untuk pergi ke dokter untuk mengobati luka-luka pada kemaluannya yang telah hilang!

Meskipun ada yang melakukannya atas kehendak sendiri namun beberapa diantara mereka melakukannya sebagai bentuk kepatuhan pada raja, menjaga tradisi dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kebiri benar-benar bisa dijadikan hukuman untuk mebuat jera para pria pelaku kejahatan seksual?

 

loading...

LEAVE A REPLY