wanita mengantuk

Gulalives.co, SEMARANG – Tidur malam sudah cukup, tapi kok masih mengantuk terus?  Dan itu terjadi bukan cuma satu atau dua kali, tapi hampir setiap hari. Jika Anda merasa selalu ingin tidur padahal sudah cukup tidur, mungkin Anda mengalami hipersomnia.

Mungkin Anda sering mengalami bahwa setelah makan siang mendadak seperti terserang rasa kantuk yang amat kuat. Akibatnya, saat melanjutkan pekerjaan pun rasanya cukup berat. Jika sering mendapatkan hal demikian maka ada baiknya Anda melihat kembali menu makanan yang dikonsumsi.

Hipersomnia adalah kantuk berlebihan, terlihat dari tidur malam yang berkepanjangan, sulit mempertahankan keadaan terjaga pada siang hari, atau episode tidur yang tidak diinginkan pada siang hari. Menurut World Sleep Foundation, ada tiga tipe hipersomnia yaitu hipersomnia berulang,  idiopatik dan post-trauma.

Kenali! 6 Penyebab Kelelahan
www.forbes.com

Hipersomnia berulang memiliki gejala terjadi kantuk hebat berulang tanpa kenal waktu. Penderitanya bisa tidur 16-20 jam sehari. Hipersomnia idiopatik adalah gangguan neurologis, di mana penderitanya tidur malam dalam jangka waktu lama tetapi tidak menyegarkan. Sehingga, siang hari tetap mengantuk, meski sudah tidur siang dalam waktu lama, penderita tetap merasa kurang tidur. 

Hipersomnia post-trauma, terjadi pada orang yang mengalami cidera otak atau syaraf di kepala. Biasanya, hipersomnia jenis ke-3 sembuh dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan atau ketika cideranya sembuh.

Rasa kantuk setelah makan sering dipengaruhi oleh jenis makanan yang berlemak tinggi. Studi ini menyebutkan hanya dengan asupan lemak 135 gram per hari, maka seseorang menjadi mudah mengantuk berlebihan di siang hari. Hasil tersebut berbeda dengan orang yang hanya mengonsumsi lemak sekira 58 gram per hari.  Makanan-makanan berlemak ini mudah sekali didapat dan rata-rata orang meyukainya. Misalnya sosis, telur, burger, kentag goreng, ayam goreng, hingga kue brownies.

Alasan Ilmiah Orang Galau Karena Kelelahan
Ilustrasi wanita kelelahan. (Shutterstock)

Makanan berlemak ini cukup memengaruhi keluarnya hormon saraf. Saat makanan tersebut berada di usus dalam jangka lama, hormon saraf terproduksi lalu menjadikan reaksi otak lebih lambat. Inilah yang kemudian membuat tubuh lesu dan lelah usai makan. Mengantuk pun akhirnya datang.

Jika asupan lemak terlalu tinggi, maka dapat pula menurunkan kualitas tidur malam. Pagi harinya, seseorang menjadi gampang mengantuk. Menurut penulis studi Yingying Cao, PhD (K), kekhawatiran utama adalah munculnya sleep apnea yang parah. Napas seseorang mendadak berhenti hingga lebih dari 20 kali sewaktu terlelap.

lelah_www.vitanona.com
lelah_www.vitanona.com

Oleh sebab itu, jika seseorang sudah tidur minimal tujuh jam semalam namun masih mudah mengantuk di siang hari, barangkali penyebabnya dari makanan berlemak yang dikonsumsi. Segera ubah pola makan dengan yang lebih sehat lalu rasakan perubahan yang terjadi.  Jika memang suka makanan berlemak mungkin bisa diganti yang lebih sehat seperti alpukat, ikan, kacang-kacangan, hingga minyak zaitun. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY