Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Gulalives.com, JAKARTA – Puasa Ramadhan tinggal dalam hitungan hari. Sejumlah orang memilih tak berpuasa karena adanya mitos yang menyesatkan, misalnya puasa bisa memperparah sakit maag.

Padahal sih, itu nggak benar sama sekali alias cuma mitos. Menurut spesialis penyakit dalam FKUI-RSCM Ari Fahrial Syam, masih banyak salah kaprah di masyarakat, yang beranggapan bahwa puasa Ramadhan akan memperburuk gangguan sakit maag pada orang yang memang sudah ada masalah dengan lambung.

Alasan mengapa orang-orang menganut mitos ini adalah  berpatokan bahwa orang yang sakit maag harus makan dengan frekuensi sedikit dan sering. Hal ini tidak akan terjadi jika mereka yang mempunyai sakit maag, karena harus berpuasa tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama 13-14 jam.

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

“Memang betul kalau orang yang mempunyai masalah dengan sakit maag harus mengonsumsi makan sedikit dan sering. Hal ini memang ada benarnya. Namun jika kita melihat klasifikasi dari sakit maag,” kata Ari.

Sakit lambung maag atau sakit lambung dibagi menjadi sakit maag fungsional dan sakit maag organik. Sebagian besar berdasarkan hasil penelitian, 70-80 persen sakit maag yang ada di masyarakat adalah sakit maag fungsional,” kata Ari dalam keterangan tulisnya.

Sakit maag fungsional terjadi karena ketidakteraturan makan, kebiasaan mengonsumsi camilan yang  tidak sehat sepanjang hari yang dapat memperburuk sakit maag seperti makanan asam, pedas, cokelat dan keju. Merokok sepanjang hari jika yang bersangkutan memang seorang yang merokok.

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Selain itu, sakit maag juga berhubungan dengan faktor stres baik di keluarga atau pekerjaan.

Namun dengan berpuasa, sakit maag fungsional ini bisa membaik. “Dengan berpuasa maka makan menjadi teratur pada buka dan sahur, juga mengurangi camilan yang tidak sehat, dan tidak merokok sepanjang hari,” urai Ari.

Yang tidak disadari, selama melakukan rangkaian ibadah puasa mereka yang sakit maag akan lebih melakukan pengendalian diri, lebih banyak beribadah dan dirinya akan lebih tenang.

“Alasan inilah yang akan membuat orang sakit maag yang sebagian besar karena sakit maag fungsional malah akan sembuh,” ujar dokter spesialis dalam yang rajin menulis blog ini.

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Mitos lain seputar sakit maag yang muncul dan dipercaya masyarakat, adalah untuk mencegah agar tidak sakit maag saat berpuasa sebaiknya meminum obat maag agar terhindar dari gangguan lambung. “Jelas mitos ini tidak tepat justru orang yang mempunyai sakit maag, sehingga tidak  perlu obat untuk mencegah agar kambuh,” jelas Ari.

Mitos lain yang kerap muncul adalah adanya saran harus makan banyak saat sahur. Padahal, makan sahur yang berlebihan justru bikin tidak produktif.

“Lambung mempunyai kapasitas dalam menampung makanan. Makan yang berlebihan akan membuat kadar gula darah akan naik mendadak dan ini akan merangsang insulin diproduksi berlebihan dan akan merangsang hormon lain sehingga seseorang manjadi mengantuk,” kata dokter spesialis gastroenterologi ini.

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Makanan, berapap pun jumlah yang kita konsumsi, tetap akan habis di lambung selama 6-8 jam. “Jadi tidak banyak pengaruh untuk membuat perut tetap kenyang,” imbuhnya.

Puasa sebenarnya memberikan kesempatan kita untuk mengurangi makan dan akan mengurangi asupan kalori. Jadi kalau menggeser makan  pada sahur dan berbuka, otomatis kita bisa tidak mendapatkan manfaat puasa, yaitu mengendalikan makanan  selama berpuasa.

Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar pasien yang berpuasa akan mendapat manfaat berpuasa yaitu terjadi penurunan asupan kalori selanjutnya akan terjadi pengurangan berat badan, dan kadar kolesterol menjadi terkontrol begitu pula kadar gula darah.

Nah, selamat menalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga tetap sehat! (VW)

loading...

LEAVE A REPLY