Arifin Putra

Gulalives.com, JAKARTA – Pretty Boy, itulah julukan yang disematkan kepada Putra Arifin Scheunemann atau yang lebih beken dengan nama Arifin Putra.

Aktor berpostur jangkung 1,8 meter kelahiran Jakarta 1 Mei 1987 ini di awal meniti karier di dunia hiburan Tanah Air memang kerap mendapat jatah peran pria baik-baik, terutama di sejumlah sinetron yang dibintangi pelakon berparas tampan ini.

Namun, belakangan predikat ‘Pretty Boy’ ini mulai terkikis, menyusul keberanian Arifin mengambil peran antagonis di layar lebar.

Arifin sendiri tak tahu darimana predikat ‘Pretty Boy’ itu menjadi begitu lekat padanya. “Enggak tahu, saya merasa jalannya tepat. Memang ada rasa tidak percaya. Kayaknya itu bukan kamu,” kata Arifin saat ditemui di sela-sela peluncuran kampanye Axelerate: The Series, di mana Arifin menjadi salah satu duta yang ditunjuk produk wewangian pria Axe di Jakarta, baru-baru ini.

Arifin Putra Tanggalkan Predikat 'Pretty Boy' dan Mainkan Peran Antagonis. Foto: fimela
Arifin Putra Tanggalkan Predikat ‘Pretty Boy’ dan Mainkan Peran Antagonis. Foto: fimela

Alasan Arifin mau mengambil peran antagonis dan secara perlahan mengikis predikat ‘pria manis’ semata karena ia ingin memerankan berbagai karakter di setiap peran yang dimainkannya. Namun buan berarti ia akan selamanya menjalani peran antagonis, karena menurutnya hal itu bisa ‘membunuh’ karakter aktor.

“Nyaman di satu karakter itu karier akan mati. Setiap film justru makin enggak nyaman saat perankan sesuatu itu bagus,” kata aktor bertubuh jangkung ini.

Arifin bersama Chicco Jerikho dan Keenan Pearce didaulat membintangi AXElerate: The Series. Sebuah web series yang menceritakan kisah hidup ketiga brand ambassador sebuah wewangian pria untuk menginspirasi cowok-cowok di Indonesia.

“Sebagai aktor kita selalu sembunyi di balik topeng karakter orang lain. Di sini gue menjadi diri gua sendiri,” ujar aktor berdarah Jerman ini.

Arifin Putra Tanggalkan Predikat 'Pretty Boy' dan Mainkan Peran Antagonis. Foto: fimela
Arifin Putra Tanggalkan Predikat ‘Pretty Boy’ dan Mainkan Peran Antagonis. Foto: fimela

Memiliki wajah tampan, tubuh tinggi dan kulit putih, rupanya masih membuat artis peran, Arifin Putra sempat tidak percaya diri.

Arifin mengaku, memiliki keterbatasan fisik yang sempat membuat dia tidak percaya diri. Ia namun enggan menjelaskan keterbatasan seperti apa yang dimilikinya.

Web series bernama ‘Axelerate: The Series’ itu berdurasi kurang dari tujuh menit dan akan tayang di kanal Youtube. Nantinya series tersebut akan menceritakan kisah hidup Arifin.

Namun Arifin mengaku tidak menjadikan kekurangan pada fisiknya sebagai keterbatasan dalam mencapai karir di industri hiburan Tanah Air.

“Nggak pernah melihat kekurangan itu jadi keterbatasan. Justru aku bekerja lebih keras untuk menutupinya. Dalam hidup saya kerja keras, dedikasi, dan motivasi dapat melewati keterbatasan itu,” tandasnya.

Arifin Putra mengawali kariernya bersama Oxygen Entertainment di beberapa sinetron, dan lewat perannya dalam sinetron Senandung masa Puber, namanya kian melambung.

Arifin juga turut menjadi finalis MTV VJ Hunt 2003 sesaat dirinya berumur 16 tahun, namun sayang gelar tersebut jatuh pada Daniel Mananta. Setelah itu tawaran pun mulai berdatangan padanya, seperti menjadi model video klip Kisah Kasih di Sekolah yang dinyanyikan oleh Chrisye dan membuat ia ditawari untuk bermain dalam sinetron yang berjudul sama.

Pria yang berdarah Jerman (ayah) dan Indonesia (ibu) ini hobi sekali bermain gokart. Pada awal tahun 2008 ia bermain dalam film Lost in Love yang merupakan sekuel dari film Eiffel I’m in Love. Namun dalam film sebelumnya yang dibintangi oleh Shandy Aulia dan Samuel Rizal, di sekuelnya ini ia berperan bersama Richard Kevin dan Pevita Eileen Pearce. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY