edubuku.com

Gulalives.co, Depok – Hidup sementara di dunia ini, kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, dengan hal-hal kebaikan dan juga kerja yang maksimal. Rasulullah bersabda, “Maukah kalian kuberi tahu orang-orang pilihan di antara kalian: yaitu orang-orang yang diberi Allah umur yang panjang dan punya prestasi kerja dalam hidupnya.” (HR. Ibnu Majah). Dalam riwayat lain, “Seburuk-buruk kalian adalah orang yang diberi umur panjang tapi hanya bisa menghasilkan keburukan.”

1. Kerja adalah ibadah

edubuku.com
edubuku.com

Islam menempatkan kerja sebagai kewajiban setiap muslim. Bukan hanya sekedar usaha untuk mendapatkan rezeki yang halal untuk kebutuhan hidup, namun kerja merupakan ibadah seorang hamba kepada Allah, menuju sukses di akhirat kelak.

Jadikan kerja sebagai kesadaran, sehingga akan timbul upaya maksimal dalam melakukannya. Dengan begitu ia akan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya, serta berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan sesuatu yang memuaskan, dengan kata lain, ia akan menjadi yang terbaik dalam setiap bidang yang ditekuninya.

Setiap kerja menuju kebaikan mempunyai nilai tinggi di sisi Allah, apalagi bila kerja tersebut memberikan manfaat bagi orang lain. Pekerjaan yang dapat memberikan manfaat pada orang lain, lebih tinggi nilainya dari amal yang hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri saja.

2. Bekerja dengan berbagai cara

agus6121.web.ugm.ac.id
agus6121.web.ugm.ac.id

Allah telah menghamparkan rezeki-Nya di atas muka bumi untuk semua makhluknya, tanpa terkecuali. Maka dari itu optimalkan kemampuan kita untuk mencari rezeki tersebut. “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.”(QS 7:10)

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang kami ciptakan.”(QS 17:70)

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam usaha kita untuk mencari rezeki. Begitu banyaknya peluang dan keutamaan dari Allah pada orang yang bekerja, rasanya memang tidak pantas jika seorang muslim malah memilih untuk hanya duduk dan mengharapkan belas kasih orang lain. Umar bin Khattab ra. sendiri sempat sangat marah melihat sekelompok orang yang sedang duduk-duduk di masjid dengan alasan tawakal dan hanya mengharap bantuan orang lain untuk menopang hidupnya.

Jika memang di suatu tempat susah untuk mendapatkan rezeki dikarenakan lapangan pekerjaan yang kurang, maka diperbolehkan untuknya berhijrah untuk mendapat kemudahan. Karena siapapun yang berhijrah di jalan Allah, maka mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu dibangkitkan.”(QS 67:15)

Rasulullah sendiri selalu memotivasi para sahabatnya untuk tetap mempunyai pekerjaan dan penghasilan. Diriwayatkan dari Imam Anas bin Malik ra.; Datang seorang Anshar meminta sesuatu dari Rasulullah. Rasulpun bertanya, “Apa yang kaupunya di rumah?” Orang itu menjawab, ”Saya hanya punya pakaian yang kami pakai dan teko tempat air minum.” Kemudian Rasul menyuruhnya membawa teko tersebut untuk ditawarkan kepada sahabat yang lain dan terjual seharga dua dirham. Satu dirham diberikan pada istrinya dan satu dirham untuk membeli parang. Rasul bersabda, “Pergilah mencari kayu dan jangan sampai kulihat engkau di Madinah selama dua minggu.” Anshar mengikuti kata Rasulullah dan mulai menggunakan parang itu untuk menebang kayu untuk dijual. Setelah dua minggu, ia kembali menemui Rasul dengan keadaan yang lebih baik. Akhirnya, dengan modal parang dan kerja kerasnya orang Anshar tadi kemudian jadi pengusaha kayu di Madinah. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY