Gulalives.co, Depok – Bukan hanya dialami oleh orang dewasa, ternyata bayi sekalipun bisa mengalami stres. Hanya saja, mungkin banyak diantara kita yang kurang menyadari dan mendeteksi apakah anak balita kita sedang stres atau tidak. Hal ini mungkin lumrah terjadi, karena pada dasarnya gejala stres pada balita tidak sama dengan gejala stres yang dialami oleh orang dewasa.

Terkadang para orangtua malah tertipu dengan tingkah pola anak yang sebenarnya stres karena masih dianggap rewel dan cengeng yang wajar-wajar saja. Tak seperti orang dewasa, anak seringkali tak dapat mengutarakan isi hatinya dengan mudah. Ketika ia mereasa tertekan, seringkali hal tersebut dilampiaskan pada perilaku atau gejala-gejala yang kurang menyenangkan.

Sering rewel, kerap menangis, mengigiti kuku dan tantrum, bisa jadi beberapa hal tersebut merupakan sinyal yang menandakan si anak mengalami stres dan tertekan. Untuk itulah selalu memperhatikan perubahan perilaku yang terjadi pada anak adalah hal yang penting dilakukan oleh para orangtua terhadap sikap si anak. Dan berikut, kita kenali tanda-tanda stres yang terjadi pada anak yang mungkin seringkali dilewatkan oleh para orangtua.

Penyebab Stres Pada Balita

old

Sebelum dikenali gejala-gejala yang mungkin terjadi pada balita yang mengalami stres, berikut kita ketahui faktor apa saja yang dapat memicu timbulnya stres pada balita.

1.    Perubahan Lingkungan dan Suasana

Perubahan lingkungan dan suasana seperti halnya pindah ke rumah baru dengan suasana baru dan lingkungan interaksi yang baru. Ketika kondisi ini terjadi, maka akan memicu anak menjadi lebih over aktif terhadap lingkungannya yang membuat anak melampiaskannya dirumah.

2.    Pertengkaran yang Terjadi Dirumah

Pertentangan yang terjadi di keluarga baik itu dilakukan oleh kedua orang tua, sodara-sodaranya maupun orang-orang yang ada dirumah, jika si anak menyaksikan atau mendangar hal tersebut selain ketakutan yang dirasakan, mereka juga akan mengalami stres dan tertekan. Hal ini wajar terjadi, karena pada umumnya anak belum bisa memberikan pendapat atau penolakan atas apa yang tidak disukainya.

3.    Kematian Hewan Kesayangan

Sama halnya dengan kehilangan teman, kehilangan hewan kesayangan yang amat dicintainya akan menjadi duka mendalam untuk anak. Sedih dan duka ini bisa jadi membuat anak tak bisa meneriam keadaan yang membuatnya stres.

4.    Masalah Disekolah

Beberapa masalah yang terjadi disekolah seperti kena marah guru, atau bertengkar dengan teman-temannya menjadikan anak semkain tertekan dan stress. Hal-hal yang memicu anak terekan dalam menajalani kehidupannya akan ia tunjukan dengan melakukan segala sesuatu secara berebihan seperti tertawa, menangis, marah ataupun reaksinya ketika bermain dan berada diluar rumah.

Gejala Stres Pada Balita

baby stress

Gejala-gejala yang mungkin mulai dinampakan ketika anak mengalami stres mungkin akan sedikit sulit dideteksi para orang tua. Untuk itu, kenali gejala berikut agar gejala stres pada anak bisa dideteksi sedini mungkin.

  1.     Berubah menjadi lebih sensitif dan gampang marah.
  2.     Sulit makan,terlalu banyak membuat alasan untuk memulai makan.
  3.     Gampang rewel, segala sesuatu menjadi sumber masalah untuknya.
  4.     Tertawa berlebihan.
  5.     Tidur yang kurang nyenyak dan membuatnya kerap kali mengalami mimpi buruk.

Sebagai orangtua, tentu ada paham hal apa yang memicu mereka melakukan hal-hal tersebut. Mungkin saja ada suatu hal yang membuat mereka mereasa tidak nyaman dan terganggu. Disinilah, peran anda amat dibutuhkan untuk mengajarkam pada balita bagaimana mereka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, karena tidak semua kehendak dapat dipakasakan.

Mengatasi Stres Pada Balita

1.    Lakukan Komunikasi yang baik

talk

Ketika timbul gejala-gejala yang menunjukan si anak mengalami stres, ada baiknya tanyakan padanya apa yang membuat seperti itu. tanyakan apa yang ia inginkan. Hal ini akan membuat mereka merasa diperhatikan dan asa tertekan akan mulai sirna.

2.    Ajak Mereka Untuk Tidur dan Menenangkan Pikiran

sleep

Ajak mereka untuk berbaring nyaman ditempat tidur dan membayangkan hal-hal indah. Hal ini dapat mengajarkan anak agar terbiasa menengkan diri ketika masalah menghampirinya.

3.    Biarkan Anak Mendengarkan Musik

Music

Biarkan mereka mendengarkan musik kesukaannya sambil bergoyang-goyang riang untuk menenangkan hati mereka. Dengan begitu amarah dan rasa tertekannya akan perlahan menghilang.

Masa kanak-kanak adalah masa penting dalam periode tumbuh kembang anak baik dalam segi fisik maupun mentalnya. Untuk itu, penting membuat anak bahagia, merasa nyaman, tenang dan aman.

loading...

LEAVE A REPLY