Kisah Cinta dari Tanag Melayu karya Garin Nugroho.

Gulalives.com, JAKARTA – Garin Nugroho yang dahulu sempat tampil dengan Dongeng Kebangsaan, kini kembali hadir dengan beberapa aktris dan aktor untuk berkisah tentang keindahan cinta, budaya dan kebangsaan dari Tanah Melayu di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Minggu (29/5).

Garin Nugroho menuangkan gagasan dan ide pemikiran Tjokroaminoto melalui monolog yang dibawakan di Galeri Indonesia Kaya. Selain karya-karya filmnya yang meraih berbagai penghargaan international ataupun nasional, ia juga aktif sebagai pendongeng dengan judul besarnya Dongeng Kebangsaan.

Dongeng-dongengnya, seperti karya seninya, merepresentasikan kisah-kisah beragam budaya Indonesia yang multikultur.

Garin Nugroho. Foto: ID.
Garin Nugroho. Foto: ID.

“Menyambut hari Pancasila, maka pertunjukan pada hari ini ingin menceritakan bagaimana sebuah bangsa Indonesia memiliki sebuah keberagaman. Mulai dari sebuah bahasa yang hadir karena diadaptasi dari bahasa Melayu dan menghasilkan sebuah keberagaman,” kata Garin.

Dia menambahkan, “Melalui perjalanan panjang sebuah bahasa, kini kita dapat bercerita, membuat sebuah karya sastra, sebuah lagu yang akhirnya bisa didengar dan dinikmati. Maka dari itu, melalui pertunjukan hari ini saya ingin mengajak penikmat seni yang hadir di Galeri Indonesia Kaya untuk selalu mencintai sebuah keberagaman yang ada di lingkungan kita.”

Pertunjukan berdurasi 90 menit ini dibuka oleh Garin Nugroho yang menceritakan mengenai sejarah bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu kepulauan Riau. Dilanjutkan oleh penampilan Mia dan Killa yang membawakan lagu ‘A Whole New World’ yang terkenal karena kisah dongeng Aladdin.

Cornelia Agatha membacakan karya dari Rida K. Liamsi berjudul ‘Rose’. Foto: ID
Cornelia Agatha membacakan karya dari Rida K. Liamsi berjudul ‘Rose’. Foto: ID

Dalam pertunjukan ini, Garin Nugroho juga mengajak Tom Ibnur seorang Maestro Kebudayaan Melayu yang menampilkan ragam tarian dan gerakan khas Melayu.

Tak hanya itu, artis Cornelia Agatha juga hadir meramaikan panggung Galeri Indonesia Kaya dengan membawakan musikalisasi puisi berjudul ‘Rose’ karya Rida K. Liamsi dan puisi karya Amir Hamzah berjudul ‘Cinta’.

Paul Agusta seorang sutradara yang juga merupakan putra dari penyair Leon Agusta juga turut membawakan sebuah puisi karya Ayahnya yang berjudul ‘Ya, Kita Memerlukan Seorang Kekasih’ dan ‘Perjalanan Senjakala’.

Paul Agusta membacakan karya dari Leon Agusta berjudul ‘Ya Kita Memerlukan Seorang Kekasih’ dan ‘Perjalanan Senjakala’. Foto: ID
Paul Agusta membacakan karya dari Leon Agusta berjudul ‘Ya Kita Memerlukan Seorang Kekasih’ dan ‘Perjalanan Senjakala’. Foto: ID

Pertunjukan ini kemudian ditutup dengan dibawakannya sebuah lagu karya P. Ramlee yang berjudul ‘Manusia’.

Menurut Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, sebagai sutradara avant garde sinema Indonesia pasca 1990, Garin Nugroho sangat beragam, mulai dari film cerita, iklan, dokumenter, video, musik, teater, visual art, juga menulis dan menerbitkan beragam buku.

“Kali ini Galeri Indonesia Kaya menggandeng Garin Nugroho dalam monolog Kisah Cinta dari Tanah Melayu untuk menuangkan gagasan dan ide tentang keindahan cinta, budaya dan kebangsaan dari Tanah Melayu. Semoga penikmat seni yang hadir pada hari ini dapat terhibur dalam pertunjukan ini,” tandas Renita. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY