rumah-belajar-id.blogspot.com

Gulalives.co, Depok – Sebagai manusia, pasti kita sering meminta sesuatu yang menjadi harapan kita dengan berdoa. Seperti meminta kebahagiaan, rezeki yang halal, kesehatan, dan juga keselamatan di dunia dan akhirat. Kita selalu meminta kebaikan yang banyak pada Allah dalam setiap doa yang kita panjatkan.

Sebenarnya, berdoa dapat dilakukan dengan kata-kata yang dapat disesuaikan dengan kita. Namun berdoa seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah sudah pasti memiliki keutamaan tersendiri. Kata ‘Aisyah r.a.:”Nabi SAW menyukai doa-doa yang padat dan berisi, dan meninggalkan doa-doa yang tidak demikian halnya.”

Berikut ini adalah adab berdoa yang dicontohkan oleh Rasulullah.

1. Mencari waktu yang mustajab

eph219.com
eph219.com

Berdoa yang dicontohkan Rasulullah adalah berdoa dengan mencari waktu yang mustajab, seperti hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

infominati.blogspot.com
infominati.blogspot.com

Keadaan-keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka.

Hal tersebut dijelaskan di beberapa dalil berikut ini.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu mengatakan, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklahberdoa.” (HR. Muslim)

3. Berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan

menatahidup.com
menatahidup.com

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)

Rasulullah juga mencontohkan untuk membaca doa sambil mengangkat tangan, namun beliau tidak mencontohkan melihat ke atas ketika berdoa.

Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani)

4. Berdoa dengan suara lirih dan tidak dikeraskan

rumah-belajar-id.blogspot.com
rumah-belajar-id.blogspot.com

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT, “Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

Dalam dalil selanjutnya, Allah bahkan memuji Nabi Zakariya as, yang berdoa dengan penuh khusyu dan suara lirih.

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

Allah SWT juga berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Jangan membaca doa dengan keras atau bahkan berteriak. Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

5. Tidak dibuat bersajak

plus.kapanlagi.com
plus.kapanlagi.com

Dikatakan bahwa doa yang terbaik adalah doa yang ada di dalam Al-Quran dan sunah.

Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Yang dimaksud dengan berlebih salah satunya adalah berdoa dengan dipaksakan bersajak.

6. Berdoa dengan khusyu, merendahkan hati, dan penuh harap

muslim.or.id
muslim.or.id

Allah berfirman, “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoakepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

7. Memantapkan hati dalam berdoa dan keyakinan untuk dikabulkan

www.indopositive.org
www.indopositive.org

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara bentuk yakin ketika berdoa adalah hatinya sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu pada Allah. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani)

Karena banyak orang yang lalai dalam berdoa, bahkan tidak mengetahui apa yang mereka doakan. Hal tersebut dikarenakan tidak paham dengan bahasa Arab, sehingga mereka hanya mengucapkan doa tersebut tanpa direnungkan isinya.

8. Mengulang doa

lupekanje.blogspot.com
lupekanje.blogspot.com

Mengulang doa yang diinginkannya merupakan suatu tanda kesungguhan dalam berdoa. Ibn Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (HR. Muslim)

9. Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan dan menjauhi rasa tidak yakin

islamdnet.blogspot.com
islamdnet.blogspot.com

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sikap tergesa-gesa dikabulkan, tetapi doanya tak kunjung dikabulkan tersebut menyebabkan ia menjadi malas berdoa. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?” Beliau bersabda, “Orang yang berdoa ini berkata, ‘Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan’. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

10. Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah

www.dagelanmeme.com
www.dagelanmeme.com

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda, “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

11. Perbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah

tarbawiyah.com
tarbawiyah.com

Mendekatkan diri pada Allah merupakan cara agar mendapatkan cintanya Allah. dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Amalan yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi..” (HR. Bukhari)

12. Hindari mendoakan keburukan

usetyo.wordpress.com
usetyo.wordpress.com

Dari Jabir radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud)

Karena Allah tidak menyukai seseorang yang mendoakan keburukan bagi orang lain, Allah SWT berfirman, “Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)

13. Menghindari makanan dan harta haram

www.genq.com.my
www.genq.com.my

Hal ini dikarenakan hal-hal tersebut dapat menjadi sebab tertolaknya doa. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. Dan Allah juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya?” (HR. Muslim)

loading...

LEAVE A REPLY