bayi stress_gayahidup.republika.co.id

Gulalives.co, SEMARANG – Bunda, suara bayi yang menangis memiliki maknanya tersendiri. Tangisan adalah cara utama bagi bayi dalam meminta sesuatu pada orang di sekitarnya, terutama kedua orang tuanya. Meski begitu, kadang tidak mudah untuk menebak keinginan bayi lewat tangisannya. Seiring berjalannnya waktu, biasanya ibu akan paham mengapa anaknya menangis dan sudah tahu mesti berbuat apa.

1. Popok basah

Ibu perlu memberikan jawaban yang benar sesuai usia anak saat ia menanyakan asal bayi.
Ibu perlu memberikan jawaban yang benar sesuai usia anak saat ia menanyakan asal bayi.

Umumnya yang pertama kali dilihat saat bayi menangis adalah apakah popoknya basah. Kalau ternyata tidak, baru dicari penyebab lainnya. Orangtua bisa melihat sekilas atau menyentuhnya untuk memastikan. Cirinya, tangisannya berirama teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ini terjadi karena bayi merasa risih/tidak nyaman dengan popoknya yang basah.

Adapun, cara penanganan adalah dengan melepaskan popok/baju basahnya, setelah itu biasanya tangisnya akan mereda. Bersihkan bekas BAK/BAB-nya dengan kapas bulat yang dibasahi. Setelah bersih, aliri dengan air, lalu bersihkan area sekitarnya, dan keringkan. Ganti popoknya dengan yang bersih.

2. Lapar

Gambar via: www.huffingtonpost.com
Gambar via: www.huffingtonpost.com

Di usia ini bayi masih mendapat ASI eksklusif, karenanya saat bayi menangis, orangtua harus ingat kapan terakhir ia memberikan ASI. Kalau sudah 1—2 jam sebelumnya, besar kemungkinan bayi sudah lapar lagi.

Cirinya adalah tangisan lapar hampir sama dengan saat popoknya basah, yakni iramanya teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ciri lain yang bisa dilihat sebelum bayi menangis karena lapar adalah mulutnya membuka-buka, seakan-akan mencari puting susu ibu.

Untuk menanganinya, segera angkat bayi dan berikan ASI. Bayi yang menangis karena lapar umumnya langsung diam saat mendapat ASI. Ia akan meminum dengan rakus. Mengenai cara memberikan ASI, lihat h. 13 tentang menyusui.

3. Sakit

Membedong memang disarankan, namun sebaiknya tidak terlalu ketat. Foto: Theguardian.
 Foto: Theguardian.

Boleh jadi bayi menangis karena sakit. Adapun cirinya adalah tangisan karena sakit sedikit berbeda dari tangisan di atas. Bayi yang sakit umumnya akan menangis dengan suara keras/melengking, berhenti sebentar, lalu menangis lagi. Ada juga yang tangisannya serupa rintihan. Intinya, orangtua harus jeli bila tangis bayi terdengar tidak seperti biasanya.

Untuk cara menangani adalah coba pegang tubuhnya apakah terasa hangat, ada luka atau sesuatu yang tidak biasa. Untuk meredakan tangisnya, gendong dan berikan pelukan hangat. Bila si kecil tetap rewel, segera bawa ke dokter untuk memastikan dan mendapat penanganan yang tepat.

4. Lelah

mandi bayi_www.alodokter.com
mandi bayi_www.alodokter.com

Meskipun belum banyak beraktivitas, bukan tak mungkin bayi merasa kelelahan. Ini bisa terjadi saat ada perayaan tertentu untuk menyambut kelahirannya atau saat keluarga berkumpul, sehingga banyak yang menimang bercanda atau bahkan sekadar suasana yang tidak seperti biasanya, semisal banyak orang di rumah sehingga suasana gaduh. Cirinya adalah tangis kelelahan serupa dengan rewel, ada gangguan sedikit saja ia langsung merengek.

Sehingga, penenangannya adalah ganti pakaiannya dengan pakaian bersih/kering, masuk ke kamar yang suasananya tenang/tidak bising, atur suhu kamar supaya tidak terlalu panas/dingin, berikan usapan lembut di punggung, nina bobokkan dan biarkan ia tidur lelap. Setelah terbangun biasanya rasa lelahnya pun hilang.

5. Kolik

urine Bayi_www.solusisehatku.com
urine Bayi_www.solusisehatku.com

Kolik adalah kondisi bayi merasa kesakitan. Satu dari 5 bayi mengalami kolik.Cirinya adalah tangisannya serupa dengan tangis sakit, ditambah mukanya kemerahan, perutnya tegang, menarik-narik kaki, dan mengepalkan tangan.

Untuk menanganinya adalah coba gendong dan ayun-ayun dengan lembut, usap tubuhnya perlahan terutama bagian perut atau punggung seperti hendak menyendawakan, senandungkan lagu-lagu berirama lembut supaya ia tenang. Kalau belum teratasi juga, bawa ke dokter.

6. Kedinginan atau kepanasan

Ilustrasi memijat bayi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi memijat bayi. (Foto: Shutterstock)

Bayi yang kepanasan atau kedinginan umumnya juga bereaksi dengan menangis. Dengan ciri tangisannya serupa rintihan. Pastikan, apakah suhu ruangan memang tidak sesuai. Bayi yang kepanasan bisa dilihat dari pakaiannya yang basah karena keringat.

Untuk menangani, bila bayi kepanasan, ganti pakaiannya yang basah, ajak duduk-duduk di halaman untuk merasakan kesejukan udara. Kalau di rumah ada pendingin rungan, atur suhunya supaya bayi merasa nyaman dan tidak kepanasan. Bila bayi kedinginan, gendong dengan kain lebar sehingga ia merasakan kehangatan. Bagi bayi, kehangatan sangat penting karena selama 9 bulan dalam kandungan ia selalu merasakan kehangatan.

7. Kaget

Ibu dan bayi. Sumber: newbabywallpapers.com
Ibu dan bayi. Sumber: newbabywallpapers.com

Suara yang terlalu keras akan mengagetkan bayi dan menyebabkannya menangis. Tak hanya itu, orang dewasa yang terlalu bersemangat mengajaknya bermain, pelukan/gendongan/dekapan yang terlalu kuat juga bisa membuatnya kaget hingga menangis.Cirinya adalah suara tangisan karena kaget umumnya langsung melengking keras layaknya orang kaget.

Adapun cara menanganinya adalah gendong, berikan pelukan hangat dan tenangkan bayi dengan mengusap-usap punggungnya. Setelah merasa tenang dan kekagetannya hilang, umumnya bayi akan berhenti menangis.

8. Minta perhatian Ibu karena ingin dibelai

Bagaimana Cara Menenangkan Bayi yang Terus Menangis 4Ini adalah tangisan manja. Kebanyakan masalah tersebut bisa diatasi dengan cepat dan mudah, dan begitu si Kecil mendapatkan respon yang dia inginkan, dia akan dengan cepat tenang kembali. Jika tangisan si Kecil terlihat tidak biasa atau berlangsung terlalu lama, maka bicaralah kepada dokter Ibu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY