Gambar via: wikr.com

GULALIVES.com, Depok- Jepang merupakan salah satu negara maju di benua Asia. Kemajuan negeri ini bukan hanya dikarenakan sektor kehidupannya yang unggul namun karena kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya yang patut diacungi jempol. Mereka dikenal sebagai masyarakat teladan yang tertib dan sopan. Ketertiban dan kesopanan ini bahkan telah ditanamkan sejak usia dini. Contoh nyatanya pada anak-anak SD di Jepang.

Sebuah SD di Saitama, Jepang dari kejauahan seperti tak ada bedanya dari sekolah-sekolah dasar lainnya, bahkan dari SD di Indonesia. Namun tradisi makan siang bersama masih diberlakukan di sekolah ini. Ya, di Jepang, sekolah wajib menyediakan makan siang untuk siswa-siswi SD. Di dalam sekolah terdapat dapur besar dengan lima karyawan. Kebersihan sangat dijaga selama proses memasak, mulai dari menggunakan pakaian steril sampai alat-alat yang digunakan untuk memasak. Setiap harinya ke-lima karyawan ini memasak menu sehat untuk disantap 682 siswa-siswi dari kelas 1 sampai kelas 6. Panci-panci berukuran raksasa dikeluarkan, siap untuk memasak berbagai menu makanan.

Hebatnya, bahan-bahan makanan yang dibuat untuk makan siang didapat dari hasil kebun sekolah. Kebun yang terletak di belakang sekolah ditanami langsung oleh siswa-siswi.

Gambar via: www.japantimes.co.jp
Siswa-siswi bercocok tanam di kebun sekolah. Gambar via: www.japantimes.co.jp

Tanaman yang ditanam berupa umbi-umbian seperti ubi dan kentang sampai tanaman padi pun ada. Setelah panen, bahan makanan berupa kentang atau ubi dimasak untuk dinikmati bersama siswa-siswi lainnya. Menu makanan berupa nasi atau roti, sup, lauk pauk dan susu.

Menu sehat makan siang anak Jepang. Gambar via: whatsforschoollunch.blogspot.com
Menu sehat makan siang anak Jepang. Gambar via: whatsforschoollunch.blogspot.com

Di sekolah hanya menyediakan alat makan berupa tray dan mangkuk, sehingga sumpit dan gelas harus dibawa siswa-siswi sendiri. Mereka juga membawa taplak untuk mengalas meja mereka supaya makanan tidak berantakan dan tak lupa sikat gigi. Hal yang mengejutkan lainnya adalah, mereka menyajikan makan siang sendiri. Setiap harinya beberapa siswa-siswi yang membentuk regu piket makan siang pergi mengambil alat makan dan troli berisi makan siang. Tak lupa mereka berterima kasih pada karyawan yang membuat makan siang.

Regu piket makan siang membagikan makanan. Gambar via: wikr.com
Regu piket makan siang membagikan makanan. Gambar via: wikr.com

Setiap siswa-siswi mengenakan pakaian sejenis apron dengan topi yang menutupi rambut juga masker sebelum makan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan makanan sampai waktunya disantap. Regu piket makan siang ini juga yang membagikan makan siang kepada teman-teman lainnya. Meja-meja lalu digabungkan dan mereka makan saling bertatap muka. Saat makan siang suasana kekeluargaan sangat kental terasa. Bahkan wali kelas duduk bersama menyantap makanan. Makanan harus habis, jika tersisa maka siswa-siswi saling suit untuk menunjuk siapa yang mendapat makanan lebih siang itu.

Kebersamaan kental terasa saat makan siang bersama. Gambar via: www.japantimes.co.jp
Kebersamaan kental terasa saat makan siang bersama. Gambar via: www.japantimes.co.jp

Setelah menyantap makan siang, siswa-siswi menggosok gigi bersama. Namun acara makan siang tidak berakhir sampai di sana. Mereka merapikan sendiri alat makan yang digunakan, setelah itu dengan tertib mendaur ulang sampah makan mereka. Karton susu dibuka kemudian dicuci dan sampahnya dikelola bersama. Kebiasaan mengolah sampah di Jepang memang sudah lama dibiasakan, hal ini tentunya untuk mencegah pemanasan global berlanjut.

Usai mengembalikan alat makan ke dapur sekolah, siswa-siswi membersihkan kelas mereka. Tidak hanya kelas, tetapi juga koridor, kamar mandi bahkan tangga sekolah. Anda pasti terkejut dengan kenyataan bahwa jarang ada petugas kebersihan di sekolah Jepang karena siswa-siswi dididik untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar mereka. Mereka diberi waktu 20 menit dalam sehari untuk membersihkan sekolah. Setelah semua bersih, meja-meja kembali diatur dan mereka memulai pelajaran berikutnya.

Anda bisa menyaksikan cuplikan tradisi makan siang di SD Jepang lewat video berikut!

Tradisi makan siang bersama di Jepang sangat melatih anak untuk mandiri dan menghargai setiap butir nasi yang mereka makan. Kebersamaan juga kental terasa ketika makan bersama, bagaimana mereka mengobrol dan tak jarang mendiskusikan kegiatan sekolah bersama wali kelas. Ternyata makan siang saja menanamkan nilai-nilai penting yang belum tentu ada di pelajaran sekolah. Semoga kelak di Indonesia hadir tradisi yang mendidik seperti ini. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY