Gudeg manggar, yang merupakan warisan Keraton yang mulai sulit ditemukan.

Gulalives, co, Depok – Kalau umumnya gudeg dibuat dari nangka muda, kali ini gulalives bakal memperkenalkan varian gudeg lain. Yaitu, gudeg manggar. Manggar adalah bunga pohon kelapa yang masih muda. Konon, gudeg manggar pertama diperkenalkan hanya dilingkungan Keraton Yogjakarta. Tentu saja yang bisa menikmati gudeg manggar adalah hanya keluarga keraton. Belakangan, keluarga keraton mewariskan resep manggar ini kepada masyarakat Jogja. Namanya juga makanan keluarga keraton, soal cita rasa, kuliner Jogja yang satu ini tak perlu diragukan lagi. Biasanya, gudeg manggar dihidangkan bersama sambal goreng krecek pedas spesial, opor ayam kampung  tahu tempe bacem yang pasti enak. Berikut adalah cara memasak gudeg manggar lengkap dengan takaran bumbu dan bahan yang dibutuhkan.

Gudeg manggar, yang merupakan warisan Keraton yang mulai sulit ditemukan.
Gudeg manggar, yang merupakan warisan Keraton yang mulai sulit ditemukan.
Bahan untuk resep gudeg manggar, kuliner Jogja warisan keraton:
1. 1 kilogram maggar.
2. 1 liter santan kental yang dibuat dari 1 butir kelapa.
3. Minyak sayur secukupnya untuk menumis.
Bumbu gudeg manggar:
1. 2 lembar daun salam.
2. Lengkuas seukuran 2 sentimeter, dimemarkan.
3. 150 gram tempe semangit (tempe yang hampir basi), potong dengan bentuk dan ukuran sesuai selera.
4. 200 gram gula merah, disisir supaya mudah larut.
5. Garam dan lada putih bubuk secukupnya.
Bumbu gudeg manggar yang dihaluskan:
1. 50 gram bawang putih.
2. 100 gram bawang merah.
3. 2 sendok makan ketumbar.
4. 30 gram kemiri.
Cara memasak gudeg manggar, kuliner Jogja warisan keraton:
1. Panaskan minyak sayur untuk menumis.
2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum dan matang.
3. Masukkan manggar, tumis sampai tercampur rata.
4. Tuangkan santan serta masukkan gula merah, garam, dan lada putih bubuk, masak menggunakan api kecil sambil diaduk sampai matang dan meresap, angkat.
5. Pindah ke wadah saji, gudeg manggar siap dihidangkan bersama aneka resep masakan pelengkapnya seperti yang sudah disebut di atas.

Diciptakan Puteri Raja Mataram sebagai Resep Kecantikan

Dahulu Gudeg Manggar dijadikan sebagai resep kecantikan putri Kerajaan Mataram
Dahulu Gudeg Manggar dijadikan sebagai resep kecantikan putri Kerajaan Mataram

Puteri Pembayun atau puteri Panembahan Senapati Raja Mataram yang mendapat julukan Nyai Ageng Mangir Wonobudoyo adalah pencipta gudeg Manggar pada ratusan tahun lalu. Konon, barang siapa menyantap gudeg Manggar, aura keraton akan melingkupi diri Santap Mania! Bagaimana itu bisa terjadi, ya?

Mayanglah kunci gudeg Manggar jadi kuliner Jogja yang spesial. Jika biasanya gudeg memakai nangka sebagai bahan utama, gudeg ini memakai mayang atau bunga kelapa. Manggar jika dicampur dengan daging ayam akan membuat aroma dan rasa gudeg semerbak dan tak ada yang menandinginya. Keluarga keraton secara turun temurun telah menikmati gudeg Manggar.

GUDEG untuk KECANTIKAN

Gudeg Manggar. Foto/ Kompas: Totok Wijayanto
Gudeg Manggar. Foto/ Kompas: Totok Wijayanto

Mooryati Sudibyo sebagai kerabat Keraton Jogja dan pemilik usaha kecantikan tradisional telah mempromosikan gudeg Manggar ke seluruh dunia. Ia mengatakan menu masakan ini menimbulkan kecantikan luar dan dalam. Wajah si penyantap akan bercahaya dan klimis dalam bahasa Jawanya.

Pengolahan gudeg Manggar punya tingkat kerumitan yang tinggi karena dalam memilih bunga kelapa tidak boleh sembarangan. Hanya pohon kelapa yang kurang produktif yang manggarnya boleh diambil dan berada di daerah kurang subur. Dengan manggar yang diambil, pohon kelapa akan kembali rajin berbuah dengan daun yang semakin lebar.

Usaha gudeg Manggar tidak banyak yang menekuni karena sulitnya mencari manggar ketimbang nangka yang umum di pasaran. Jadi, rasa gudeg Manggar terasa spesial dan Santap Mania akan terkesima olehnya.

FESTIVAL GUDEG MANGGAR untuk DUNIA

Gudeg Jogja

Sangat jarang satu jenis makanan dijadikan sebuah festival! Gudeg Manggar lah yang punya festival tersendiri yang digelar di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Jogja. Festival gudeg yang telah mendunia ini diikuti oleh lebih dari dua puluh lima pembuatnya yang tersebar di seluruh Jogja. Rasa dan penyajiannya tentu beraneka ragam sesuai dengan kreativitas pembikinnya.

Dari festival ini, panitia mengharapkan keberadaan gudeg Manggar yang merupakan salah satu ikon kuliner Jogja paling bersejarah tetap terjaga baik rasa maupun pamornya.

Beberapa warung yang masih menyajikan gudeg Manggar terdapat di sudut Kota Jogja diantaranya Gudeg Manggar Bu Tinur di Jalan Monumen Jogja Kembali No. 197.  Jangan lewatkan untuk mencicipi gudeg Manggar yang dikenal pula sebagai “Kuliner Perlawanan” karena sejarahnya waktu itu sebagian rakyat Bantul pada masa Perang Diponegoro melawan kekuasaan Sultan Hamengku Buwono yang mereka anggap memihak kepentingan Hindia-Belanda.

loading...

LEAVE A REPLY