www.elmina-id.com

Gulalives.co, Depok – Pernahkah Anda merasa kesulitan dalam menentukan pilihan, mana yang terbaik buat Anda? Menentukan pilihan bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Hal ini memang merupakan tanda bahwa manusia terbatas ilmu dan juga pengetahuan. Karena manusia memang tidak pernah tau apa yang terbaik untuk dirinya di masa depan nanti. Di saat itulah, manusia menggunakan beraneka ragam cara untuk menentukan pilihan tersebut.

www.genq.com.my
www.genq.com.my

Dulu saat masa jahiliyah, terdapat dua cara yang banyak digunakan orang untuk memohon petunjuk atau istikharah. Yang pertama, dengan menggunakan azlam, semacam anak panah kecil yang berjumlah 3. Yang bertuliskan ‘Allah ridha’, ‘Allah tidak ridha’, dan yang kosong. Jika mereka memiliki suatu rencana, maka mereka akan memasukkan 3 biji anak panah ini ke dalam wadah, lalu ia bawa untuk melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian ia kocok 3 biji anak panah tersebut. Jika yang keluar adalah ‘Allah ridha’, mereka akan melanjutkan rencananya. Sebaliknya, jika yang keluar ‘Allah tidak ridha’, mereka akan urungkan rencananya. Dan jika yang keluar kosong, mereka ulangi lagi seperti cara pertama.

Kemudian cara yang kedua adalah dengan menggertak burung. Ketika mereka akan melakukan suatu perjalanan, maka mereka akan menggertak burung. Jika burung tersebut terbang ke arah kanan, mereka optimis diberkahi. Jika terbang ke kiri, mereka pesimis untuk melanjutkan perjalanannya.

Ketika Islam datang, cara-cara yang bodoh semacam ini kemudian dihilangkan. Karena cara jahiliyah semacam itu telah memposisikan manusia terlihat lebih bodoh dari pada binatang. Kemudian Islam mengajarkan cara istikharah, yang menggambarkan ketergantungan makhluk kepada penciptanya. Karena Allah lah satu-satunya yang mengetahui segala yang telah terjadi ataupun yang belum terjadi. Maka Islam mengajarkan memilih dengan cara shalat istikharah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa.”

Namun bagaimana jika seorang perempuan sedang haid? Apa yang harus ia lakukan jika ia butuh istikharah sedangkan ia sedang haid?

www.elmina-id.com
www.elmina-id.com

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan, Orang yang tidak bisa melakukan istikharah dengan shalat dan doa sekaligus, seperti wanita haid atau nifas, maka dia boleh melakukan istikharah dengan doa saja. Ini merupakan pendapat madzhab Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafiiyah. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 16125)

Hal ini dikarenakan, sejatinya, inti istikharah adalah doa. Memohon kepada Allah, agar ia memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Dan doa tersebut bisa dipanjatkan tanpa didahului dengan shalat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar istikharah dilakukan setelah shalat dua rakaat, karena doa yang didahului dengan shalat adalah doa yang mustajab. Sehingga jika perempuan tidak memungkinkan untuk shalat, maka mereka bisa melakukan istikharah dengan berdoa saja. Karena Allah telah menjanjikan dalam firman-Nya, (yang artinya), ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya kukabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60). (MD)

loading...

LEAVE A REPLY