Gambar via: www.ibtimes.co.uk

GULALIVES. com, Depok- Anak tumbuh dengan sehat merupakan impian bagi setiap orangtua di dunia. Ditambah dengan sehatnya tubuh anak, membuat mereka dapat lebih berprestasi di likungan sekolah. Singkatnya kesehatan merupakan hal yang paling terpenting bagi kehidupan, khususnya untuk anak-anak sekalipun. Namun, tak sedikit orangtua beranggapan bahwa anak cukup sehat secara fisik saja. Padahal kesehatan mental anak juga harus diperhatikan demi kelancaran tumbuh kembahnya. Parahnya, kesehatan mental anak bersifat kasat mata. Beberapa anak bahkan menyembunyikan gangguan mentalnya dengan sedemikian rupa hingga orangtuanya tidak dapat mendeteksi apa yang salah pada dirinya. Maka dari itu penting mengenal gejala-gejala gangguan mental pada anak, seperti apa sih?

  1. Mengalami gangguan tidur

Gambar via: www.betterparenting.com
Gambar via: www.betterparenting.com

Anak-anak seharusnya menghabiskan 10 jam dari waktunya untuk istirahat. Waktunya terbagi menjadi dua tidur siang dan delapan jam tidur malam. Namun, Anda wajib waspada jika anak menjadi sulit tidur. Ia jadi sering membuat banyak alasan untuk tidak tidur. Hal ini bisa saja dikarenakan setiap tertidur ia mengalami mimpi buruk. Anak jadi takut tertidur karena ia enggan mengalami mimpi yang menyiksa dirinya. Gangguan tidur ini termasuk ke dalam gejala gangguan mental. Kurangnya waktu istirahat dapat membuat anak tidak semangat dalam beraktivitas. Jika dibiarkan, emosi anak tidak dapat dikendalikan. Emosi yang tidak dapat dikendalikan inilah yang mengantarkannya pada  gangguan mental.

  1. Mood berubah dalam jangka waktu yang lama

Gambar via: helpmykidz.xyz
Gambar via: helpmykidz.xyz

Mood anak dikenal sering sekali berubah-ubah. Detik ini mereka bisa tertawa terbahak-bahak namun detik kemudian ia bersedih lalu kembali ceria lagi. Walaupun  terlihat sepele , perubahan mood pada anak ini wajib menjadi perhatian orangtua. Jika anak mulai menunjukan perubah an mood yang berlangsung lama, orangtua harusnya khawatir. Mengapa? Menurut The National Institute of Mental health, perilaku yang gembira berlebihan atau mania dan perasaan sedih berkepanjangan dapat menjadi salah satu gejala dini gangguan mental berupa bipolar. Bipolar sendiri adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, tingkat aktivitas, energi dan kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan cara yang tak biasa.

  1. Anak sulit berkonsentrasi

Gambar via: www.avensonline.org
Gambar via: www.avensonline.org

Saat usia dini, memang konsentrasi anak d ikenal mudah buyar. Dikatakan bahwa mereka hanya dapat berkonsentrasi pada suatu hal kurang lebih lima menit setelah itu perhatian mereka mulai teralihkan oleh hal ini. Namun orangtua perlu memerhatikan bila anak menunjukan  kesulitan dalam berkonsentrasi. Ia menjadi lebih suka bermain daripada  belajar. Anak merasa belajar butuh tingkat konsentrasi  yang tinggi namun dia sendiri sangat sulit untuk sekedar berkonsentrasi pada satu hal. Sulitnya konsentrasi dapat berupa  gejala awal ADHD sebuah kondisi dimana penderitanya hiperaktif, impulsive serta sulit memusatkan perhatian. ADHD sering terjadi pada anak dan perlu ditangani dengan segera.

  1. Cemas dan takut berlebihan

Gambar via: refocusministry.org
Gambar via: refocusministry.org

Rasanya aneh jika melihat anak-anak cemas. Anak-anak seharusnya bermain dengan gembira tanpa perlu memikirkan apa-apa. Maka dari itu, jika anak menjadi cemas dan takut secara berlebihan orangtua patut curiga.  Perhatikan jika ia mulai takut pergi sekolah atau cemas jika harus naik kendaraan. Kecemasan dan ketakutan berlebihan dapat berakibat fatala jika dibiarkan. Salah satunya anak-anak dapat terken gangguan anxietas atau cemas berlebihan yang mengganggu aktivitas sehari-harinya.

  1. Perubahan fisik yang drastis

Gambar via: www.huffingtonpost.com
Gambar via: www.huffingtonpost.com

Orangtua jangan lantas berbangga hati jika anaknya mengalami kenaikan berat badan. Bisa saja hal ini menjadi salah satu gejala gangguan mental.  Diperkirakan 80 persen orang yang mengalami gangguan mental mengalami obesitas  atau kegemukan. Bisa saja anak-anak diam-diam mengalami depresi yang tidak dapat mereka utarakan  kepada orang-orang sehingga melampiaskannya dengan makan berlebihan atau stress eating. Depresi ini bukan tanpa alasan, mungkin anak-anak mengalami gangguan di sekolah atau bahkan mereka melihat salah satu anggota keluarganya terutama  orangtua.

  1. Perilaku yang berubah secara ekstrim

Gambar via: blog.dc4k.org
Gambar via: blog.dc4k.org 

Jika anak tiba-tiba suka membangkang, orangtua perlu khawatir. Apalagi biasanya  anak merupakan anak yang baik dan menurut pada orangtua. Biasanya gangguan ini dimulai pada saat anak-anak menginjak umur delapan tahun atau sebelum masuk usia remaja. Mereka yang tiba-tiba mengalami perubahan sikap secara ekstrim dapat terkena gangguan bipolar. Maka penanganan harus segera dilakukan.

Jika anak menunjukan gejalan-gejala  ini, orangtua wajib khawatir. Hal ini menghindari dirinya kelak mengalami gangguan mental yang lebih serius. Penanganan pada anak yang mulai mengalami gejala-gejala ini adalah mulai memberikan perhatian khusus padanya atau dengan meminta bantuan dari psikolog anak yang lebih memahami seluk beluk gangguan mental pada anak.(AH)

loading...

LEAVE A REPLY