www.arrahmah.com

Gulalives.co, Depok – Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuturkan bahwa ada empat pintu masuk maksiat pada manusia. Pintu apa sajakah itu?

1. Al-Lahazhat (Pandangan Pertama)

wallpoper.com
wallpoper.com

Pandangan adalah salah satu “provokator” syahwat. Maka dari itu, menjaga pandangan merupakan hal penting dalam usaha menjaga kemaluan. Maka barang siapa yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, niscaya dia akan menjerumuskan dirinya sendiri pada jurang kebinasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu ikuti pendangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” (HR. At Turmudzi, hadits hasan ghorib).

Dan di dalam musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam, beliau bersabda: “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ihlas karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai padahari kiamat.” (HR. Ahmad).

Beliau juga bersabda: “Palingkanlah pandangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian.” (HR. At Thobrani dalam Almu’jam al kabir).

Pandangan dikatakan sebagai asal muasal seluruh musibah yang menimpa manusia. Karena berawal dari pandangan, kemudian akan timbul pikiran yang melahirkan syahwat.

2. Al Khatharat (Pikiran yang Melintas di Benak)

vorneto.wordpress.com
vorneto.wordpress.com

Di dalam benak adalah tempat bermulanya aktivitas, yang baik ataupun buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan (untuk melakukan sesuatu) yang akhirnya berubah menjadi tekad yang bulat. Maka siapapun yang bisa mengendalikan pikiran-pikiran yang terlintas di benaknya, maka dia akan mampu mengendalikan diri dan menundukkan hawa nafsunya. Namun jika seorang tidak bisa mengendalikan pikiran di benaknya, maka hawa nafsu akan menguasainya.

3. Al Lafazhat (Ungkapan Kata-Kata)

www.arrahmah.com
www.arrahmah.com

Menjaga ungkapan kata-kata ini adalah dengan mencegah keluarnya kata-kata atau ucapan dari lidah yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai. Bila ingin berbicara, hendaklah seseorang melihat dulu, apakah ada manfaat dan keuntungannya atau tidak? Bila tidak ada keuntungannya, maka ia lebih baik menahan lidahnya untuk berbicara.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang, maka lihatlah ucapan yang keluar dari lidahnya, ucapan itu akan menjelaskan kepada Anda apa yang ada dalam hati seseorang.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab “Mulut dan kemaluan” (HR. Turmudzi, dan ia berkata: hadits ini hasan shoheh).

Dalam shaheh Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengatakan yang baik-baik atau diam saja.”

4. Al Khuthuwat (Langkah Nyata Untuk Sebuah Perbuatan)

www.pedidikanindonesia.com
www.pedidikanindonesia.com

Maksiat bisa dicegah dengan komitmen seorang hamba untuk tidak menggerakkan kakinya kecuali untuk perbuatan yang bisa mendatangkan pahala dari Allah SWT. Bila ternyata langkah kakinya itu tidak akan menambah pahala, maka ia segera urungkan langkah tersebut, hal ini tentu akan lebih baik bagi dirinya.

Sebenarnya bisa saja seseorang memperoleh pahala dari setiap perbuatan mubah yang dilakukannya dengan cara meniatkannya untuk Allah SWT, dengan demikian maka seluruh langkahnya akan bernilai ibadah.

Itulah keempat pintu masuknya maksiat pada manusia. Semoga kita termasuk hamba yang selalu menjaga agar pintu-pintu tersebut tetap tertutup dari masuknya maksiat pada diri kita. Aamiin. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY