Gambar via: mothercitymom.com

GULALIVES.com, Depok- Di era modern ini banyak wanita yang berlomba-lomba untuk menyamakan dirinya dengan pria. Baik di bidang pendidikan, taraf hidup dan karir, kini wanita tidak mau kalah dengan pria. Namun, tak sedikit pula wanita yang menyampingkan ambisinya untuk menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT). Walau sudah mengenyam pendidikan tinggi, mereka justru lebih memilih di rumah merawat rumah dan keluarganya. Tak sedikit cibiran datang kepada para wanita-wanita ini. Bagi orang luar, menjadi IRT adalah tugas yang mudah karena menghabiskan banyak waktu di rumah. Padahal menjadi IRT bukan hal yang mudah untuk dijalani. Lantas mengapa wanita-wanita ini lebih memilih meninggalkan ambisinya dan menjadi IRT?

  1. Mengurus anak

Gambar via: muslimobserver.com
Gambar via: muslimobserver.com

Anak merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa sehingga merupakan tugas orangtua untuk merawat anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang. Walaupun kini telah banyak tawaran dan fasilitas yang mendukung untuk merawat anak, banyak wanita yang sepertinya tak rela anaknya dirawat oleh orang lain. Mereka tak ingin melewatkan perkembangan anak yang terjadi di setiap hari. Lagi pula, tidak ada orang lain yang benar-benar mengurus anak dengan ikhlas dan kasih sayang selain ibunya sendiri. Lainnya, di zaman ini kejahatan pada anak semakin meningkat dalam bentuk bermacam-macam. Sehingga peran ibu sangat penting untuk membimbing dan mengawasi anak-anaknya agar tak menjadi korban kejahatan.

  1. Anak tumbuh baik dan berhasil merupakan imbalan terbesar bagi ibu

Tidak ada yang bisa membayar kebanggaan seorang ibu saat melihat anaknya berhasil. Gambar via: blogs.ams.org
Tidak ada yang bisa membayar kebanggaan seorang ibu saat melihat anaknya berhasil. Gambar via: blogs.ams.org

Bagi seorang ibu, tidak ada imbalan yang lebih besar dibandingkan melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat dan baik. Betapa bangganya mereka melihat anak berhasil karena dari tangannya sendiri ia merawat dan mengurus anak-anaknya sendiri. Anda perlu tahu, tidak ada guru yang lebih baik dibandingkan seorang ibu yang mengajarkan anaknya di rumah.Tanpa disadari, banyak pelajaran yang tidak akan didapatkan di sekolah maupun bimbingan belajar yang hanya bisa diberikan oleh ibu kepada anaknya.

  1. Merupakan tugas mulia, mendapat imbalan pahala dari Allah SWT

Gambar via: www.rawstory.com
Gambar via: www.rawstory.com

Orang boleh beranggapan negatif kepada wanita-wanita yang memilih menjadi IRT,  namun mereka tak tahu bahwa menjadi IRT merupakan tugas yang mulia. Saking mulianya, Allah SWT memberikan pahala untuk mereka. Bahkan telah Nabi Muhammad SAW telah memberika pesan kepada putrinya, Fathimah yang berbunyi, “Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan paala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang”.

  1. Suami sudah mencukupi kebutuhan

Gambar via: abiummi.com
Gambar via: abiummi.com

Tugas suami adalah memberikan nafkah kepada keluarganya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Banyak wanita yang terjun ke dunia kerja untuk memberikan pemasukan tambahan. Namun, jika suami telah mencukupi kebutuhan, istri tidak perlu bekerja. Mereka lebih senang melihat istri mereka di rumah merawat rumah juga anak-anaknya. Suami yang bekerja untuk keluarganya bahkan sudah diberikan pahala tersendiri. Nabi Muhammad SAW berkata, “satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar”. (HR. Muslim no. 995).

  1. Menjadi istri yang berbakti kepada suami

Gambar via: baca-blogspot.blogspot.com
Gambar via: baca-blogspot.blogspot.com

Tidak sedikit wanita yang memiliki karir lebih gemilang dibandingan suaminya. Hal ini tak jarang menuntun pernikahan mereka ke jurang perceraian. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk wanita mengalah dan membiarkan suami melakukan tugas utamanya, yakni menjadi satu-satunya orang yang menafkai keluarganya. Hal ini merupakan bentuk istri yang berbakti kepada suaminya. Dalam ajaran Islam, istri justru disarankan untuk di rumah saja. Jangan takut, Allah SWT telah melimpahkan banyak pahala kepada istri yang berbakti kepada istrinya. Lewat pesan Nabi Muhammad SAW kepada Fathimah kembali dijelaskan balasan bagi istri yang berbakti kepada suaminya,

“Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai surga.Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman surga. Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.”

Kini, Anda mengetahui mengapa banyak wanita di luar sana yang lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Daripada memandang pilihan mereka dengan tatapan skeptis, ada baiknya kita menghormati dan menghargai pilihan yang telah mereka buat. Toh, pilihan setiap orang punya hak yang sama dalam memilih pilihan hidup kan? Semoga berkah! (AH)

loading...

LEAVE A REPLY