entrepreneur.com

Gulalives.com, DEPOK – Jika dulu menjadi karyawan adalah damaan para anak muda, sekarang justru sebaliknya, anak muda sedang berlomba-lomba merintis usahanya masing-masing. Ketika ditanya apa rencananya setelah lulus kuliah, para mahasiwa sudah tidak canggung lagi menjawab, “Ingin menjadi entrepreneur.”

entrepreneur
eoffice.net

Dalam Islam sendiri entrepreneurship sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sudah menasehatkan bahwa entrepreneurship sangat layak dijadikan sebagai profesi bagi seorang muslim, bukan menjadi karyawan. Bahkan dengan tegas Rasulullah SAW mewasiatkan bahwa Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada pada perniagaan. Tak hanya itu, sembilan dari sepuluh sahabat Rasulullah SAW yang masuk surga adalah entrepreneur yang andal.

Bukan maksud untuk mencela atau menyepelekan profesi lain, tetapi sekedar mengingatkan bahwa pilihan hidup sebagai entrepreneur adalah salah satu pilihan hidup yang bijak dan patut dihargai. Ada banyak keutamaan yang bisa didapat oleh para pengusaha muslim. Apa saja itu?

Berikut Gulalives.com akan memberitahu untuk sobat semua, seperti yang dikutip dari buku Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati karya dari Ahmad Rifa’I Ri’fan.

1. Peluang Untuk Memperluas Kontribusi

pekerjaan entrepreneur
http://dimbleweb.com/

Kita tentu menyadari tujuan utama penciptaan manusia di muka bumi ini adalah dalam rangka menjadi khalifah fil ardh (wakil Tuhan di  muka bumi). Sebuah mandate dan amanah yang cukup besar tentunya. Manusia dicipta untuk memakmurkan bumi. Ketika seseorang hidup hanya untuk memakmurkan diri sendiri, maka ia dinilai gagal dalam hidup. Apalagi sudah tidak memberi manfaat, malah membuat orang lain menjadi susah hidupnya, tentu ini lebih celaka lagi. Itulah sebabnya Rasulullah samai menempatkan orang yang banyak kontribusinya bagi sesama di tempat yang sedemikian tinggi. Manusia terbaik adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama.

Itulah salah satu niat baik yang seharusnya ada dalam hati semua entrepreneur, yakni bagaiaman agar dengan usahan yang kita rintis ini nantinya bisa memberi kontribusi terbaik bagi umat. Menurut Ippho Santosa, entrepreneur itu walau belum bisa merekrut karyawan, pada hakikatnya dia sudah membuka lapangan kerja, minimal untuk satu orang. Yaitu dirinya sendiri. Apalagi jika usaha sudah membesar, maka konstitusi yang diberikan juga semakin besar. Karyawan yang dipekerjakan membesar, pengangguran menyempit, dan hasil usaha kita bisa dimanfaatkan untuk kebaikkan.

2. Peluang Untuk Lebih Menghargai Waktu

entrepreneur yang menghargai waktu
http://www.tomorrowsindia.com/

Tahulah kita bahwa waktu pada hakikatnya adalah umur kita. Apabila kita menggunakan waktu untuk hal yang sia-sia, itu berarti kita sedang menyia-nyiakan umur kita. Begitu pun sebaliknya, ketika kita menggunakan waktu kita dengan produktif, pada hakikatnya kita sedang membuat usia kita produktif.

Nah,salah satu ikhtiar untuk mengefektifkan waktu menurut hemat saya adalah dengan menjadi pengusaha. Mengapa? Pertama, ketika kita baru merintis usaha, hampir seluruh waktu kita tercurah pada usaha itu. Tidak ada waktu santai, yang ada adalah kerja keras dan terus belajar. Baru merintis tapi sudah “berani” menggunakan waktu untuk bersantai, maka ia sedang bersiap untuk tidak berhasil.

entrepreneur sukses
entrepreneur.com

Tak hanya itu, ketika seorang wirausahawan telah berhasil membesarkan bisnisnya sehingga tanpa kehadirannya bisnis itu sudah bisa berjalan, waktunya bisa tercurahkan sebaik mungkin untuk hal lain. Bill Gates misalnya yang kini lebih banyak mengurus yayasan sosialnya ketimbang Microsoft-nya. Penghargaan terhadap waktu bisa benar-benar dijalankan.

3. Mengikuti Wasiat Rasul

entrepreneur mengikuti wasiat rasul
entrepreneur.com

Empat belas abad silam Rasulullah sudah menasihatkan kalau sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perniagaan. Itu adalah pemberitahuan Rasul yang segala ilmunya bersumber dari Yang Mahatahu. Dan yang lebih penting lagi, wirausahawan adalah manusia merdeka. Wirausahawan itu tidak punya atasan. Jadi kalau lagi pengen kerja ya kerja. Kalau ada aktivitas yang lain ya boleh saja. Tidak ada yang memarahi. Nggak ada bos yang ngomel-ngomel. Kecuali dimarahi relasi atau pelanggan, itu lain ceritanya. Betapa hebat Anda, jika hanya Allah dan diri Anda sendirilah yang menentukan nasib usaha Anda. Bukan atasan, bukan CEO, bukan bos. Tentu Anda akan bebas mengendalikan dan mengembangkan kreativitas Anda, tanpa dibatasi oleh orang lain.

Imam Hasan Al-Banna pernah bertutur, “Hendaklah engkau memiliki proyek usaha ekonomi betapa pun kayanya engkau, utamakan proyek mandiri betapa pun kecilnya, dan cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu betapa pun tingginya kapasitas keilmuanmu. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan jadikanlah ia sesempit-sempit pintu rezeki”.

Itulah alasan mengapa entrepreneurship harus dijadikan pilihan hidup. Mulai sekarang jadikan pilihan hidupmu itu menjadi seorang entrepreneurship. Karena itu merupakan salah satu wasiat Rasulullah SAW. Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca yang ingin menjadi seorang entrepreneur.

 

loading...

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY