Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Thinkstock)
Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Thinkstock)

Gulalives.co, SEMARANG – Untuk para wanita, perlu diketahui bahwa rasa sakit yang bertubi-tubi karena penyakit organ reproduksi dikarenakan bentuk alat kelamin wanita yang tersembunyi membuatnya menjadi agak sulit mengobati penyakit kelamin wanita tersebut.

Jika penyakit kelamin wanita itu berupa genital warts alias penyakit kutil kelamin yang  tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, dan leher rahim, maka sakitnya pastilah sangat mengganggu.

Selain itu, penyakit kutil kelamin ini dapat menyebabkan kanker serviks. Sangat dianjurkan bagi wanita yang sering berganti pasangan tidur untuk melakukan pap smear secara teratur. Berikut beberapa jenis penyakit kelamin pada wanita, dilansir Gulalives.co dari berbagai sumber kesehatan, Rabu (25/5/2016).

1. Mioma

kesalahan perawatan vaginaPenyakit yang paling sering ditemukan pertama adalah mioma, yang juga disebut fibrodi atau leiomioma. Miom ini hanya tumor jinak yang sebenarnya bukan hal yang menakutkan. Meski diperkirakan dialami 45 persen wanita, banyak yang tidak sadar dengan penyakit ini.

Miom adalah pertumbuhan di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, uteri fibroid, atau leiomioma. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

2. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Organ intim perempuan yang sehat memiliki aroma sedikit amis atau beraroma khas.
Organ intim perempuan yang sehat memiliki aroma sedikit amis atau beraroma khas.

Penyakit kelamin pada wanita  yang disebut Pelvic Inflammatory Disease (PID) mempengaruhi satu dari 10 wanita dan jika dibiarkan akan menyebabkan ketidaksuburan. Gejala yang mungkin timbul pinggul sakit saat hubungan seks, pendarahan yang tidak teratur atau perubahan bau pada vagina. Segera periksa ke dokter jika anda menemukan gejala itu. Penyakit ini dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.

Upaya pencegahan PID adalah lakukan seks yang aman dan memeriksakan secara teratur. Kadang-kadang gejala tidak begitu jelas sampai semua terlambat.

3. Bacterial Vaginosis

Rajin membersihkan vulva dengan sabun, duduk di dalam gelembung sabun serta menyantap makanan yang tepat akan mengubah pH organ intim perempuan. Foto: Shutterstock.
Rajin membersihkan vulva dengan sabun, duduk di dalam gelembung sabun serta menyantap makanan yang tepat akan mengubah pH organ intim perempuan. Foto: Shutterstock.

Bacterial Vaginosis adalah salah satu infeksi vagina yang paling umum diantara wanita di usia beranak. Penyakit ini sering dianggap hanya infeksi karena memiliki gejala yang sangat umum dengan infeksi biasa.

Gejala dari ketidakseimbangan bakteri dalam vagina termasuk gatal, aroma amis dan perubahan dalam vagina. Jangan biarkan gejala-gejala tersebut dan yakinlah untuk diperiksa dan disembuhkan dengan baik. Jika dibiarkan, ini akan meningkat resiko berkembang menjadi PID.

4. Radang Mulut

Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Thinkstock)
Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Thinkstock)

Penyakit kelamin pada wanita berupa radang mulut, biasanya ditularkan melalui oral seks. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut.

Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorrhea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok.

Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.

5. Kanker tenggorokan

yuk-kenali-berbagai-gangguan-organ-intim-wanita
yuk-kenali-berbagai-gangguan-organ-intim-wanita

Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria atau wanita. Dalam sebuah studi yang baru pertama kali dilakukan, para ahli meneliti kaitan antara human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker leher rahim dengan kanker oropharyngeal yang menyerang tenggorokan, tonsil dan bagian belakang lidah.

Angka kejadian penularan penyakit kelamin pada wanita yang bernama HPV melalui kegiatan oral sex di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan sejak tahun 1973. Kini bertambah lagi resiko penularan penyakit lewat seks oral, yakni kanker tenggorokan.

Setiap orang harus memastikan bahwa dirinya dan pasangannya bebas dari penyakit kelamin sebelum melakukan hubungan seksual. Tidak ada penyakit yang ditularkan melalui seks oral yang tidak bisa ditularkan melalui seks dalam bentuk lainnya.

Jika seseorang mengidap penyakit kelamin, maka pasangannya kemungkinan akan tertular apapun bentuk hubungan seks yang mereka lakukan. Singkatnya, hubungan seks diantara pasangan yang sehat adalah aman dan bersih. Sehingga Penyakit kelamin pada wanita tidak menyebar kepada pria.

6. Human Papilloma Virus (HPV)

CD Terlalu Ketat Tidak Baik Bagi Organ Intim
CD Terlalu Ketat Tidak Baik Bagi Organ Intim

Penyakit kelamin pada wanita yang bernama human papilloma virus (HPV) ini adalah salah satu infeksi virus yang disebabkan oleh hubungan seksual paling umum. Sebagian besar penyakit ini tidak begitu berbahaya tetapi jika test smear nampak tidak normal, dokter akan menyarankan untuk test lab.

Cara untuk mengetahui HPV adalah dengan cervical smear atau screening kesehatan seksual. Yakinlah untuk memeriksa secara teratur setidaknya satu kali setiap tiga tahun. Berhenti merokok karena penelitian menemukan hubungan antara merokok dan kanker vulva.

7. Endometriosis atau kista coklat

Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Dailymail)
Ilustrasi organ intim wanita. (Foto: Dailymail)

Selanjutnya adalah berikutnya adalah endometriosis atau kista coklat, yaitu suatu kondisi di mana kelenjar endometriosis tumbuh di luar rongga rahim. Kasusnya mencapai 5-10 persen di usia subur dan 30 persen memperberat wanita infertil. Umumnya ini tidak perlu ditangani, kecuali kalau sudah sampai menimbulkan nyeri yang mengganggu.

Endometriosis atau yang sering disebut kista coklat merupakan kisata yang terjadi pada indung telur kecil seperti hal nya kista folikel, pada biasanya kista ini tidak akan menimbulkan gejala, terkecuali jika terjadi pecah dan terpuntir hingga dapat mengakibatkan sakit perut dengan kaku dan distensi.

Jika kista yang cukup besar ataupun kista yang jumlahnya banyak bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman pada panggul, pinggang terasa sakit, rasa sakit yang berhubungan dengan seksual  juga terjadi pendarahan di uterus. Pada penderita kista indung telur ini telah mengalami pemuntiran yang dapat mengakibatkan sakit perut akut. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY