usetyo.wordpress.com

Gulalives.co, Depok – Bulan Sya’ban memiliki keutamaan karena bulan ini merupakan bulan yang ada sebelum bulan Ramadhan. Amalan yang utama yang dilakukan saat bulan Sya’ban adalah melakukan puasa Sunnah Sya’ban.

1. Keutamaan Bulan Sya’ban

nasyiahpati.blogspot.com
nasyiahpati.blogspot.com

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)

2. Perbanyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

www.voa-islam.com
www.voa-islam.com

Amalan yang baik dilakukan saat bulan Sya’ban adalah amalan puasa. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban, dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, selain puasa wajib di bulan Ramadhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Alasan mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa saat bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah Sunnah yang mengiri ibadah wajib). Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)

3. Hikmah di Balik Puasa Sya’ban

usetyo.wordpress.com
usetyo.wordpress.com

Pada bulan Sya’ban banyak manusia yang mulai lalai, karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab dan juga menanti bulan Ramadhan. Ketika manusia tersebut lalai, inilah alasan mengapa keutamaan melakukan puasa ketika itu.

Berpuasa saat bulan Sya’ban juga sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum Ramadhan, tentu fisiknya akan lebih kuat dan ia juga akan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib pada bulan Ramadhan.

Dengan melakukan puasa saat Sya’ban, berarti kita telah melakukan amalan Sunnah yang memiliki banyak keutaman, seperti dalam hadits berikut ini,

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506).

4. Pertentangan Mengenai Berpuasa Saat Pertengahan Bulan Sya’ban

serambiminang.com
serambiminang.com

Ternyata banyak juga orang yang melakukan puasa Sya’ban saat pertengahan bulan, bahkan mendekati masuknya bulan Ramadhan. Sebagian orang menganggap hal ini dilarang.

Terdapat hadits dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud 2337)

Dalam hadis yang lain, yang juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari 1914 dan Muslim 1082).

Para ulama mengatakan, larangan berpuasa tersebut berlaku bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa Sunnah, seperti yang dijelaskan Rasulullah pada hadits diatas. Kemudian larangan ini juga diberikan jika niat seseorang berpuasa tersebut untuk berhati-hati dalam perhitungan puasa Ramadhan sehingga ia melakukan puasa terlebih dahulu. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY