Gambar via: www.huffingtonpost.com

GULALIVES.com, Depok- Dalam rumah tangga, konflik merupakan sesuatu yang lumrah. Secocok-cocoknya Anda dengan pasangan tentunya masih menciptakan gesekan-gesekan dalam hubungan rumah tangga. Konflik memang tak dapat dihindari, namun semua kembali dengan bagaimana Anda dan pasangan menangani konflik rumah tangga. Ada yang berakhir saling memaafkan lantas melupakan konflik tersebut, tak sedikit pula yang salah menangani dan berujung perpisahan. Pastinya perpisahan jangan sampai terjadi di dalam rumah tangga karena itu Anda harus mengetahui cara yang tepat dalam mengatasi konflik dalam kehidupan berrumah tangga. Inilah tips yang kiranya dapat mengatasi konflik dalam rumah tangga!

  1. Dengarkan, jangan hanya mau didengar

Gambar via: www.eharmony.com
Gambar via: www.eharmony.com

Saat terjadi konflik tak jarang kedua pihak selalu menuturkan argumennya. Siapa yang menuturkan paling logis adalah Ia yang menang. Memang boleh berargumen, tetapi Anda harus mendengar argument dari pihak lain. Terkadang Anda terlalu semangat mempertahankan kebenaran sehingga Anda tak mendengar perkataan dari pasangan Anda. Konflik rumah tangga mungkin terjadi bukan dari diri pihak lain, bisa jadi dari pihak Anda. Cobalah mendengar, jika Anda merasa tuduhan yang dilemparkannya tidak sesuai maka Anda bisa memberikan penjelasan. Jika tidak, maka segera merenungkan kesalahan Anda lalu meminta maaf pada pasangan.

  1. Perhatikan nada suara

Gambar via: www.huffingtonpost.com
Gambar via: www.huffingtonpost.com

Nada suara yang tinggi kerap kali membuat kesalahpahaman. Walaupun sebenarnya apa yang Anda ungkapkan tidak bermaksud menyinggung perasaan, semuanya akan disalahpahamkan jika nada suara Anda tinggi. Anda boleh emosi, boleh marah, namun perhatikan nada suara tinggi. Bicaralah dengan tenang. Saat bicara dengan tenang, apa yang Anda ingin ungkapkan akan terungkap dengan jelas. Ketika emosi mulai menguasai Anda sehingga dirasa sulit untuk bersikap tenang, cobalah tarik nafas beberapa kali sampai Anda merasa reda.

  1. Fokus pada masalah

Gambar via: www.today.com
Gambar via: www.today.com

Tak sedikit kaum wanita yang tengah bertengkar dengan pasangannya sering membawa kesalahan-kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh pasangan. Hal ini bukan membuat argument Anda menjadi lebih kuat dengan menambah “refrensi” kesalahan yang terdahulu, justru makin menguatkan konflik. Kesalahan yang dahulu tak perlu dibahas, tak ada orang yang suka jika kesalahannya diungkit kembali. Fokulah pada masalah yang tengah dihadapi. Menyelesaikan satu masalah saja sudah sulit, apalagi harus membawa masalah-masalah dulu. Jika Anda merasa masalah yang lalu masih mengganjal, bicarakan di kesempatan lain. Tepatnya di kesempatan dimana Anda dan pasangan sudah berkepala dingin.

  1. Jujur dan saling terbuka

Gambar via: www.huffingtonpost.com
Gambar via: www.huffingtonpost.com

Komunikasi merupakan kunci utama dalam hubungan, begitu juga dalam penyelesaian konflik rumah tangga. Kunci utama komunikasi yang baik adalah saling terbuka dengan pasangan. Saat berkomitmen membangun rumah tangga, secara tak langsung Anda telah setuju untuk selalu jujur dan terbuka, tak ada rahasia di antara kalian. Jika ada sesuatu yang mengganjal, yang membuat Anda resah, utarakan pada pasangan. Sehingga Ia paham apa yang membuat Anda kurang srek. Bila Anda tidak terbuka dan jujur pada pasangan, maka kekesalan Anda terhadap pasangan akan menumpuk dan justru membuat Anda stress hingga konflik tak kunjung selesai.

  1. Meminta bantuan dari pihak ketiga

Gambar via: redrockfertility.com
Gambar via: redrockfertility.com

Jika Anda merasa konflik tak kunjung menemukan jalan keluar, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari pihak ketiga. Bisa meminta bantuan dari keluarga atau jika Anda tak ingin konflik rumah tangga didengar keluarga, Anda bisa meminta bantuan psikolog rumah tangga. Langkah ini dilakukan jika Anda dan pasangan sama-sama setuju bahwa butuh campur tangan pihak ketiga untuk membantu kalian menyelesaikan konflik ini. Pihak ketiga akan bersikap lebih objektif dalam memandang konflik rumah tangga. Maka tidak akan ada satu pihak yang merasa dicurangi dalam proses penyelesaian konflik.

  1. Ingat mengapa Anda memilih dia

Gambar via: hdwallpapersrocks.com
Gambar via: hdwallpapersrocks.com

Kenangan merupakan obat mujarab dalam mengatasi konflik rumah tangga Anda. Kenangan saat Anda bertemu dnegannya pertama kali, pacaran, tunangan, hingga menikah. Ingatlah kembali mengapa Anda memilihnya sebagai seseorang yang akan Anda habiskan sisa hidup Anda. Ingat betapa Anda merasa beruntung memilikinya dan ingat saat Anda berkomitmen membangun rumah tangga dengannya, Anda tak hanya mencintai kelebihannya tetapi juga kekurangannya. Dengan semua perjalanan yang telah Anda dan pasangan lewati bersama, apakah rela semuanya dirusak hanya karena satu konflik rumah tangga saja?

  1. Cari jalan keluar yang sama-sama menguntungkan kedua pihak

Gambar via: listen-hard.com
Gambar via: listen-hard.com

Tujuan utama menyelesaikan konflik rumah tangga adalah menemukan win-win solution alias solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jangan hanya ingin menang sendiri, atau salah satu pihak mengambil keuntungan lebih banyak. Justru ini akan memicu konflik baru di antara Anda dan pasangan. Saat mengambil jangan tengah pastikan kalian berdua setuju dan menerima sesuai dengan kesepakatan. Jika telah menemukan jalan tengahnya, berjanjilah untuk membuat konflik ini menjadi pelajaran supaya tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Memang tidak mudah mengarungi bahtera rumah tangga, akan ada ombak yang menerjang menguji kuatnya rumah tangga Anda dan pasangan. Janganlah menatapnya sebelah mata, karena pernikahan merupakan sesuatu yang dianggap sakral. Pikirkan pihak lain yang ikut kecewa ketika rumah tangga harus retak di tengah jalan, karena pada saat Anda memutuskan menikah ada dua keluarga yang ikut bersatu. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY