Kisah Nabi Daud (kumpulanceritaislamii.blogspot.com)

Gulalives.co, Depok– Nabi Daud adalah Nabi yang dikenal dengan keberanian cukup tinggi. Ketika usianya masih cukup muda ia sudah ikut berperang melawan oleh Jalut. Jalut adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa. Siapapun yang melawan Jalut, sudah pasti ia akan kalah.

Pada saat itu Jalut merupakan orang yang ditakuti oleh banyak bangsa, sebab memiliki tubuh yang besar dan sulit untuk mengalahkannya. Ketika itu Nabi Daud diminta ikut berperang oleh ayahnya. Saat itu Raja Thalut, raja dari Bani Israi’il mengerahkan pasukan perang untuk melawan Jalut.

Ketika itu Daud tidak sendiri, ia ikut perang bersama dua orang kakanya. Tetapi Daud tidak diperkenankan untuk berada di garda terdepan dalam peperangan. Daud diminta kakaknya untuk menjadi pelayan untuk membawa minum dan makanan kepada kakaknya. Jika kakanya kelaparan dan kehausan.

Saat berperang pasukan Thalut sangat lah sedikit, lebih banyak pasukan Jalut. Tetapi karena atas izin Allah pasukan Jalut bisa di lawan oleh pasukan Bani Israil dengan kekuatan doa dan atas izin Allah. Sebelum berperang melawan Jalut, Raja Thalut sudah berdoa kepada Allah agar diberi kemenangan. Karena melihat pasukannya yang ketakutan dengan pasukan Jhalut yang sangat banyak.

Atas doanya itu, pasukan raja Thalut berperang seperti singa yang mengamuk. Hingga pasukan Jalut kocar kacir, dan hanya menyisahkan Jalut dan beberapa orang pengawalnya. Lalu, Raja Thalut mengumumkan kepada pasukannya siapa yang berani melawan Jalut maka ia akan di nikahkan dengan Putrinya.

Ketika itu tidak ada yang berani maju untuk melawah Jalut. Tetapi tanpa diduga ternyata Daud yang ketika itu masih sangat muda memberanikan diri untuk melawan Jalut. Daud pun meminta izin kepada Raja Thalut, namun raja Thalut ragu dengan Daud. Raja Thalut pun ragu, namun setelah didesak oleh Daud, akhirnya Daud diijinkan untuk melawan Jalut.

Jalut selalu menantang siapa yang berani melawannya, dengan berteriak-teriak bahwa bangsa Israil bangsa pengecut, dan Jalut tak berhenti terus menghina bangsa Israil hingga menyakitkan hati mereka.

Tiba-tiba Daud muncul di hadapan Jalut. Jalut tertawa melihat Daud yang masih sangat muda berani menantang duel dirinya. Ketika Daud menantang Jalut, ia tidak membawa senjata apapun, kecuali sebuah ketapel. Daud memiliki pergerakan yang gesit, ketika Jalut selalu mengarahkan pedang ke arah Daud, Daud selalu lolos.

Suatu ketika, Jalut lengah Daud melemparkan ketapelnya dan melayangkan batu ke arah dua mata Jalut.Tak disangka itu tepat sasaran, dengan tepat di kedua mata Jalut, dan membuat Jalut terjatuh lalu meninggal. Jalut meninggal dengan dahi yang pecah.

Pada akhirnya Raja Thalut memberi apresiasi Daud dan sesuai janjinya dengan menikahkan Daud dengan putrinya yang bernama Mikyal, dan Daud pun menjadi penasihat kerajaan.

Daud yang diangkat sebagai penasehat dan menantu Thalut, ia lebih dihormati oleh rakyatnya dibandingkan dengan Thalut. Hal ini membuat Raja Thalut iri kepada Daud. Dan berusaha untuk menyingkirkan Daud dari kerajaan dengan cara menyuruh Daud untuk ikut dalam perang yang dianggap Thalut sebagai perang yang cukup sulit.

Daud mendapat tugas untuk berperang dengan musuh yang kuat dan jumlah yang banyak. Namun Daud pun dapat kembali ke istana dengan baik, sehingga rakyatnya makin menyukai dirinya. Kepopuleran Daud, membuat Raja Thalut semakin iri dengan Daud. Ia selalu mencoba untuk menyingkirkan dan membunuh Daud, namun Thalut selalu gagal. Daud selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Dan akhirnya Thalut tewas setelah berperang melawan orang-orang yang mendukung Daud.

Dalam kisah tersebut kita dapat memetik pelajaran bahwa jika kita yakin bahwa pertolongan Allah itu ada, maka kita dapat mengalahkan golongan-golongan yang lebih banyak dan kuat. Hal terpenting kita selalu bersabar dan selalu memohon kepada Allah agar bisa menghadapi orang-orang yang salah.

Kisah Nabi Daud telah mengajarkan kepada kita semua tentang arti dari kerendahan hati. Dengan rendah hati apapun yang kita anggap sulit bisa kita taklukkan. Daud juga selalu menjadi orang yang setia kepada raja Thalut, dan ia selalu jujur.

Meskipun Daud dapat mengalahkan Jalut panglima kekar, yang sombong itu. Tetapi hal itu tidak membuat Daud menjadi sombong, ia tetap lemah lembut kepada rakyatnya meskipun sudah diangkat menjadi penasihat kerajaan.

Kisah Nabi Daud mengajarkan kepada kita setiap masalah akan memiliki jalan keluar, asal kita selalu meminta pertolongan kepada Allah. Atas izinnya kita akan diberi segala kemudahan.

loading...

LEAVE A REPLY