Pocari Sweat Run 2016.

Gulalives.com, JAKARTA – Semua orang suka olahraga lari. Tampaknya olahraga ini bukan sekadar aktivitas fisik, namun  juga menjadi gaya hidup.

Nah, terkait dengan itu, Pocari Sweat Run 2016 kembali digelar di Jakarta, Minggu (22/5). Acara ini diselenggarakan sebagai perwujudan komitmen Pocari Sweat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga.

Penyelenggaraan acara ini juga merupakan bentuk konsistensi Pocari Sweat untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara berlari yang benar dan aman melalui rangkaian program edukasi #saferunning (berlari yang aman).

Pocari Sweat Run 2016. Foto: pocarisweat
Pocari Sweat Run 2016. Foto: pocarisweat

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pocari Sweat Run 2016 tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, namun juga di Medan dan Surabaya, dengan dua kategori lomba yaitu 5K dan 10K dan menjadi ajang lari kompetitif pertama di kota tersebut.

Pocari Sweat Run 2016 di Medan berlangsung pada 3 April 2016 yang diikuiti oleh 1.500 peserta. Sementara itu, Pocari Sweat Run 2016 di Surabaya diikuti oleh 2.500 peserta dan telah diselenggarakan pada 24 April 2016.

Dikatakan Daniel Pieter, Head of Marketing Pocari Sweat, tahun ini Pocari Sweat Run digelar di tiga kota besar di Indonesia: Medan, Surabaya dan Jakarta. “Khusus untuk Jakarta, kami menambahkan kategori baru selain 5K dan 10K, yaitu kategori Half Marathon . Hal ini kami lakukan karena melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap Pocari Sweat Run, dengan melihat jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Daniel.

Pocari Sweat Run 2016. Foto: pocarisweat
Pocari Sweat Run 2016. Foto: pocarisweat

Untuk mendukung Pocari Sweat Run 2016, rangkaian edukasi mengenai berlari yang aman juga dilakukan.  Program edukasi insiatif dari Pocari Sweat ini dilakukan dalam bentuk Community Run Clinic dan Pocari Sweat Sport Science Camp.

Dalam kegiatan ini peserta kegiatan dibekali dengan pengetahuan mengenai cara dan teknik berlari yang benar, mulai dari persiapan, pemanasan, pengetahuan akan nutrisi, hingga pencegahan dan penanganan cedera.

Matias Ibo, fisioterapis, Sport Medicine Expert dari Pocari Sport Science memaparkan bahwa lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh semua orang, mudah dan tidak membutuhkan perlengkapan yang rumit.

Pocari Sweat Run 2016. Foto: viva
Pocari Sweat Run 2016. Foto: viva

“Namun seringkali orang abai dengan cara berlari yang benar, seperti tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu, penggunaan sepatu yang tidak sesuai, teknik berlari yang kurang tepat serta kurangnya asupan cairan saat berlari,” ujar Matias.

Berbagai dampak bisa muncul jika pelari mengalami dehidrasi, mulai dari kelelahan, penurunan performa, kejang otot, heat stroke hingga pingsan. bahkan, pada kasus dehidrasi yang ekstrem dapat menyebabkan kematian.

“Kehilangan 2% cairan tubuh dari berat badan akan mengurangi performa menjadi 90%.  Untuk itu minum juga harus deprogram, baik sebelum, sesaat dan sesudah berlari, untuk mencegah dehidrasi pada tubuh.” tambah Matias Ibo.

Pocari Sweat Run 2016. Foto: achien.
Pocari Sweat Run 2016. Foto: achien.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik adalah hal yang perlu dilakukaan saat berlari. Karenanya, penyediaan hydration point merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perlombaan lari, karena kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menyebabkan terjadinya cedera.

Penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2016 yang didukung oleh Adidas, Maybank, Garmin, dan Gold’s Gym  ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat luas mengenai cara berlari yang benar dan aman. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY