Gulalives.co, Depok –  Semakin maraknya kejahatan seksual di negeri kita yang sangat kita cintai ini merenyuhkan dahi. Yuyun di Bengkulu pun menjadi salah satu korban dari sekian banyak kasus kejahatan seksual. Minuman keras dan pornografipun menjadi biang dari masalah ini.

Agama dan norma pun semakin tidak bergema didalamnya. Budha, Hindu, Kristen, Islam, Sikh, dan bahkan Yahudi pun ternyata melarang umatnya untuk meminum minuman yang memabukkan itu. Mari kita lihat kenapa alkohol, miras, dan segala yang memabukkan dilarang dalam kitab agama apa pun.

1. Islam

Al-Qur’an melarang konsumsi alkohol dalam ayat berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Ma’idah[5]:90)

2. Kristen dan Yahudi

Di dalam kitab Imamat 9:8-9, Tuhan berfirman kepada Harun,

“Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, supaya kamu jangan mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun temurun”

Di dalam kitab Hakim-hakim 13:4, Tuhan berfirman, “Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram”

Larangan minum alkohol atau yang memabukkan juga terdapat dalam

Kitab Hakim-hakim 13:14, Yesaya 5:11, Amsal 20:1, Amsal 23:20, Hosea 4:11, Matius 27:34, Exodus 12: 15 (RSV)

3. Buddha

Aturan Kelima (The Fifth Precept)  dalam ajaran Budha menyebutkan, “Aku berusaha untuk tidak meminum minuman difermentasi dan disuling yang dapat menyebabkan Ketidaksadaran.” Ketidaksadaran yang dimaksud adalah sesuatu yang memabukkan, jelas ternyata dalam agama Budha sekalipun minuman keras itu tidak dianjurkan.

4. Hindu

Kitab Hindu juga melarang minuman keras, “Untuk minuman keras kotoran yang diekskresikan dari beras, dan kotoran tersebut berasal dari setan; Oleh karena itu seorang imam, penguasa, atau orang biasa tidak boleh minum minuman keras.”

Larangan minum alkohol atau minuman memabukkan juga terdapat dalam kitab Manu Smriti Bab 11 ayat 151, Manu Smriti Bab 7 ayat 47-50, Manu Smriti Bab 9 ayat 225, Rigved Book 8 hymn 2 ayat 12 dan Rigved Book 8 hymn 21 ayat 14

5. Sikh

Bahkan dalam ajaran Sikh, The Guru Granth Sahib melarang umatnya minum alkohol. The Guru mengatakan,
“Minum anggur membuat kecerdasan menurun dan merusak pikiran.” (SGGS p554)

Lima larangan di dalam ajaran Sikh meliputi
1) Tidak boleh potong rambut
2) Tidak boleh berkelakuan buruk
3) Tidak boleh merokok
4) Tidak boleh makan daging yang disembelih
5) Tidak boleh minum minuman beralkohol

miras

6. Agama Uang

Satu-satunya agama yang menghalalkan alkohol dan miras adalah agama uang (The Religion of Money). Bisnis alkohol adalah ladang basah. Di Amerika saja konsumsi bir tahun 2013 mencapai lebih dari 230 juta barrel dengan pendapatan tahunan 300 hingga 400 triliun Rupiah.

Indonesia adalah salah satu mangsa besar untuk penyebaran alkohol. Tidak perlu retorika, pembelaan yang rumit  dan debat kusir yang kalut, untuk membuktikan bahwa alkohol merusak generasi, mengkriminalisasi remaja dan itu akan terus meningkat setiap harinya. Ribuan yayasan sosial dan kelompok-kelompok anti alkohol di negara-negara barat bahkan berjuang untuk menentang legalisasi miras sampai tuntas.

setan

Mengkonsumsi Minuman Keras adalah Perbuatan Setan

Allah dalam Kebijaksanaan-Nya yang Tak Terbatas telah memperingatkan kita terhadap perangkap setan ini. Buktinya adalah Islam, Budha, Kristen, Hindu dan Yahudi pun sudah melarangnya.

Hanya agama yang bernama Uanglah yang membenarkan Alkohol untuk dikonsumsi.

Semua perintah dan larangan dalam setiap Agama ditujukan untuk melestarikan keadaan alami manusia. Alkohol adalah penyimpangan dari keadaan alami ini, bagi individu maupun bagi masyarakat. Alkohol membuat manusia lebih hina daripada binatang, padahal seharusnya manusia lebih mulia daripada binatang. Oleh karena itu konsumsi alkohol dilarang dalam semua agama.

loading...

LEAVE A REPLY