Tradisi makan bersama keluarga perlu digairahkan kembali.

Gulalives.com, JAKARTA – Si kecil susah sekali duduk di meja makan? Dia lebih suka ‘gelongsoran’ di lantai, atau malah duduk di sofa saat menyantap makanannya. Repot ya Bunda. Bagaimana membujuknya agar tertib duduk di meja makan saat jam makan tiba?

Si kecil berbuat seperti itu mungkin karena dia tak diajari bagaimana etiket di meja makan. Agar hal ini tak berlanjut, para ibu mesti tahu kapan saat yang tepat si kecil belajar etika saat makan.

Lantas, kapan si kecil mulai bisa dikenalkan etika makan ini? Menurut psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando, anak dapat dikenalkan etika di meja makan saat ia memasuki usia sekolah dasar. Pembelajaran bahkan bisa dimulai saat anak berusia balita, dengan cara membujuknya makan di kursi khusus, misalnya kursi makan khusus bayi atau anak-anak.

Psikolog Ajeng Raviando mengungkapkan pentingnya makan bersama keluarga.
Psikolog Ajeng Raviando mengungkapkan pentingnya makan bersama keluarga.

Orangtua dalam hal ini harus menjadi role model atau contoh bagi anak. “Anak itu meniru orangtua. Kalau orangtua makan suka mengangkat kaki, maka anak juga akan menirunya.Karena itu, terapkan etika makan yang baik pada anak di rumah,” kata Ajeng Raviando dalam media gathering ‘Meja Makan Punya Cerita’ bersama Tupperware di Jakarta, baru-baru ini.

Sebenarnya cara makan di rumah memang santai, namun tak ada salahnya mengajarkan anak bagaimana menggunakan alat makan dan cara makan yang baik.

Ajeng mencontohkan, anak bisa diajarkan cara memegang sendok di tangan kanan dan garpu di tengan kiri. Kemudian dilanjutkan dengan sikap duduk yang baik saat makan.

Menurut psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando, anak dapat dikenalkan etika di meja makan saat ia memasuki usia sekolah dasar.
Menurut psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando, anak dapat dikenalkan etika di meja makan saat ia memasuki usia sekolah dasar.

Dengan mengajarkan etika makan yang baik pada anak, akan memberikan banyak manfaat. “Anak juga belajar sopan santun saat makan, sehingga kelak anak lebih mudah berinteraksi dengan orang lain,” beber Ajeng.

Menghidupkan Lagi Tradisi Makan Bersama Keluarga

Dewasa ini, tradisi makan bersama keluarga di rumah terbilang sulit dilakukan. Beberapa faktor penyebabnya adalah berbagai kesibukan mulai dari bekerja, sekolah hingga menghadapi kemacetan jalan.

Padahal dengan cara paling sederhana seperti berkumpul di meja makan, banyak hal yang tanpa disadari bisa mengeratkan hubungan antar anggota keluarga.

“Sekarang pasangan dua-duanya bekerja, saat pulang didera macet, anak juga sama sibuknya dengan orangtua, sehingga tidak punya kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai yang akan diangkat dalam sebuah keluarga,” kata Ajeng.

Peralatan makan dengan warna menarik juga bisa membangkitkan selera makan
Peralatan makan dengan warna menarik juga bisa membangkitkan selera makan

Ajeng menambahkan bahwa melalui cara sederhana tersebut, keluarga dapat saling berkomunikasi dan menciptakan suasana yang dapat terus diingat oleh setiap anggota keluarga.

“Kalau di meja makan kita bisa saling bertatapan. Kita saling berpandangan dan mengutarakan perasaan kita dengan keluarga. Ada momen-momen tertentu yang dapat diingat dengan keluarga,” kata Ajeng lagi.

Edwin Jonathans, Product Manager Tupperware Indonesia di kesempatan yang sama mengatakan, tradisi makan bersama dengan keluarga adalah hal yang penting karena melalui makan bersama keluarga bisa membangun banyak nilai positif yang dapat ditanamkan pada setiap anggota keluarga.

“Ini suatu fenomena yang janggal karena ada satu tradisi yang sebenarnya penting tapi sudah mulai ditinggalkan oleh keluarga yaitu duduk dan bersantap makan bersama. Banyak value (nilai-nilai) yang bisa dibangun saat di meja makan,” kata Edwin.

Meja Makan Punya Cerita

Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye ‘Meja Makan Punya Cerita’ untuk mendorong masyarakat Indonesia kembali menghidupkan tradisi berkumpul di meja makan dan bersantap di rumah untuk meningkatkan keeratan hubungan antar anggota keluarga.

program 'Meja Makan Punya Cerita' ini banyak keluarga terinspirasi untuk menumbuhkan kembali kebiasan makan bersama dan mendapatkan manfaat positif dari aktivitas ini.
program ‘Meja Makan Punya Cerita’ ini banyak keluarga terinspirasi untuk menumbuhkan kembali kebiasan makan bersama dan mendapatkan manfaat positif dari aktivitas ini.

Dikatakan Marketing Director Tupperware Indonesia, Nurlaila Hidayaty, Tupperware ingin mengajak para keluarga untuk kembali makan bersama di rumah, sebab tradisi makan bersama keluarga di rumah semakin berkurang, karena sebagian besar generasi milenium yang masih sekolah atau yang sudah bekerja memiliki jadwal yang begitu sibuk.

Dia mengharapkan dengan program ‘Meja Makan Punya Cerita’ ini banyak keluarga terinspirasi untuk menumbuhkan kembali kebiasan makan bersama dan mendapatkan manfaat positif terutama semakin kuatnya rasa saling menyayangi dan mendukung antar anggota.

Untuk meningkatkan daya tarik makan bersama keluarga itu, Tupperware juga meluncurkan piranti makan yang lengkap seri Petite Blossom, yang tampil dengan warna hijau segar yang didesain modern dan simpel.

Ajakan Tupperware untuk membangkitkan kembali tradisi makan bersama itu juga dapat menginspirasi yang lain dengan memposting foto dan cerita seru di meja makan saat bersantap di rumah dengan keluarga itu ke media sosial facebook, twitter, instagram dengan tagar #mejamakanpunyacerita. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY