puasa
http://1.bp.blogspot.com/

Gulalives.com, DEPOK – Iman adalah labil. Iman bukanlah sesuatu yang statis. Iman dapat naik dan turun. Ketika iman sedang tinggi, kita bersemangat sekali beribadah kepada Allah. Ibadah-ibadah wajib maupun sunnah dilaksanakan dengan gairah yang tinggi. Sementara saat iman sedang rendah, kita makin bermalasan dalam beribadah, kita enggan melaksanakan yang wajib apalagi sunnah.

puasa
http://1.bp.blogspot.com/

Jika demikian, lantas bagaimana iman agar selalu meningkat atau paling tidak supaya tidak turun secara permanen?

Berikut Gulalives.com akan memberitahu supaya iman tidak turun, seperti yang dikutip dari buku Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

1. Paksakan Diri

sholat
http://kisahikmah.com/

Saat iman sedang turun, kita bermalasan dalam beribadah, maka tetap paksakan untuk tetap beribadah. Karena prinsipnya sederhana, iman dapat naik bersamaan dengan bertambahnya ketaatan kepada Allah SWT. Sebaliknya iman dapat turun seiring dengan semakin berkurangnya ketaatan kepada Allah SWT, serta seiringnya kita melakukan kemaksiatan.

Hubungan timbal balik itu sebenarnya terjadi. Urutannya bukan hanya Iman rendah menjadi malas ibadah tetapi juga sebaliknya, malas ibadah menjadi iman turun. Begitu juga dengan kenaikan iman, bukan hanya iman naik menjadi tekun ibadah, tetapi belaku juga sebaliknya, tekun ibadah menjadikan iman semakin meningkat.

Dalam keimanan yang lemah, paksakan diri untuk tetap melaksanakan yang wajib, syukur-syukur juga terlaksana yang sunnah. Semoga dengan upaya itu Allah lantas menghadirkan peningkatan iman dalam diri kita.

2. Mengingat Kematian

ingat kematian
http://3.bp.blogspot.com/

Langkah kedua untuk meningkatkan keimanan yaitu dengan senantiasa mengingat kematian. Kita menjadi seorang yang bermalasan dalam beribadah seringkali ketika kita menganggap bahwa kematian kita masih lama. Kita begitu mudah meremehkan dosa-dosa saat kita merasa bahwa hidup kita di dunia ini masih lama.

Padahal kita tidak pernah tau sampai kapan usia kita akan berakhir. Orang yang selalu ingat kematian, saking sibuknya memperjuangkan kebahagiaan akhirat, hingga sangat sayang jika usianya habis untuk yang tak penting.

Itu pula yang bisa menjelaskan mengapa orang yang sudah divonis penyakitnya tak tersembuhkan lantas memiliki semangat yang tinggi untuk mendekat kepada Tuhan. Itu pula yang bisa menjelaskan mengapa orang yang divonis mati beberapa saat lagi, menjadi orang yang berubah secara drastis menjadi pribadi yang lebih baik, karena dia merasa waktunya tak lama lagi. Ia menyadari dalam sisa waktu yang ada harus benar-benar memanfaatkannya sebaik mungkin untuk (paling tidak) meringankan beban yang harus ia pikul nanti di alam abadi.

mengaji
http://www.harisazhar.com/

Senantiasalah mengingat kematian, karena dengan begitu kita akan selalu merasa waktu kita tak lama. Kita akan tersadar bahwa dunia ini hanya sementara. Bukan tempat untuk memuaskan ambisi. Dunia hanya tempat mencari bekal yang nantinya kita gunakan untuk kehidupan yang lebih sejati, yakni kehidupan setelah kematian.

3. Hadir Di Majelis

majelis rasulullah
fadlilsangaji.files.wordpress.com

Langkah berikutnya yakni dengan sering-sering hadir dimajelis orang-orang shaleh. Aura keburukan menular, begitu juga aura kebaikan. Dengan berkumpul bersama orang-orang shaleh, insya Allah kita akan mendapat gairah dan semangat baru karena di sekeliling kita, terdapat orang-orang yang taat kepada Allah.

Bahkan keutamaan ikut majelis semacam itu cukup banyak, di antaranya sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad, “Tidak ada suatu kaum yang menghadiri majelis zikir (pengajian) kecuali malaikat akan mengelilinginya (selama berada di dalam majelis), dilingkupi oleh rahmat-Nya, diturunkan ketenangan (ke dalam hatinya), dan disebut-sebut namanya oleh Allah SWT, di hadapan makhluk-makhluk langit.”

Semoga dengan beberapa langkah tersebut, Allah kembali menguatkan iman kita, meneguhkan keyakinan kita, meningkatkan semangat kita dalam beribadah kepada Allah SWT, serta menumbuhkan ketakutan kita melakukan kemaksiatan yang mengundang murka-Nya.

loading...

LEAVE A REPLY