Gulalives.co, JAKARTA – Setelah terakhir kalinya mendapatkan Piala Thomas pada tahun 2002, Indonesia kembali gagal mendapatkan Piala Thomas. Adalah Denmark, yang menjadi juara Piala Thomas 2016 setelah menundukkan Indonesia 3-2 di partai final, Minggu (22/5).

Kepastian ini didapat setelah tunggal ketiga Hans-Kritisian Vittinghus menang atas Ihsan Maulana dua set langsung 21-15 dan 21-7. Denmark merebut Piala Thomas dengan menyapu bersih partai tunggal lewat Viktor Axelsen, Jan O Jorgensen, dan Vittinghus.

5Indonesia kalah dari Denmark pada tiga partai tunggal. Tommy Sugiarto yang turun pada laga pembuka takluk dari Viktor Axelsen dalam dua game langsung 17-21, 18-21 selama 54 menit pertandingan.

Indonesia mampu menyeimbangkan kedudukan berkat kemenangan ganda putra andalan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang turun menghadapi pasangan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Hendra/Ahsan menang 21-18, 21-13 dalam laga selama 41 menit.

Indonesia kembali tertinggal pada partai ketiga, Anthony Sinisuka Ginting kalah dua game langsung 17-21, 12-21 dari pemain peringkat lima dunia Jan O Jorgensen selama 44 menit pertandingan.

1Namun, pemain ganda Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang turun pada laga keempat menang atas Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 21-16, 21-14 selama 42 menit pertandingan. Kemenangan itu kembali mengantarkan kedudukan Indonesia 2-2. Pada partai penentuan, Ihsan Maulana Mustofa yang turun pada partai kelima dipaksa menyerah 21-15, 21-7 oleh Hans-Kristian Vittinghus dalam laga selama 40 menit.

Keberhasilan Denmark ini memutus rekam jejak buruk mereka di Piala Thomas. Sejak pertama kalinya turnamen bergengsi ini digelar pada 1949 silam, Denmark memang belum pernah merebut gelar juara meski pernah delapan kali tampil di final. Denmark juga tercatat sebagai satu-satunya negara Eropa yang berhasil menjuarai Piala Thomas. 

Pertemuan Indonesia dengan Denmark pada laga final Piala Thomas 2016 merupakan pertemuan ke-empat setelah pertemuan pada 1964 di Tokyo, Jepang; pada 1973 dan 1979 di Jakarta; serta pada 1996 di Hong Kong. Indonesia terakhir kali meraih gelar Piala Thomas pada 2002 di Guangzhou, Tiongkok. Tim Merah-Putih menang 3-2 atas tim Malaysia pada putaran final.

Permainan Apik Vittinghus

7Denmark memastikan gelar lewat permainan agresif Vittinghus di partai penentuan. Ihsan yang bermain sabar di game pertama sempat tertinggal dua bola, namun perlahan-lahan mengejar dan menjadikan angka 5-5. Namun Vittinghus tak ingin memberikan angin dan kembali bermain agresif dan unggul 9-5 berkat dua kali smash beruntun.

Ihsan lagi-lagi bisa menyamakan kedudukan menjadi 9-9 dan melalui sebuah smashnya menjadikan angka 10-10. Vittinghus kemudian mulai bermain sabar dan tak terburu-buru melancarkan serangan. Dengan strategi itu ia dua kali menemukan celah untuk smash, dan kembali melebarkan jarak menjadi 13-10.

2Satu kesalahan Ihsan ketika mengembalikan smash membuat Vittinghus unggul 15-11, tapi Ihsan membayarkan dengan sebuah jumping smash dan membuat angka 15-12.  Vittinghus menambah angka menjadi 17-12 ketika bola menyilang Ihsan di depan net menyangkut di jaring.

Ihsan sempat mendapatkan dua angka tambahan sebelum Vittinghus mendapat game point lewat sebuah dropshot menyilang. Ihsan yang tak mau menyerah pun menjadikan angka 15-20 lewat sebuah smash. Smash Ihsan pun dibalas Vittinghus untuk menutup game pertama dengan 21-15.   

4Di game kedua, Vittinghus tak ingin kehilangan momentum dan terus menekan Ihsan untuk unggul 5-1 terlebih dahulu. Ihsan kemudian mampu menipiskan angka lewat sebuah smashnya sehingga skor 6-3.

Vittinghus kemudian melakukan beberapa kali smash menyilang ke arah kanan Ihsan yang membuatnya tak berkutik. Satu pengembalian Ihsan yang keluar lapangan membuat interval pertama ditutup dengan skor 11-4 untuk keunggulan Vittinghus.

Dari sana Vittinghus tak terkejar sama sekali. Dengan bantuan gemuruh para pemain Denmark yang berteriak dari kursi pemain, Vittinghus pun kian bersemangat melancarkan serangan lewat smash dan bola menyilang. Ihsan hanya merebut tiga poin tambahan sebelum Vittinghus memenangi pertandingan dan juga membawa pulang Piala Thomas ke negara Denmark.

Optimistis 2018 bisa rebut Thomas

6Sementara, manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia Rexy Mainaky mengaku tiga atlet tunggal putra Merah-Putih kalah pengalaman bermain dalam turnamen beregu sehingga takluk dari pemain-pemain tunggal Denmark.

“Kami sudah mencoba permainan dan strategi terbaik. Pemain tunggal kedua kami bermain dalam tekanan dan berbeda saat dia melawan tunggal kedua Korea,” kata Rexy tentang penampilan Anthony Ginting menghadapi Jan O Jorgensen pada partai ketiga, dilansir Antara.

Rexy mengatakan satu-satunya pemain tunggal Indonesia yang punya pengalaman setara dengan Jan O Jorgensen dan Viktor Axelsen adalah Tommy Sugiarto yang turun pada partai pembuka.

“Pemain-pemain tunggal Denmark lebih tenang dan siap menghadapi permainan net atlet-atlet muda kami. Mungkin lawan juga telah mempelajari kekuatan dan kelemahan kami sehingga secara psikologis mereka lebih siap,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia itu.

Kapten tim Thomas Indonesia Hendra Setiawan mengatakan permainan timnya sudah maksimal hingga putaran final menghadapi tim-tim seperti Hong Kong, Korea Selatan, dan Denmark. “Saya yakin dua tahun mendatang pemain-pemain muda kami sudah siap merebut gelar. Turnamen ini adalah modal bagi mereka,” kata Hendra. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY