Perempuan berseragam militer terlihat "garang". Namun, para ibu berseragam militer ini bikin baper karena berpose tengah menyusui anaknya (Foto: Huffingtonpost)

Gulalives.co, JAKARTA – Perempuan berseragam militer terlihat “garang”. Namun, para ibu berseragam militer ini bikin baper karena berpose tengah menyusui anaknya.

Dalam proyek “Normalize Breastfeeding”, fotografer Vanessa Simmons selaku pendiri proyek telah membidik dan menjepret foto yang tak terhitung jumlahnya. Objeknya adalah para ibu di seluruh dunia yang tengah menyusui bayi mereka.

Yang terbaru, sang fotografer merilis tujuh foto menakjubkan yang menggambarkan ibu berseragam militer tengah menyusui di kawasan Washington, DC. Para ibu militer menyusui ini berasal dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Beberapa ibu dalam seri foto ini ditemukan Simmons melalui teman-temannya di media sosial. Sementara, ibu lainnya bergabung melalui kemitraan dengan Breastfeeding in Combat Boots, sebuah lembaga nirlaba yang melakukan advokasi untuk ibu militer dengan merawat anak mereka saat melakukan aksi bela negara.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

“Saya telah belajar bahwa banyak ibu yang aktif bertugas jauh, mereka mencari dukungan untuk merawat anak dan memompa ASI setelah mereka kembali bekerja penuh waktu,” kata Simmons, dilansir The Huffington Post.

Sang fotografer mengambil gambar pertama saat ibu militer menyusui aktif bertugas di Maret 2015. Ketika dia memajangnya di Facebook, dia kecewa karena dibanjiri komentar bernada kebencian dan tanggapan sinis. Padahal, Simmons ingin masyarakat melihat keindahan dan kekuatan ibu militer menyusui.

“Saya berharap orang lain mengakui kesulitan yang dihadapi setiap ibu menyusui. Namun, saya juga berharap bahwa mereka melihat kekuatan wanita yang melayani negara kita saat melayani keluarga mereka secara bersamaan,” tuturnya.

“Saya terinspirasi oleh kisah-kisah mereka, saya terkesan dengan keberanian mereka di tengah-tengah peran keibuannya, dan saya bersyukur memiliki kesempatan untuk berbagi gambar yang telah saya tangkap,” tambahnya.

Simak foto-foto yang bakal bikin kamu baper melihat betapa menakjubkannya ikatan para ibu militer dengan bayi mereka saat menyusui:

1.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

“Saya seorang ibu dari dua anak menakjubkan usia 2,5 tahun dan 3 bulan. Saya berusaha menyusui anak pertama saya, tetapi memiliki beberapa masalah dan hanya berhasil melakukannya selama enam minggu. Saya tidak mempunyai edukasi yang cukup seperti halnya sekarang, dimana saya mungkin bisa menyimpan stok ASI atau donor ASI jika stoknya berlebih. Untungnya, pada anak kedua saya memahami manajemen ASI sejak awal. Tiga bulan setelah melahirkan, saya bertekad tidak hanya memberinya ASI untuk setidaknya setahun, tetapi juga mendonorkan ASI sebanyak yang saya mampu untuk ibu mengagumkan lain yang ingin nutrisi terbaik untuk bayi mereka, tapi tidak bisa menyusui karena berbagai alasan.” – Amy

2.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

“Menyusui selalu menjadi bagian utama dalam rencana saya ketika menjadi ibu. Saya sudah menyusui secara eksklusif selama hampir 10 bulan! Segera setelah tahu hamil, saya sangat berkomitmen untuk menyusui selama saya bisa. Menjalankan tugas secara aktif, sangat tidak mudah untuk memberikan ASI selama 11 bulan karena memompa membutuhkan dedikasi dan motivasi. Namun, saya tidak secara emosional segera menyapihnya. Saya tetap memberikan ASI diselingi susu formula dan makanan pendamping ASI. Jujur, saya tidak memiliki cara lain.” – Carol

3.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

“Saya tidak pernah melihat orang menyusui sebelum saya mempunyai anak. Ibu saya tidak menyusui saya, tapi selama hamil, saya mengumpulkan banyak informasi dan mengetahui bahwa pilihan terbaik baginya haruslah saya coba. Saya membaca buku dan menjelajahi internet untuk belajar semua hal yang perlu saya tahu untuk sukses ASI. Dari awal, ikatan saya dengan anak adalah segalanya seperti yang saya harapkan. Saya bahkan menyumbangkan ASI untuk ibu yang tidak bisa menyusui karena alasan medis. Anak saya menyusui sampai hampir dua tahun usianya, ketika saya mengetahui hamil anak kedua. Selanjutnya, menyusui menjadi tidak mudah karena anak kedua saya mempunyai alergi protein susu, sehingga membutuhkan upaya lebih keras untuk sukses ASI. Saya sendiri selalu terdorong untuk mendidik diri sendiri, dan menurut saya, sangat penting bagi ibu-ibu untuk memiliki akses pada edukasi dan dukungan dalam memberikan ASI.” – Tay

4.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

“Sementara membayangkan kelahiran yang sempurna, saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saat melahirkan anak laki-laki, dokter segera memotong tali pusat dan mengeluarkan mekonium dari tubuhnya. Saya sangat khawatir bahwa jika tidak menyusui langsung, maka dia akan menolak nantinya. Dan, ketakutan terburuk saya adalah dia membutuhkan perhatian medis 48 jam ke depan. Dia langsung dilarikan NICU. Saya pun mulai memompa ASI, membawakan untuknya dan diberikan lewat jarum suntik. Remuk hati saya karena 24 jam pertama kelahirannya, saya tidak bisa memberikan ASI langsung tapi saya cukup lega karena dia tetap bisa mendapatkan ASI saya. Setelah keluar NICU dan mulai menyusui untuk pertama kalinya, ternyata dia melakukannya dengan sempurna. Sekarang dia tumbuh sehat dan kuat.” – Whitney

5.

Dalam proyek "Normalize Breastfeeding", fotografer Vanessa Simmons/tengah selaku pendiri proyek telah mengambil foto ibu-ibu berseragam militer tengah menyusui anaknya (Foto: Huffingtonpost)
Dalam proyek “Normalize Breastfeeding”, fotografer Vanessa Simmons/tengah selaku pendiri proyek telah mengambil foto ibu-ibu berseragam militer tengah menyusui anaknya (Foto: Huffingtonpost)
loading...

LEAVE A REPLY