Ilustrasi Gambar: Pelantikan Gubernur Di Istana (prokal.co)

Gulalives.co, Depok– Menjadi seorang kepala daerah bukanlah amanah yang mudah untuk dijalani. Kepala daerah harus menjadi teladan bagi masyarakatnya. Apa lagi jika ia menjabat sebagai kepala daerah di daerah Tingkat 1, yakni Gubernur.

Di Indonesia menjadi seorang kepala daerah merupakan hal yang diinginkan oleh setiap orang. Dimana tidak, menjadi kepala daerah dianggap akan memiliki kekayaan materi. Hal itu terlihat dari banyaknya kepala daerah yang setelah menjabat menjadi seorang kepala daerah kekayaannya bertambah.

Namun tugas penting seorang kepala daerah haruslah bekerja penuh pengabdian di daerah yang di pimpinnya. Bukan sekedar untuk mencari kekayaan dirinya maupun partai politik pengusungnya. Mereka harus dapat bekerja secara nyata agar masyarakat merasakan peran seorang kepala daerah yang sesungguhnya.

Di Indonesia telah banyak kepala daerah yang menjabat hanya untuk menggeruk kekayaan daerah dan mengeksploitasi daerah dengan menjualnya ke perusahaan-perusahaan besar yang dianggap dapat memiliki peran pembangunan di daerah itu. Padahal perusahaan tersebut hanya mengambil sumber daya alam yang ada, dan hasilnya tidak dapat di nikmati oleh masyarakat daerah tersebut.

Para kepala daerah di Indonesia juga telah banyak yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mereka melakukan tindakan korupsi. Hampir sebagian besar kepala daerah melakukan korupsi. Padahal mereka dipilih untuk bekerja kepada rakyat, bukan kepada para perusahaan atau pengusaha yang membayar mereka.

Meskipun banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, namun di Indonesia masih banyak memiliki kepala daerah-kepala daerah yang berprestasi dan memiliki keteladanan yang patut di contoh oleh kepala-kepala daerah lainnya.

Mereka berprestasi tidak hanya untuk urusan dunia saja. Tetapi mereka juga orang-orang yang religius. Terbukti dengan beberapa kepala daerah yang memiliki hafalan Al-Quran. Jika saja semua kepala daerah di Indonesia seperti mereka, mungkin kepala daerah akan menjalani amanah sesuai dengan apa yang dinginkan oleh rakyat. Berikut para Gubernur di Indonesia yang hafidz Al Quran.

#1. Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat

Ahmad Heryawan, Salah Satu gubernur Hafiz Quran (Gubernur jawa Barat)
Ahmad Heryawan, Salah Satu gubernur Hafiz Quran (Gubernur jawa Barat)

Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa dengan Kang Aher ini, merupakan salah satu Gubernur yang patut di contoh. Selain teladan, pintar, cerdas, dan inovatif. Aher merupakan hafidz Quran. Ia sudah hafidz 30 juz Al Quran.

Aher telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat selama dua periode. Jabatannya akan berakhir pada 2018. Aher merupakan sosok yang prestisius, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang di terimanya saat ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

#2. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat

Irwan Prayitno, Gubernur Hafiz Quran di Indonesia (wikipedia.org)
Irwan Prayitno, Gubernur Hafiz Quran di Indonesia (wikipedia.org)

Irwan Prayitno merupakan Gubernur yang memang pantas menjadi sosok yang teladan. Selain memiliki sisi religius dengan hafalan Al Qurannya, Irwan juga merupakan sosok yang patut di contoh. Terlahir dari keluarga yang sederhana, bahkan ia juga harus berkuliah cukup lama, karena selain kuliah dia juga harus bekerja untuk menafkahi keluarga.

Pria kelahiran Yogyakarta, namun berdarah minang merupakan salah satu Gubernur yang cukup banyak mendapat penghargaan. Selama ia menjabat, dan kini menjabat di periode yang kedua, Irwan telah mendapatkan sebanayk 75 penghargaan.

Selain hafidz, terlahir dari keluarga yang berlatar belakang pendidikan, Irwan juga sempat mencoba menjadi dosen. Ia pernah menajabat sebagai Dosen Psikologi Anak di PGTK-PGTQ Adzkia Padang. Ia juga pernah menjadi dosen di univeristas Andalas. Di sela-sela kesibukannya menjadi dosend an Gubernur saat ini, Irwan Prayitno juga telah menerbitkan berbagai macam buku.

#3.  M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat

M Zainul Majdi, Salah Satu Gubernur yang hafiz Quran (lombokatraktif.blogspot.com)

Zainul Majdi merupakan gubernur lulusan Universitas Al Azhar Kairo. Ketika lulusan dari Kairo, ia sudah menghatamkan 12 juz Al quran. Gubernur yang akrab disapa dengan sebutan Tuan Guru Bajang, sebutan lain bagi para ulama di kalangan masyarakat Sasak di Pulau Lombok.

Di tangannya Nusa Tenggara Barat (NTB) diubah julukan dan ia mengubah rutinitas olahraga yang sebelumnya dilakasanakan setiap Jumat, diganti menjadi Sabtu. Di hari Jumat Zainul menggunakan untuk pembinaan iman dan taqwa kepada masyarakat atau disebut dengan Hari Imtaq.

Pada 2008 ia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai gubernur termuda di Indonesia dengan umur saat itu 36 tahun. Zainul telah menghatamkan Al Quran sejak nyantri di Pondok pesantren Nadhlatul Wathan di NTB.

#4. Abdul Ghani Kasuba, Gubernur Maluku Utara

Abdul Gani Kasuba, Gubernur Hafiz Quran di Indonesia  (wikiwand.com)
Abdul Gani Kasuba, Gubernur Hafiz Quran di Indonesia (wikiwand.com)

Abdul Ghani Kasuba berasal dari seorang pendakwah yang menjadi politikus, awal karir politiknya bermula di 2004. Ketika itu ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Maluku Utara. Ternyata namanya yang sudah terkenal di masyarakat Maluku Utara sebagai pendakwah membuat dirinya dipercaya untuk menjabat sebagai orang nomor dua di Maluku Utara, pada 2008. Ia pun di tahun 2013 mencoba menjadi orang nomor satu di Maluku Utara dengan melamar sebagai Calon Gubernur, dan akhirnya berhasil dan terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara hingga tahun 2019.

Abdul Ghani dikenal sebagai tokoh organisasi Islam Al Khairat. Abdul Ghani merupakan Gubernur lulusan dari Islamic University of al Madinah al Munawarah. Peran Abdul Ghani setelah lulus kuliah juga luar biasa, ia tetap mendedikasikan dirinya untuk membangun daerah kelahirannya. Selama 25 tahun Abdul Ghani mendirikan sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil di Maluku Utara, bahkan ia membangun sekolah hingga ke Papua.

loading...

LEAVE A REPLY